
BOOM!!!
Suara ledakan terdengar begitu memekikkan telinga. Salah satu dari 4 mobil anak buah Johan menginjak ranjau, tepatnya mobil yang melaju paling depan. Mobil itu meledak dan menimbulkan api yang cukup besar serta asap pekat yang mengepul naik ke udara.
"Rasakan itu!" Gumamku, sambil tersenyum licik. Akhirnya, jebakan yang dipasang oleh Roy beserta timnya memakan korban juga. Dengan begitu, kami tidak perlu repot-repot melawan para penumpang yang ada di dalam mobil yang meledak itu.
Sementara itu, ketiga mobil yang lainnya seketika mengerem mendadak. Para penumpang yang ada di dalamnya segera berlari berhamburan meninggalkan mobil mereka masing-masing. Beruntung karena mereka masih bisa menyelamatkan diri. Hampir saja mereka juga ikut tew*as karena mobil mereka juga ikut meledak.
Aku mulai menghitung anak buah Johan yang tersisa lewat layar monitor. Kemajuan teknologi yang canggih sangat membantu dalam peperangan antar klan ini. Anak buah Johan yang tersisa sekarang hanya sekitar 14 orang, itu jumlah yang aku hitung.
Dulunya, klan Black Mamba memiliki cukup banyak anggota, tapi sekarang yang datang menyerang kami hanya sedikit. Apa mungkin ini bagian dari siasat penyerangan mereka? Atau ... mungkin sekarang pengikut Johan hanya tinggal sedikit karena sekarang Johan sudah jatuh miskin dan bangkrut. Aku hanya mencoba menebak-nebak saja.
Aku heran dengan sikap dan keputusan yang diambil oleh Johan, berani sekali dia mengambil kesimpulan untuk menyerangku, padahal anak buahnya hanya tinggal sedikit. Itu sama saja dengan menyerahkan nyawa mereka dengan sia-sia di tangan kami. Jika jumlah mereka hanya segitu, maka akan sangat mudah untuk kami bisa mengalahkan mereka.
__ADS_1
Anak buah Johan yang berhasil selamat dari ledakan ranjau tadi terlihat berpencar dan berjalan mendekati markas kami. Mereka meninggalkan mobil-mobil yang tadinya mereka tumpangi di sana begitu saja. Mungkin mereka takut kejadian yang sama akan menimpa mereka.
"Bersiaplah. Musuh semakin mendekat," titahku.
"Baik, Tuan."
Dari atas aku menyaksikan tim Roy dan tim William sudah memulai mempersiapkan senjata mereka masing-masing dan bersiap untuk membidik musuh yang berhasil lolos masuk dan menyelinap melewati pintu gerbang markas kami.
BOOM!!!
Dari luar salah satu musuh melemparkan sebuah b*om dan berhasil memporak-porandakan pintu gerbang markas beserta benda-benda di sekitarnya. Untungnya ledakan itu tidak memakan korban dari pihak kami. Semuanya masih berada di tempat persembunyian mereka masing-masing dan tentunya posisi mereka sangat aman terkendali.
Setelah semua anak buah Johan berhasil menyusup masuk dan menemukan tempat persembunyian mereka masing-masing, anak buahku beserta anak buah Johan pun mulai saling adu tembak.
__ADS_1
DOR! DOR! DOR!
Dari atas aku hanya menjadi penonton untuk dua kubu yang saling adu tembak itu. Setelah beberapa lama mereka berperang, terlihat mobil yang berhenti tengah jalan tadi mulai bergerak melaju mendekati markas. Sejenak perhatianku mulai teralihkan ke arah sana. Aku sangat yakin bahwa Johan berada di dalam mobil itu. Jika mobil yang ditumpangi oleh Johan berhasil lolos dari ranjau, maka aku pun juga harus segera bersiap-siap untuk turun tangan sendiri melawan pimpinan klan Black Mamba.
DOR!
"Akh!" pekikku. Aku sangat terkejut saat sebuah peluru melesat dengan cepat dan hampir saja mengenai kepalaku. Jika tadi aku tidak sigap bersembunyi, maka sudah pasti aku hanya tinggal nama.
B e r s a m b u n g ...
...__________________________________________...
...Maaf temanยฒ๐๐ผ ceritanya singkat dan slow update.. sudah seminggu ini kesehatanku terganggu.. flu, batuk, sakit kepala, terus badan juga sakit dan pegal-pegal semua.. saat berbaring rasanya sangat kurang nyaman karena sekujur tubuh terasa sakit dan pegal-pegal.., saking sakitnya badan ini, punggung rasanya mau patah saat berbaring.๐ซ...
__ADS_1