
Setelah melalui perjalanan udara selama hampir 20 jam dan perjalanan darat selama setengah jam dari bandara menuju villa, Kaaran dan Roy pun akhirnya tiba kembali di villa setelah pergi sejak 3 bulan lebih yang lalu. Mereka baru sampai saat jam sudah menunjuk waktu dinihari.
"Kita sudah sampai, Tuan." William berkata setelah membukakan pintu mobil untuk Kaaran. Saat dalam perjalanan dari bandara menuju villa, Kaaran dan Roy memilih untuk tertidur karena ada William yang menyetir mobil untuk mereka.
"Oh, kita sudah sampai, ya?" ucap Kaaran. Setelah melepas sabuk pengamanannya, dia pun segera keluar dari mobil dengan perasaan bersemangat. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan istri dan anak-anaknya.
Kepulangan Kaaran dan Roy tidak disambut oleh siapa pun di villa. Itu karena dia memang sengaja menyembunyikan berita kepulangannya kepada siapa pun. Berita kepulangannya ini hanya diketahui oleh William dan suster Ria saja, tidak ada yang lain. Rencananya Kaaran ingin memberikan kejutan untuk istri tercintanya dengan kepulangannya itu.
"Masuk dan beristirahatlah, Roy. Aku juga ingin masuk beristirahat di dalam kamar," ujar Kaaran.
__ADS_1
Perjalanan yang memakan waktu puluhan jam itu membuat mereka berdua sama-sama butuh waktu untuk beristirahat merebahkan tubuh mereka yang terasa sangat pegal dan kelelahan.
"Baik, Tuan," ucap Roy sembari menunduk sopan. Setelah itu dia segera beranjak menuju kamar tamu tempat biasanya dia beristirahat saat bermalam di villa.
Sementara itu, sebelum Kaaran masuk ke dalam kamar Rania, terlebih dahulu dia mengintip ke dalam kamar si kembar yang ada di sebelahnya. Rupanya dinihari begini Zoe kembali rewel, sama seperti malam-malam sebelumnya, sedangkan Zack yang biasanya penyabar sekarang sudah tidur dengan nyenyak di dalam box bayinya.
Saat Kaaran melihat Rania sedang menggendong sambil menenangkan putri mereka dengan wajah yang terlihat sangat mengantuk, rasanya Kaaran tidak tahan dan ingin segera masuk ke dalam sana untuk menggantikannya. Dia tidak peduli pada rasa lelah yang dia rasakan saat ini. Namun, dia berusaha untuk menahan diri untuk sementara, karena takutnya Rania masih sangat marah padanya dan belum mau memaafkannya. Dia tahu betul seberapa keras kepala istrinya itu.
Begitu memasuki kamar, Kaaran segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu menyalakan ponselnya untuk melihat istri dan anak-anaknya di layar ponselnya. Berselang beberapa menit kemudian, Zoe nampaknya sudah terlelap dan berhenti menangis. Setelah Zoe tertidur nyenyak, Rania pun meletakkan putrinya itu kembali ke box bayinya.
__ADS_1
Saat melihat Rania beranjak keluar dari kamar anak-anaknya, disaat itulah Kaaran melompat turun dari tempat tidur. Dia segera berlari untuk bersembunyi di belakang pintu karena dia tidak ingin Rania langsung pergi begitu melihat dirinya ada di sana.
Ceklek. Pintu kamar terbuka. Rania yang masuk ke dalam kamar dalam keadaan sangat mengantuk pun tidak menyadari keberadaan Kaaran yang bersembunyi di belakang pintu.
Sebelum mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, terlebih dahulu Rania mematikan semua lampu dan hanya menyisakan lampu tidur saja.
Suasana kamar yang minim pencahayaan membuat Kaaran lebih leluasa memberikan kejutan pada istrinya. Rania pasti tidak akan pernah menyangka bahwa ternyata dirinya sudah kembali.
Namun sayangnya, keberadaan Kaaran langsung diketahui oleh Rania. Rania berpikir bahwa sosok bayangan hitam yang sedang berjalan ke arahnya saat itu mungkin adalah seorang penjahat yang berhasil menyusup ke dalam villa.
__ADS_1
"Siapa itu?!" teriak Rania. Seketika dia langsung waspada dan berdiri di atas tempat tidur sambil memasang kuda-kuda.
B e r s a m b u n g ...