
Tandai Typo guys.. Lets get read!!
---000---
Cinta pada pandangan pertama emang ada????
Setelah mengarungi pekan sport and healty akhirnya Lisa bisa bernafas lebih lega. Mulai besok pun, ia bisa berangkat bareng nata dijam yang lebih normal untuk ukuran seorang siswi SMA.
Begitu pula dengan Nata, Ia jadi tidak terlalu mengkhawatirkan kesehatan adiknya mengingat lisa sering melewatkan sarapannya.
Dihati nata masih membekas acara tiga hari yang lalu dimana ia harus menjadi tim saga dilomba kaki tiga.
Btw, kaki tiga itu permainan dimana salah satu sepatu mereka diikat secara bersamaan atau digabungin.
Butuh kerjasama dan sinkronsasi untuk bisa membuat mereka berjalan tanpa jatuh hingga ke garis finish. Beberapa kali nata ingin jatuh karena langkah saga yang lebar tapi dengan sigap lengan kokoh saga menyangga nata hingga mereka dinobatin sebagai pemenang.
Nata tersenyum mengingat kejadian itu hingga melupakan keberadaan lisa yang gelendotan dikasurnya.
"Kak woy kak woy. Kakak gak dengerin aku ya" Rajuk lisa sambil Memutar bola mata kesal.
"So sory dek," ucap nata sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ini aneh sekali nata bahkan jarang melamun. Meskipun dia diam bukan berarti ia melamun tapi sekarang kenapa dikit-dikit dia melamun???
Nata menghembuskan napasnya dalam, Ia harus bisa fokus.
"Yaudah gapapa, untung tadi ngomongku gak penting. Sekarang penting nih kak. Dengerin! " Ancam lisa.
Nata hanya tersenyum dan mengangguk. Lisa duduk dan merapat kearah nata.
"Emm, Kakak pernah ngerasain cinta pada pandangan pertama gak?" Tanyanya penasaran
"Emang cinta pada pandang pertama itu ada?" Tanya nata balik. Lisa terlihat kebingungan sendiri.
"Gatau, makanya lisa nanya. Mungkin kakak kan lebih berpengalaman. Kalo kata temenku sih bisa aja"
"Lis, kamu taukan mantan kakak itu cuman satu itupun gak mengenakan putusnya. Tapi menurut pandangan kakak nih, cinta pada pandangan pertama itu gak ada. Kalo pun iya itu kagum mungkin. Soalnya kalo kita melihatnya sekilas terus jatuh cinta berarti rasa cinta kita hanya sebatas apa yang ditampilin dia sepersekian detik ketika kita melihat itu" Asumsi nata.
__ADS_1
"Emmm gitu ya,,, Berarti lisa cuman kagum dong"
"Kamu ada suka sama cowok?" tanya nata
"Emmm, aku suka dari awal aku melihat dia kak. Tapi makin kesini aku juga makin suka. Maksudku aku menganggap rasa suka ku itu bukan sebatas apa yang ditampilin saat pertama aku ketemu dia. Berarti aku udah cinta dong?" Tanya lisa senyum-senyum.
Nata bersyukur walau mereka sama-sama remaja tidak membuat lisa menutup dirinya dan malu mengungkapan isi hatinya. Ia senang dengan lisa yang tetap mempercayainya sebagai tempat curhat.
"Bisa jadi kamu beneran cinta dia"
"Kalo udah cinta, boleh jadiin dia pacar nggak?" Pertanyaan lisa membuat nata terkekeh geli. Sejak kapan adiknya begitu polos.
"Lis, Sebuah hubungan itu terbentuk karena suatu kesepatan dari dua pihak. Kamu perempuan, Gak salah juga sih kalo kamu mau menyatakan perasaanmu. Tapi yang perlu kakak tekankan saat ini, Kamu yakin dia juga ada feel sama kamu? Statusnya dia udah ada pacar atau belum. Bukanya apa-apa kakak hanya ingin kamu nggak patah hati. Jangan sampai kamu kayak kakak gini.
