
"Sepertinya apa?" tanyaku penasaran. Aku menatap Roy dan William secara bergantian dengan penuh tanya.
"Sepertinya Morgan tidak akan mendapatkan waktu istirahat yang cukup, Tuan. Karena sepertinya musuh punya stok kekuatan yang terlalu banyak untuk menyerang. Saat Morgan meninggalkan laptopnya untuk beristirahat, beberapa saat kemudian, kita pasti akan kewalahan untuk menghadapi serangan musuh." Kali ini William yang memberanikan diri untuk menjawab.
Mendengar jawaban mereka, aku merasa sangat prihatin. Ini sangat tidak baik untuk Morgan, apalagi perusahaan. Jika Morgan kurang istirahat, cepat atau lambat, dia pasti akan jatuh sakit, dan imbasnya perusahaanku akan hancur. Morgan bukan robot yang harus bekerja terus menerus non-stop tanpa makan, tidur, dan beristirahat.
"Apa kalian berdua punya solusi untuk masalah ini? Kita bertiga jelas tidak bisa menghadapi serangan musuh sama seperti Morgan. Yang kita bisa hanya membantunya sedikit." Aku sadar, aku, Roy, dan juga William, pengetahuan kami tentang IT jelas jauh di bawah Morgan.
"Sepertinya kita harus mencari beberapa orang lagi yang memang benar-benar ahli di bidangnya, Tuan," jawab William.
"Iya, betul. Saya setuju dengan ucapan William, Tuan. Karena kita tidak tahu mau sampai kapan musuh akan terus menyerang," tambah Roy.
Aku terdiam sejenak setelah mendengar ucapan mereka berdua. Yang mereka katakan memang sangat benar. Kita tidak tahu mau sampai kapan orang-orang bayaran Johan akan terus menyerang kami.
__ADS_1
"Musuh baru akan berhenti menyerang setelah saya berhasil membuat pertahanan keamanan data tingkat tinggi yang tidak bisa diretas oleh siapa pun, Tuan," celetuk Morgan tiba-tiba. Matanya masih fokus menatap pada layar.
"Bagaimana kamu bisa melakukannya?" Aku bertanya pada Morgan seraya berjalan menghampirinya.
"Saat ini sedang saya usahakan Tuan, tapi sepertinya tidak mudah," jawabnya. "Kalau saya perhatikan, pihak musuh tidak begitu peduli kita sudah menghapus data perusahaan miliknya. Sepertinya dia lebih fokus melakukan penyerangan pada kita."
"Saya tahu jawabannya Tuan, jika perusahaan tuan Johan hancur, tapi dia berhasil mencuri data-data penting milik Galaxy Group, tentu saja dia tidak akan rugi karena perusahaan tuan Johan tidak ada apa-apanya jika harus dibandingkan dengan perusahaan Anda. Perusahaan tuan Johan hanya sebesar perusahaan dengan cabang terkecil milik Anda," kata Roy.
"Kalian benar. Sepertinya memang seperti itu. Dengan mencuri data perusahaanku, mereka bisa membangun sebuah perusahaan yang lebih besar lagi," ucapku, lalu kemudian beralih bertanya pada Morgan. "Morgan, apa kamu punya teman atau pun kenalan yang sama hebatnya dengan kamu? Aku tidak ingin kamu terus-terusan duduk di situ tanpa istirahat, makan, dan tidur."
"Ada, Tuan. Saya punya senior yang sangat hebat. Kehebatannya berada jauh di atas saya, namanya Master Li, tapi ...."
"Tapi kenapa Morgan?"
__ADS_1
"Mm ... Master Li ini sangat sulit untuk ditemui, Tuan. Kalau pun kita berhasil menemuinya, belum tentu dia mau membantu kita."
"Kenapa begitu? Kalau si Master Li itu mau, aku bisa membayarnya dengan bayaran yang sangat tinggi."
"Bukan seperti itu, Tuan. Masalahnya bukan seberapa banyak bayaran yang akan Anda berikan, tapi senior saya itu konon katanya sudah tidak ingin lagi melakukan pekerjaan ini karena dia pernah mengalami trauma. Keluarganya habis dibantai karena dia pernah membantu seorang pengusaha untuk menghancurkan perusahaan saingannya."
Aku terdiam sejenak, lalu kemudian berkata, "Apakah tidak ada lagi yang lain yang bisa kita minta bantuan?"
B e r s a m b u n g ...
...____________________________________________...
...Maaf ya guys, akhir-akhir ini aku up nya sedikit-sedikit🙏...
__ADS_1