RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 52


__ADS_3

Kevin Alexander, anak angkat terakhir yang merupakan anak angkat kesayangan dad Robin. Hingga detik ini, Kevin tidak dibiarkan lepas dari sisi dad Robin. Tidak tahu kenapa, hanya dad Robin saja yang tahu alasannya. Juga Kevin satu-satunya anak angkat yang memakai nama dad Robin di belakang namanya, yaitu nama Alexander.


Ada yang mengatakan bahwa sebenarnya Kevin bukanlah anak angkat dad Robin seperti aku, Johan, Bara, dan Richard, melainkan dia adalah anak kandung dad Robin sendiri. Apalagi jika dilihat sekilas, wajah mereka juga memiliki kemiripan. Akan tetapi, dad Robin marah jika ada yang membahas mengenai hal tersebut.


Kita sudahi pembahasan tentang Kevin. Saat ini dengan perasaan marah dan geram, aku berjalan menghampiri istriku yang tengah diganggu oleh si bungsu.


"Roy, cepat datang kemari," titahku pada asistenku melalui telepon.


Sepertinya aku sudah melakukan kesalahan besar karena membawa istriku kemari. Aku sangat menyesali hal itu dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Tunggu dulu Gadis Manis. Jangan sok jual mahal padaku. Apa kamu tidak tahu siapa aku?" Kevin berkata sambil mencekal pergelangan tangan istriku.


"Maaf, Tuan. Saya tidak peduli siapa pun Anda. Tolong biarkan saya pergi, saya sama sekali tidak tertarik dengan tawaran yang Anda berikan," ucap istriku, sambil berusaha melepaskan tangannya yang dicekal oleh si Kevin si*alan.


"Heh, dengar gadis ja*lang. Asal kamu tahu, setelah kamu menghabiskan malam ini berdua dengannya, dia pasti akan langsung membuang dan mencampakkanmu. Jadi apa susahnya kamu datang kepadaku setelah dia tidak menginginkanmu lagi, hah? Berhentilah sok jual mahal padaku. Masih mending ada pria seperti aku yang berbaik hati ingin memungut wanita sisa sepertimu."

__ADS_1


Mendengar ucapan Kevin, rasanya aku ingin merobek-robek mulut busuknya itu. Berani sekali dia menghina wanitaku seperti itu.


"Lepaskan tangannya! Jangan pernah berani-berani menyentuh wanitaku!" Aku berkata sambil menatap Kevin dengan tatapan yang sangat tajam.


"Lepaskan!" Istriku menghempaskan tangannya lalu berlari ke arahku.


"Kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanyaku, aku langsung merangkul bahu wanitaku untuk memberinya perlindungan.


"Aku tidak apa-apa," jawabnya.


"Sayang, sebaiknya kamu kembali saja ke mobil dan tunggu aku di sana." Aku berkata sambil berbisik di dekat telinganya.


Sebelum si anak si*alan itu bicara kemana-mana, lebih baik istriku segera pergi dari tempat ini. Aku belum siap jika istriku sampai mengetahui identitasku yang sebenarnya.


"Nona, mari ikut saya," ucap Roy yang tiba-tiba saja muncul.

__ADS_1


Huft. Aku merasa sangat lega karena Roy datang diwaktu yang sangat tepat.


Setelah istriku ikut bersama Roy untuk kembali ke mobil, aku pun mengajak si bungsu menyebalkan ini untuk pergi ke tempat yang sepi. Aku ingin bicara berdua saja dengannya tanpa dilihat oleh dad Robin.


Begitu kami sampai di tempat sepi, tiba-tiba saja Kevin bertanya padaku, "Kakak kedua, kenapa kamu mengajakku ke sini?"


Dengan gerakan cepat aku langsung memutar badan dan mencengkeram kerah kemeja Kevin.


"Jangan pikir karena kamu anak kesayangan dad Robin, kamu bisa berbuat seenaknya." Aku berkata sambil mendorong tubuhnya hingga bersandar pada dinding tembok.


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...


...Tenang pemirsah🤭 Bab berikutnya akan menyusul kok😁...

__ADS_1


__ADS_2