Promise

Promise
7. Truth Or Dare


__ADS_3

Siang ini pukul 10:30 Tepat setelah bel masuk berbunyi selepas istirahat. Mereka murid cewek kelas 12-IPA 1 Mita, Jeni, sasa, Anggun, Resa dan Nata yang tentunya ikut karena dipaksa, Bermain permainan truth or dare. Permainan sederhana yang umum dimainkan para remaja seusia mereka.



Permainan ini tidak membutuhkan banyak bahan, mereka hanya menggunakan botol bekas minum Anggun yang masih tersisa sedikit agar bisa berputar tenang.



Mereka duduk melingkar di area kosong belakang.


Saat ini sedang jamkos, banyak anak" yang sibuk dengan urusannya sendiri. Beberapa memilih tidur.



Tapi ke 6 gadis cantik ini malah bersemangat bermain TOD.



"Oke for the first time gue yang puter" Ucap Mita.



Botol berputar cepat begitu pula keenam gadis ini seakan menahan napas. Dannn, stop. Botol benar-benar berhenti dihadapan mita sendiri.



Ia mendecak kesal



"Kenapa mesti gue yang pertama, ck sial"



"Oke mit, lo Truth or dare?" Tanya jeni



"kalo truth gan jentel banget, dare ajalah" Ucapnya sok sok an.



"Oke, Biar gue yang kasih dia dare. Sekarang lo tembak si jono. Noh die"



Terang jeni menunjuk teman kelasnya yang bernama asli Arjodi seino. Dia itu cowok putih, ganteng juga kalo dia mau memerhatikan penampilannya. Tapi percayalah guys, Dia kesekolah itu pakek seragam lusuh plus kacamata tebel padahal dia gak minus. Dan celana kedodoran.



Mita bergidik ngeri sedangkan teman-temannya tertawa.



"Nyerah nih mit? Starbucks guys" Sasa menakut-nakuti mita.



Bukan apa-apa atau gimana. Mereka kalau sudah ditraktir suka lupa kalo besok masih bisa makan. Kalap semua. ck



"Mita? Nyerah? mimpi kalian"


mita berjalan mendekati cowok yang tengah ngorok dengan keras itu.



"Jon" teriak mita. Jono kaget dan membuat kacamatanya melorot.



"iya mit?" Tanyanya sambil membenarkan kacamatanya dan memilih rambut klimisnya.



"Lo mau gak jadi pacar gue?" ucapan mita sontak mengundang rasa perhatian teman sekelasnya.



"Kk ka kam mu nem nem nem ba bak ak ku?" Tanya joni gagap tiba-tiba.



"Ck lama lo. mau gak"



Anak-anak seakan kehilangan pasukan oksigen. Sedangkan kelima gadis itu memerah menahan tawanya.



Jono mengangguk. Mita tersenyum manis.



"Jon lo cinta gue?" Tanya mita



"Kalau cinta belum mit" jawab jono



"Sama kalo gitu gue juga udah gak cinta lagi. Kita putus ya. Soalnya hubungan tanpa cinta itu gak baim" Ucap mita sok bijak.



Lagi-lagi dengan lugunya jono mengangguk. Anak-anak tertawa dengan ulah usil mita.



"See, Gue udah lakuin darenya yok main lagi"



Mereka memutar botol itu lagi dan saat ini sasa yang kena.



"Hahahaha, Lo sa" Mita ketawa jahat



"Gue truth. Wlee" Ucap sasa memeletkan lidahnya kearah mita yang cemberut sebal.



"Oke gue yang ngasih pertanyaan" Ucap Jeni.



"Lo suka sama arya?" Tanya Nata to the point dan Lantang.


Bahkan si empunya nama melengok.



Muka sasa merah padam.


__ADS_1


"Sa? milih MD apa KFC?" Goda anggun. Sial



"Iya. puas lo" Jawab sasa yang mendapat sorak surai dari teman&


-temannya. Arya menatap sasa dan tersenyum penuh arti.



