
Setengah jam kemudian. Rania akhirnya sudah tampil cantik dengan gaun malam seksye dengan belahan tinggi hingga sampai paha, serta polesan make up flawless yang membuatnya terlihat semakin cantik. Sampai-sampai Kaaran menatap istrinya dengan tatapan puas dan penuh kekaguman. Memang ini hasil yang dia mau, pikirnya. Tanpa mengulur-ulur waktu lagi, Kaaran pun langsung mengajak istrinya untuk segera berangkat.
Saat dalam perjalanan Rania lebih banyak diam. Sekali pun dia tidak pernah membuka suara untuk mengajak Kaaran berbicara. Bahkan saat diajak berbicara oleh Kaaran pun Rania lebih memilih untuk diam.
"Sayang, apa kamu marah padaku?" tanya Kaaran, dan Rania masih saja tidak menggubris ucapannya.
Sayang, aku tahu kamu kesal karena aku memaksamu untuk ikut ke pesta itu, tapi ketahuilah, dibalik semua ini, aku punya kejutan yang luar biasa untukmu. Batin Kaaran.
.
.
__ADS_1
Kurang lebih setengah jam mobil mereka melaju meninggalkan villa, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan, yaitu salah satu hotel bintang 5 di pusat kota.
Sebelum turun dari mobil, Kaaran kembali mengajak Rania berbicara. Dia sadar jika istrinya itu sudah cemberut disepanjang perjalanan.
"Sayang, berhentilah cemberut. Kamu membuatku gemas kalau kamu seperti itu terus." Kaaran tertawa kecil setelah mengucapkannya, tapi sayangnya Rania masih enggan untuk berbicara dengannya. Sepertinya Rania sangat kesal bukan main pada Kaaran.
Cup. Tiba-tiba saja Kaaran mencium bibir istrinya sekilas. "Berhentilah cemberut Sayang, nanti cantikmu ini luntur."
"Tidak lucu," ketus Rania tapi Kaaran malah kembali tertawa.
Tidak berselang lama kemudian Roy membukakan pintu mobil untuk mereka. Sepertinya CEO baru Galaxy Group itu sangat menyukai profesi lamanya. Buktinya dia tetap meluangkan waktu untuk mengantar tuannya malam ini meski pun sebenarnya dia sangat sibuk dengan jabatan barunya di perusahaan.
__ADS_1
Setelah turun dari mobil, Kaaran dan Rania pun berjalan bergandengan memasuki gedung hotel. Tidak jauh dari pintu masuk ballroom hotel, terlihat si pemilik pesta segera menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah.
"Selamat datang Tuan Kaaran dan Nona Rania. Terima kasih karena Anda sudah menyempatkan diri untuk menghadiri pesta ini," ucap Zidan sambil tersenyum.
"Terima kasih, Kakak Ipar," balas Kaaran dengan penuh penekanan pada kata 'Kakak Ipar'.
Sementara itu, Rania masih tetap saja terdiam. Melihat wajah Zidan saja sudah membuatnya malas, apalagi jika harus berbicara dengan penipu dan pembohong besar seperti dia.
Selama lebih dari 10 menit Rania berdiri menemani Kaaran mengobrol dengan Zidan. Kaaran bisa melihat bahwa istrinya itu sudah sangat bosan berada di sana. Apalagi yang Zidan bahas hanyalah mengenai pengajuan kerjasamanya dengan Galaxy Group. Sepertinya Zidan secara tidak langsung sedang membujuk Kaaran agar Kaaran menyuruh Roy untuk segera meng-ACC pengajuan kerjasamanya.
"Daddy, aku mau pergi ke toilet sebentar," pamit Rania. Baginya, daripada mendengar ucapan Zidan, lebih baik dia menghabiskan waktu dengan duduk di atas closet sambil menunggu pestanya selesai.
__ADS_1
"Iya, Sayang. Jangan lama-lama, ya?" pesan Kaaran.
B e r s a m b u n g ...