RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 56


__ADS_3

"Sudah Sayang, jangan menangis." Aku masih terus berusaha membujuk istriku.


"Dad, kamu itu tidak mengerti bagaimana perasaan aku. Aku bosan di rumah terus Dad, aku bosan," ucapnya, sambil menangis sesenggukan.


"Aku benar-benar minta maaf Sayang, aku minta maaf." Aku berkata sambil melepaskan pelukanku pada istriku. Kedua tanganku sekarang beralih memegang kedua bahunya, lalu menatap wajahnya dengan lekat.


"Sayang, dengarkan aku," ucapku. Kedua tanganku sekarang sudah beralih menangkup kedua pipinya.


"Asal kamu tahu, aku melakukan semua ini semata-mata karena aku ingin melindungi kamu. Aku ingin melindungi kamu dari kejahatan musuh-musuhku, Sayang. Aku mohon mengertilah."


"Dan perlu kamu ingat, bukan hanya kamu saja yang ingin aku lindungi, tapi masih ada dua lagi malaikat kecil di dalam sini yang perlu kita jaga bersama," ucapku lagi sembari mengusap perut buncitnya dengan lembut.


Setelah istriku sudah lebih tenang dan dia berhasil aku bujuk, dia pun akhirnya menurut untuk turun ke lantai bawah memilih barang-barang yang dia suka. Setelah puas memilih banyak sekali pakaian, istriku pun kemudian melakukan perawatan salon dan spa yang juga sudah tersedia di dalam villa.

__ADS_1


.


.


Keesokan harinya.


Gedung Galaxy Group.


Aku duduk termenung di dalam ruanganku, memikirkan hal-hal yang membebani pikiranku sejak kemarin.


"Ah, Roy. Kamu sudah datang?" ucapku, sambil memperbaiki posisi dudukku.


"Iya, Tuan. Ada apa Anda memanggil saya secepat ini? Apakah ada rencana perubahan untuk proyek yang akan segera kita tangani?" tanya Roy.

__ADS_1


"Tidak Roy, ini tidak ada kaitannya dengan pekerjaan," jawabku, dan Roy malah menatapku kebingungan. Roy pasti heran dengan sikapku hari ini yang sepertinya kurang profesional dalam bekerja.


"Roy, aku tahu, kamu satu-satunya orang yang bisa mengerti dan memahami perasaanku. Mungkin penyebabnya karena kita sudah bertahun-tahun bersama, jadi kamu bisa memahamiku lebih baik dari siapa pun."


"Apa ini ada kaitannya dengan rumah tangga Anda Tuan? Apa Anda sedang ada masalah dengan nona Rania?" tanyanya. Dia pasti bisa membaca raut kekhawatiran di wajahku.


Sejenak aku terdiam untuk memikirkan jawaban untuk menjawab pertanyaan Roy. "Mm ... aku tidak tahu harus menjawab apa Roy. Aku ingin menjawab 'ya' tapi tidak juga, aku ingin menjawab 'tidak' tapi ... ah entahlah. Aku bingung harus menjawab apa. Intinya, hubunganku dengan Rania baik-baik saja, hanya saja yang membebani pikiranku saat ini adalah, bagaimana cara agar aku membahagiakan istriku? Aku ingin memberinya kebebasan tapi aku sangat takut terjadi hal-hal yang buruk padanya. Aku ingin terus mengurungnya di dalam villa tapi dia sudah mulai mengeluh akan hal itu. Saat ini aku sedang dilanda kebingungan Roy, apa yang harus aku lakukan? Apakah demi membahagiakan istriku, aku harus meninggalkan duniaku sebagai seorang mafia?"


"Roy, apakah kamu punya solusi untuk masalah yang sedang aku hadapi saat ini?" Aku bertanya pada Roy seolah-olah dia adalah seorang konsultan yang bisa memberikan solusi untuk setiap masalah yang sedang aku hadapi saat ini.


"Maaf Tuan, saya juga tidak tahu, apakah saran saya ini berguna atau tidak, akan tetapi saya hanya bisa menyarankan bahwa, jika nona Rania begitu menginginkan kebebasan, maka mungkin ada baiknya jika Anda dan nona Rania memulai sebuah kehidupan baru di tempat yang sangat aman. Misalnya ... kalian memulai kehidupan baru yang layak di sebuah pulau kecil."


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


...___________________________________________...


Hai Guys maaf ya, hari ini cuma bisa 1 bab aja🙏 Soalnya aku sudah sibuk banget nih. Maaf juga nulisnya buru² gak tau gimana hasilnya, belum sempat baca ulang.


__ADS_2