RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 99


__ADS_3

...Kita skip aja ya guys bab-bab perkembangan kesehatan Kaaran. Soalnya novel ini juga udah cukup lama tapi sampai sekarang belum tamat juga😅. Oh iya, rencananya aku mau namatin novel ini sebelum akhir bulan. Semoga saja bisa sesuai dengan rencana ya😄...


...Happy reading teman-teman🤗...


...___________________________________________...


Beberapa minggu kemudian.


Hari demi hari Kaaran lalui untuk mendapatkan kembali kesembuhannya. Penyakit yang dia derita membuatnya seperti bayi yang harus melalui semuanya dari awal lagi. Mulai dari belajar menggerakkan anggota tubuhnya, belajar berjalan kembali, hingga belajar bicara. Dan kini kondisinya sudah pulih 95 persen. Profesor Adhulpus menyarankan agar dia menunggu 1 minggu lagi jika dia ingin pulang ke tanah air untuk menemui istri dan anak-anak tercintanya.


"Aku sudah 3 bulan meninggalkan Rania, Ray. Apa kita tidak bisa membujuk profesor Adhulpus untuk mengijinkanku pulang lebih cepat?" Kaaran bertanya pada dokter Raymond. Sejujurnya dia sudah sangat merindukan Rania beserta anak kembar mereka. Waktu 3 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Dia juga tahu jika hingga saat ini Rania masih sangat marah padanya.

__ADS_1


"Bersabarlah Sobat, semua ini demi kebaikan kamu sendiri. Di sana Rania tidak akan lari, jadi kamu tidak perlu khawatir," kata dokter Raymond.


"Bukan masalah lari atau tidaknya, Ray, tapi kamu tahu sendiri 'kan kalau aku-"


"Sangat mencintai istrimu?" sela dokter Raymond. Dia langsung memotong ucapan Kaaran.


Kaaran terdiam, lalu menghembuskan napasnya dengan kasar. Diamnya membenarkan ucapan sahabatnya.


Kaaran kembali menghembuskan napasnya dengan kasar. Rindu pada sang istri dan juga anak-anaknya sudah menggunung. Harus menunggu selama 1 minggu lagi rasanya seperti dia harus menunggu selama 7 tahun.


"Bisakah kamu menghubungi suster Ria sekarang juga, Roy. Aku ingin melihat Zoe dan Zack." Disaat seperti ini yang bisa mengobati kerinduan Kaaran pada kedua anaknya hanyalah dengan melakukan panggilan video. Sedangkan jika dia ingin melihat Rania, dia hanya bisa melihat istri tercintanya itu lewat rekaman CCTV. Sudah 2 bulan lebih lamanya Kaaran tidak pernah lagi berbicara dengan istrinya. Rania tidak memberikan dirinya kesempatan untuk meminta maaf karena Rania tidak pernah lagi mengaktifkan ponselnya hingga detik ini, sehingga dia tidak bisa dihubungi oleh siapa pun.

__ADS_1


"Baik, Tuan," jawab Roy. Seperti biasa, sebelum dia menghubungi gadis idamannya, dia terlebih dahulu merapikan rambutnya.


"Ck, kelamaan Roy. Sini ponselmu." Kaaran berdecak kesal melihat Roy yang selalu kebanyakan gaya jika disuruh menghubungi suster Ria.


"Tu-Tuan- yah ...."


Dalam sekejap ponsel Roy langsung disambar oleh Kaaran.


Maaf tuan, bukannya saya mau menyumpahi, tapi sepertinya lebih menyenangkan kalau anda tidak bisa melakukan apa-apa seperti kemarin-kemarin. Roy membatin saking kesalnya dengan sikap Kaaran yang seenaknya.


Astaga, apa yang sudah aku katakan? Kalau tuan Kaaran sakit, 'kan aku juga yang repot. Batinnya lagi.

__ADS_1


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2