
Saat si kembar tertidur usai berjemur dan dimandikan oleh babysitter mereka, Kaaran pun mencari kesempatan untuk berbicara dengan Rania. Dia ingin menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin.
Saat Rania hendak masuk ke dalam kamarnya, disaat itulah Kaaran mencari kesempatan untuk menyelinap masuk ke dalam sana.
"Ada apa lagi?" Rania bertanya dengan ketus. Dia menatap tajam Kaaran yang sudah berhasil menyelinap masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, tolong berikan aku kesempatan untuk berbicara," pinta Kaaran dengan wajah memelas. Dia menarik kedua tangan Rania dan menggenggamnya.
"Lepaskan!" Rania menghempaskan kedua tangan suaminya hingga terlepas. "Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan," ucapnya, sambil membuang muka ke arah samping.
"Tapi Say-"
__ADS_1
"Cepat keluar dari sini!" teriaknya kemudian.
"Sayang, tolong jangan seperti ini. Apa kamu pikir aku tidak tersiksa dengan hubungan kita yang terus berlarut-larut seperti ini, hm? Aku sangat tersiksa Sayang. Tolong maafkan aku, demi anak-anak."
"Jangan bawa anak-anak. Bukankah aku sudah pernah bilang bahwa aku butuh waktu 3 tahun untuk bisa memaafkan semua kesalahanmu." Rania berkata dengan nada datar dan dingin.
"Astaga Sayang, tolong jangan seperti itu," kata Kaaran. "Aku tahu selama ini aku punya banyak salah padamu. Selama kita menikah, aku terlalu mengekang kebebasanmu. Tapi aku berjanji, jika kamu mau memaafkan aku dan berbaikan lagi denganku, aku berjanji tidak akan lagi mengurungmu di sini. Kamu bebas jika kamu ingin pergi kemana pun, aku tidak akan lagi melarangnya," bujuk Kaaran.
Sejenak Rania terdiam, lalu kemudian berkata, "Apa aku bisa mempercayai ucapanmu itu?"
"Benarkah? Awas saja kalau kamu sampai berbohong."
__ADS_1
"Tidak Sayang. Aku mana berani membohongimu." Kaaran berkata lalu membawa Rania ke dalam pelukannya. Senyuman Kaaran mulai melebar saat dia tidak mendapatkan perlawanan sedikit pun dari istri keras kepalanya itu. Itu artinya, hati Rania sudah mulai melunak sekarang.
Astaga. Kenapa selama ini aku bodoh sekali? Kenapa aku baru terpikirkan cara ini? Bukankah tujuan utamaku pergi selama ini karena aku ingin memberikan kebebasan untuk istriku. Kenapa aku justru baru terpikirkan sekarang? Dasar memang aku yang bodoh. Kaaran merutuki kebodohannya dalam hati.
.
Singkat cerita Kaaran benar-benar menepati janjinya sehingga Rania akhirnya mau berbaikan dengannya.
Beberapa hari setelah mereka berbaikan, Kaaran akhirnya mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pernikahannya yang selama ini dia sembunyikan dari publik, juga keberadaan sepasang anak kembarnya yang sekarang sudah berusia 4 bulan. Bukan hanya itu, Kaaran bahkan mengumumkan tanggal resepsi pernikahannya yang tidak lama lagi akan segera diselenggarakan.
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
..._________________________________________...
...Guys, ada beberapa cerita yang aku singkat di sini karena sudah ada penjelasannya di novel sebelah. Itu tujuannya agar novel ini tidak semakin bertele-tele dan semakin membosankan. Jujur saja, novel ini ingin secepatnya aku tamatkan karena naskah novel baru sudah mengantri sejak lama, hanya saja novel barunya belum diupload karena aku tidak mau update novel yang satu ini semakin slow karena adanya novel lain yang lebih aku prioritaskan updatenya....