"Asek ada yang detik-detik gak jomblo nih. Hahahha" celetuk bima.



Lagi-lagi gemuruh riuh menggema mengakibatkan si cowok yang tengah tertidur dibangkunya terbangun. Ia Saga.



"Ck berisik" Decaknya pelan. Dan kembali menelungkupkan tangannya di meja untuk melanjutkan aksi tidurnya yang terganggu



Keenam gadis itu kembali melanjutkan permainan mereka dan hap. Yang ditunggu-tunggu akhirnya dapat juga.



Siapa lagi kalau bukan nata? Nata mendesah pelan.



"Oke dare" Karena jika truth pasti banyak pertanyaan-pertanyaan aneh. Maka ia memilih tantangan sajalah.



"Oke gue aja" Ucap Resa.



Nata menatap Resa penuh harap.



"Oke nata sayang, lo pura-pura minta ajarin ngerjain soal matematika ke Saga. Doi kan pinter tuh"


Ucap resa yang membuat lainya mengagguk setuju. Kecuali Nata tentunya ia malah sedikit ragu. Bagaimana tidak itu saga tidur lo. Kalo diganggu emang gak bahaya?



"Ayo nata de coco ku semangat" ledek jeni.



Dengan membawa soal matematika yang lumayan rumit ia menghampiri saga dibangkunya.



Saat tepat dibelakamg saga, Nata menoleh keteman-temnanya dan meminta berhenti dengan mengatakan lewat gerakan mulut tanpa suara.



Mereka kompak mengibaskan tangan tanda tidak boleh. Nata memanyunkan bibirnya.



Ia menghembuskan napas pelan dan memanggil Saga.



"Ga"




Ia hanya menaikan sebelah alisnya.



"ini mau minta tolong ajarin mate. Kalo gue ganggu gak jadi aja" Ucap nata buru-buru.



"Ck.o udah terlanjur ganggu. Siniin" Ucap saga datar. Percaya guys dibangunin saat lagi nyenyak-nyenyak tuh bikin bete setengah mampus.



Dengan ragu nata memberikan buku tulisnya.



"Kok lo berdiri terus? Minta diajarin apa minta dikerjain?" Sarkas Saga.



buruh-buru Nata duduk dibangku tepat didepan saga dan pura-pura memerhatikan pengertian dari Saga. Padahal kakinya sudah lemas, Ia berjanji tak akan membangunkan Saga lagi. Sungguh auranya mencekam.



Setelah selesai nata buru-buru beranjak dari tempatnya.



"Thanks ya ga" Ucapnya kemudian pergi. Sedangkan Saga hanya ******** senyum yang tertahan melihat kegugupan Nata.



"Menggemaskan" Ucapnya lirih dak kembaki tidur. Akhir-akhir ini Saga memang kurang tidur. Karena banyak proposal pengajuan yang ia kerjakan. Maklum ketua osis. Jadi sebisa mungkin ketika ada waktu senggang, ia gunakan untuk beristirahat.



Nata kembali bergabung keteman-temanya dengan muka pucat.



"Nat, lo diapain saga sampe pucet gitu?" Tanya Mita



Nata tak menjawab.


Sedangkan resa mengulurkan minum yg diterima nata suka rela.



"Sori nat, hehehe" Resa cengesan.



"Yok main lagi" Ajak anggun. Nata menggeleng dramatis.



"gue gak ikutan lagi kapok"



"yahhh, kok gitu sih nata gak seru tau" Kesal mita



"Sorry, kalian lanjutin sendiri ya. gue liatin aja" ucapnya

__ADS_1



"gak mau udah gak mood" Ngambek mita.



Akhirnya mereka menghentikan permainan mereka. Sedangkan mata Nata tak henti-hentinya melirik kearah bangku saga.



Duh kok gue deg-degan ya, batin nata membeo.



