
"Halo," ucap Roy.
"Halo Tuan Roy. Sekarang ini Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil sedang tidur, Tuan. Apakah Tuan Kaaran ingin melihat mereka?" tanya suster Ria.
"Mm ya, tentu saja," jawab Roy.
Kenapa suster Ria tidak menampakkan wajahnya? Padahal aku ingin sekali melihatnya. Roy bergumam dalam hati, lalu mengarahkan layar ponselnya ke depan wajah Kaaran.
Meski pun masih belum bisa berbicara kembali, akan tetapi Kaaran sudah bisa tersenyum saat melihat wajah lucu kedua malaikat kecilnya.
Maafkan Daddy, Nak, karena hingga saat ini Daddy masih belum bisa kembali untuk menemui kalian. Tapi percayalah Nak, Daddy sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua beserta mommy kalian. Daddy berjanji, Daddy akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa cepat sembuh dan pulih agar Daddy bisa kembali untuk menemui kalian bertiga. Daddy juga berjanji bahwa setelah Daddy kembali, Daddy tidak akan pergi lagi. Daddy akan terus berada di samping kalian bertiga sepanjang waktu. Batin Kaaran.
Puas menatap putra dan putrinya yang terlelap selama beberapa menit di layar ponsel Roy, Kaaran pun memberi isyarat kepada Roy untuk mengalihkan ponsel dari hadapan wajahnya. Roy yang bisa mengerti maksud tuannya pun dengan senang hati melakukannya. Sekarang sudah tiba giliran dia yang melakukan pendekatan dengan sang pujaan hati.
Sebelum mulai mengajak suster Ria mengobrol, Roy sedikit menjauh dari ran*jang perawatan Kaaran. Selain tidak ingin diganggu, Roy juga tidak ingin mengganggu Kaaran yang sedang ingin beristirahat.
__ADS_1
"Sudah cukup Suster Ria, biarkan Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil tertidur." Roy berkata setelah menemukan tempat duduk yang aman dan nyaman, bebas dari gangguan.
"Baiklah kalau begitu Tuan Roy, panggilannya saya akhiri dulu. Selamat sore," kata suster Ria.
"Eh, eh, eh. Kenapa terburu-buru?" kata Roy. Dia benar-benar tidak rela babysitter idamannya itu mengakhiri sambungan telepon mereka begitu saja. Padahal, dia sangat ingin mengajak suster Ria untuk mengobrol sambil saling menatap di layar ponsel.
"Ada apa, Tuan? Apa tuan Kaaran masih ingin melihat si kembar?" Suster Ria berkata dengan polosnya.
Ck, kenapa dia sangat tidak peka sih? Roy berdecak dalam hati.
"Tidak. Mm, Suster Ria."
"Apa pekerjaanmu sebagai pengasuh Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil begitu sulit?" tanya Roy.
"Tidak juga, Tuan. Memangnya kenapa?" Suster Ria balik bertanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Hanya saja sekarang aku lihat kamu sudah berubah jadi tembok," ucap Roy.
Sedari tadi dia ingin melihat wajah manis suster Ria, akan tetapi yang direkam oleh kamera suster Ria hanyalah dinding tembok kamar si kembar yang dihiasi dengan wallpaper bulan dan bintang.
Suster Ria tertawa. Dia langsung mengerti maksud dari ucapan Roy.
"Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja," ucapnya, sambil memutar kamera ponselnya hingga menampakkan pemandangan yang sangat ingin dilihat oleh asisten Roy sejak tadi.
Suasana pun mencair saat Roy sering melontarkan kalimat yang membuat gadis idamannya itu tertawa.
Kaaran yang berpura-pura tertidur jadi ikut tersenyum sendiri saat mendengar asistennya itu terus menggombali babysitter anaknya.
Pantas saja Roy sangat menginginkan gadis itu untuk menjadi salah satu pengasuh si kembar. Bahkan dia berani menanggung konsekuensi jika seandainya gadis itu berani berbuat macam-macam. Ternyata di balik semua itu ada maksud yang tersembunyi. Roy ... Roy. Dasar kamu ya.
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
..._________________________________________...
...3 Bab cukup ya. Maaf karena akhir-akhir ini slow update🤧 Setelah sembuh aku fokus ngerjain tugas dari Editor NT🙏🏼...