Kakak bisa ngomong gini karena kakak pernah ngalamin yang namanya patah hati. Patah hati nggak cuman karena dikhianati. Tidak dihargai, disakiti. terlalu dicintai hingga lupa tujuan awal sebuah hubungan dan mencintai sendiri itu juga patah hati namanya. Kamu jangan gegabah" Terang nata,
Lisa mendengarkan dengan khidmat petuah kakaknya ini. Ia tahu luka menganga dihati kakaknya bila mereka berbicara soal perasaan.
Benar kata nata, mencintai saja tidak cukup bahkan dicintai juga belum tentu bahagia. Dulu mantan pacar nata begitu mencintainya hingga ia lupa tujuan mencintai adalah untuk membahagiakan. Karena terlalu mencintai mantan nata lupa tujuan awalnya yang membahagiakan nata malah jadi menyakitinya secara tidak langsung hingga akhirnya nata memutuskan hubungan mereka.
"Kayaknya sih ke Kak Saga"
Jederrr!! Jantung nata berpacu cepat saat nama saga disebut. Entahlah ia juga tak tau ini kenapa.
"Owh, saga? Kamu harus kuat mental kalo suka dia. Kan dia terkenal dingin"
"Iya kak, Awalnya aku rada ragu gitu. Aku pikir kak saga setertutup itu. Eh ternyata dia bisa ketawa lo cuman karena tingkah konyolnya kak bima. Waktu kita lagi capek-capeknya ngurusin pekan kemarin" Jelas lisa.
Nat, adik lo suka sama saga sebisa mungkin lo harus meminimalisir interaksi lo sama saga. Biar lisa tidak salah paham seperti pandangan sahabat-sahabat lo. Rapal nata dalam hati.
"Yaudah kak, Lisa ngantuk lisa kekamar dulu ya. Besok bisa berangkat bareng. Good night have a nice dream kak" Cup! cium lisa dipipi nata.
Nata hanya tersenyum.
Hingga tengah malam, nyatanya doa lisa yang agar ia mimpi indah tak kunjung terkabul. Nata masih setia membuka matanya, karena tiba-tiba matanya enggan beristirahat.
__ADS_1
Otaknya memutar kembali ucapan kejujuran lisa mengenai perasaaanya. Mengetahui lisa suka sama saga secara nyata, membuat nata semakin gelisah. Seharusnya ia tak begitu kaget mengingat ia tahu interaksi lisa dengan saga.
"Nat, lo salah makan kali sampai insom gini. Tidur nat besok ada ulangan harian" Racaunya pada diri sendiri dan memaksakan tidur meski sulit dan ia harus menghitung jumlah domba hingga tertidur.
*****
Keesokan harinya sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Nata mengerutkan kening dalam, pasalnya 12 Digit angka itu terlihat familiar.
Nata membuka pesan tak bertuan itu dan membacanya dalam hati.
From : 085730××××××
Good morning kamu, Yang saat ini bisa menghindariku. Tapi esok, lusa dan seterusnya aku akan selalu mengejarmu. Kita lihat seberapa jauh kamu bisa sembunyi dariku. Tunggu aku menjemputmu 💕
Nata menahan napas. Ini, rangakain kata ini milik seseorang yang dulu nata begitu cinta hingga ia muak.
Hampir dua tahun, ia menghindari orang ini dan sekarang apa?
Dia hendak kembali???
Tiba-tiba nata pusing, Ia mendengar tangisan pilu, Tamparan dan semua mebuat keringat dingin mengucur disekita pelipisnya. Nata mengambil segelas air dinakasnya dan menegaknya hingga tandas tak tersisa.
Nata menguatkan diri, bahwa ia bisa melawan orang itu. Ia bisa melawan perasaan ibanya. Ia tak akan terjerumus pada cinta yang salah lagi.
Nata bergegas kekamar mandi dan melanjutkan ritual paginya yang sempat tertunda hanya karena sebuah pesan tak bertuan.
Tanpa identitas pun, ia tau siapa pengirimnya. Dan nata menyesali itu. Ia menyesali pernah membuat si pengirim pesan begitu mencintainya.
---000---
__ADS_1
Hai welcome back...