RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 95


__ADS_3

POV Author


Sudah seminggu lamanya Kaaran tidak sadarkan diri. Saat ini dia sedang berada di Jerman untuk menjalani pengobatan. Berkat ijin dari dad Robin, Roy berhasil membawanya ke sana untuk ditangani oleh dokter Raymond, sahabat baik Kaaran sendiri.


Sementara itu, William tidak bisa ikut menjaga Kaaran karena dia ditugaskan untuk menjaga keamanan nona besar beserta tuan muda kecil dan nona muda kecil mereka. Tentunya penjagaan mereka tidak lepas dari pengawasan dad Robin juga. Dad Robin tidak akan mungkin tega membiarkan menantu beserta cucu-cucunya dalam bahaya. Apalagi keadaan Kaaran yang seperti sekarang ini.


Hari ini, tepatnya setelah 2 kali 24 jam setelah Kaaran mendapatkan suntikan penangkal virus mematikan yang sempat menggerogoti tubuhnya, dia akhirnya bisa melewati masa kritisnya. Untungnya virus itu cukup lamban menyebar di seluruh tubuhnya sehingga nyawanya masih bisa tertolong.


"Syukurlah, kamu akhirnya sadar juga. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu jika aku terlambat menyuntikkan penangkal virus itu padamu." Dokter Raymond berkata seraya memeriksa keadaan Kaaran. Dia belum tahu jika ternyata Kaaran belum bisa mengenalinya begitu Kaaran tersadar. Juga dokter Raymond belum tahu jika ternyata saat ini Kaaran tengah mengalami kelumpuhan pada keseluruhan anggota tubuhnya.


"Dokter Raymond, bagaimana keadaan Tuan Kaaran?" tanya Roy. Saat ini dia sedang berdiri tidak jauh di belakang dokter Raymond. Pria yang biasanya berwajah datar dan kaku itu nampak khawatir dengan kondisi tuannya.


"Belum sepenuhnya pulih. Mungkin penyebabnya karena dia sudah tidak sadarkan diri selama seminggu. Nanti kita cek lagi perkembangannya. Semoga dia bisa lekas pulih secepatnya," jelas dokter Raymond.


Sementara itu, Kaaran hanya bisa menatap Roy dan dokter Raymond yang nampak buram di hadapannya. Penglihatannya saat ini masih belum pulih, indra pendengarannya juga masih berdengung. Dia tidak bisa mendengarkan apa-apa. Dia pun memutuskan untuk memejamkan matanya kembali.

__ADS_1


.


.


Beberapa jam kemudian.


Kaaran kembali membuka matanya. Kali ini penglihatannya sudah jelas, tidak rabun lagi seperti tadi. Indra pendengarannya juga sudah normal.


Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Kenapa aku masih belum bisa menggerakkan tangan dan kakiku? Kaaran hanya bisa berbicara dalam batinnya.


Sebenarnya apa yang terjadi denganku? Kenapa aku sama sekali tidak bisa bergerak dan berbicara?


Kaaran mulai panik, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya merasakan kegelisahan di dalam hatinya. Dia bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi padanya. Kenapa dia bisa sampai mengalami kondisi yang sangat menyedihkan seperti sekarang ini. Dia sama sekali belum mengingat kejadian sebelum dia tidak sadarkan diri.


Ceklek.

__ADS_1


Pintu ruang perawatan terbuka. Terlihat sosok dokter Raymond yang muncul dari balik sana bersama dengan seorang perawat.


Kaaran menggerakkan bola matanya melihat ke arah sana. Dia merasa sedikit terkejut saat melihat sahabatnya yang muncul dari balik pintu.


Ray? Kenapa Ray ada di sini? Apa jangan-jangan, sekarang aku sedang berada di Jerman? Batinnya.


"Sobat, kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu sekarang?" Dokter Raymond bertanya, sambil mulai memeriksa keadaan Kaaran kembali. Dia merasa cukup senang saat melihat pasien sekaligus sahabatnya itu sudah kembali membuka mata.


Setelah selesai memeriksa keadaan sahabatnya, dokter Raymond pun lalu duduk di samping Kaaran. Dia ingin mengajak Kaaran berbicara sebentar sebelum akhirnya dia pindah ke ruangan pasien lain.


"Apa yang kamu rasakan sekarang? Apa kamu merasa ada anggota tubuhmu yang sakit?" tanya dokter Raymond.


Ray, tolong aku Ray. Aku sama sekali tidak bisa bergerak. Aku juga tidak dapat berbicara. Sepertinya sekarang aku sedang lumpuh Ray. Tolong aku Ray, tolong sembuhkan aku. Kaaran hanya bisa memohon pertolongan dokter Raymond dalam hati.


Dokter Raymond merasa ada sesuatu yang aneh pada Kaaran. Kenapa Kaaran tidak merespon saat aku mengajak dia berbicara? Apa jangan-jangan, terjadi sesuatu padanya?

__ADS_1


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2