****



"Diberitahukan kepada seluruh siswa-siswi kelas 12 SMA Harapan Nusa diharap segera berkumpul di Aula sekarang. Terima kasih"


Gema pak Huda selaku guru kesiswaan disini.



Nata dan teman-teman kelasnya berbondong-bondong ke Aula.


Rupanya di Aula sudah banyak teman seangkatannya yang kumpul.



"Mohon perhatiannya" Suara micropon membuat Attens melihat kearah podium, Pak Huda tengah berdiri siap membeberkan sesuatu.



"Sebelumnya, Assalamualaikum wr.wb."



"Walaikumsalam wr.wb" Jawab siswa bersamaan.



"Oke. Langsung saja. Mungkin kalian kaget dikumpulkan disini. Tetapi ada beberapa informasi yang akan saya sampaikan.


Pertama selamat belajar kembali di Kelas 12. Puncak masa SMA. Di Tahun ketiga kalian disini akan banyak hal-hal yang akan kalian lalui. Seperti simulasi UN, Tryout dan ujian-ujian lain.



Kedua, Saya mendapat surat tugas dari kepala sekolah bahwa akan diadakan camping di puncak selama 3 hari khusus kelas 12. Keberangkatan masih minggu depan"



seketika suasana yang tadinya kondusif mendadak riuh mendengar kata camping.



"Diam sebentar! Jadi surat ijin orangtua akan segera dibagikan.


Dimohon ketua kelas, setelah saya bubarkan barisan nanti. Diambil ya.


Oke mungkin itu saja yang dapat saya infokan.


Kurang lebihnya saya mohon maaf dan kalian boleh kembali ke Kelas" Tutup Pak Huda.



Siswa-siswi keluar dari Aula dengan senyum lebar. Mereka pasti membayangkan betapa serunya camping selama 3 hari di puncak.



Sesampainya di kelas, Mita Dan teman-temannya sibuk membicarakan apa yang harus dibawa.



"eh eh bawa syal nggak nih? Apa kupluk?


Padding bawa gak ya enaknya?" Racau jeni



"Jen, bahkan tahun lalu lo sudah pernah ke Puncak lo. Walau cuman sehari" Ucap Nata kesal mendengar pertanyaan jeni.


Ini cuma ke puncak kenapa ribet sekali.



"Nata sayang, ini tuh beda 3 hari. Cuacanya gak bisa kita cegah. Jadi kita yang cegah dan waspada dong. Jaga-jaga kali aja lagi dongin-dinginnya kan" Debat jeni.



Nata hanya mengangguk. Sebenarnya ia bingung, berpikir apakah ikut kegiatan ini atau tidak mengingat kegiatan tidak wajib diikuti.



"Napa diem? jangan berpikiran lo bakal gak ikut ya" Ancam mita.



Nata hanya menngerjap, bagaiman mita tau isi kepalanya?



Melihat reaksi Nata, Mita yakin tebakannya benar.



"Tuh kan lo~" Ucapan Mita terputus saat Bu Anin masuk kelas.



"Anak-anak saya tidak berlama-lama disini karena setelah ini ada kelas, Oke. Pertama ibu mohon agar kalian bisa ikut semua pada kegiatan camping terlebih untuk pengurus kelas. Dengan acara ini kita bisa meningkatkan solidaritas pertemenan kalian semua. Dan guna mengenal kebiasaan ketika kalian tidak berada di sekolah. Jika ada yang tidak ikut, Bisa bicara sama saya. Ungkapkan alasan yang jujur dan logis. Baiklah saya tinggal dulu ya.


semangat" Ucap Bu anin panjang lebar.



Mendengar itu Nata memejamkan matanya pasrah. Hancur sudah mimpinya malas-malasan sambil baca novel di kasurnya selama 3 hari.



Sasa menepuk pundak Nata prihatin. Tapi sisi lainya bahagia, karena mereka akan camping bersama dengan formasi lengkap.







-o0o-



Oke sekian dulu, ditunggu capt selanjutnya :)



__ADS_1


__ADS_2