
"Nia, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memperlakukan Nak Kaaran seperti itu? Hentikan Rania, dia bisa tersedak makanan." Ibu berkata seraya menegur putrinya.
"Tidak apa-apa, Bu. Dia memang sangat suka makan perkedel jagung, apalagi kalau aku yang menyuapi," ucapnya.
"Iya 'kan, Sayang?" Kali ini wanitaku beralih bertanya padaku.
Sementara itu, aku hanya manggut-manggut saja menjawab pertanyaannya. Hatiku terlampau senang. Dia menyuapiku makanan lalu memanggilku dengan sebutan sayang. Hati siapa yang tidak senang jika berada di posisiku?
Tapi ... sepertinya ada yang aneh. Semakin aku mengunyah makanan yang ada di dalam mulutku, rasanya aku semakin ingin memuntahkannya.
"Bo-leh ak-"
"Lagi Sayang, aa ... aa."
Baru saja aku ingin meminta ijin ke toilet, tiba-tiba saja Rania kembali memasukkan sepotong makanan ke dalam mulutku. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres, Rania menyuapiku lalu memanggilku dengan panggilan sayang bukan karena dia perhatian padaku. Akan tetapi ... dia seperti ingin mengerjaiku. Dan sepertinya, dia ingin membungkam mulutku dengan makanan agar aku tidak membongkar rahasia kehamilannya pada ibu.
"Lagi, aa."
__ADS_1
Untuk yang ketiga kalinya dia ingin memasukkan makanan ke dalam mulutku. Padahal belum sepotong pun makanan yang aku telan. Sepertinya saat ini wanitaku benar-benar sedang mengerjaiku. Dia seperti sedang balas dendam padaku. Mumpung aku tidak bisa marah karena ibu ada di sini bersama kami.
"To-long, a-ku su-dah ti-dak sang-gup la-gi." Aku berkata seraya menutupi mulutku dengan tangan, menolak makanan suapan ketiga darinya, juga untuk mencegah agar makanan tidak menyembur keluar dari mulutku.
Dengan gerakan cepat, tanganku menarik beberapa lembar tissu dari kotaknya. Aku ingin segera mengeluarkan semua makanan ini dari dalam mulutku.
"Di mana toiletnya? Sepertinya aku ingin segera muntah," tanyaku. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.
"Di sana." Ibu berkata seraya menunjuk ke arah belakang. "Bi Lastri, tolong antar dia sampai di depan toilet," titahnya kepada asisten rumah tangganya tersebut.
"Baik, Nyonya." Dengan cepat wanita paruh baya itu berjalan mendahuluiku, aku pun kemudian mengikutinya dari belakang.
"Ini dia toiletnya, Tuan. Silahkan masuk." Bi Lastri berkata seraya membukakan pintu toilet untukku. Dengan cepat aku berlari masuk ke dalam sana untuk memuntahkan isi perutku.
Uwek ... uwek ....
Lagi-lagi yang keluar hanya air. Ini pasti gara-gara aku tidak pernah makan apa-apa lagi setelah memakan makanan pemberian Raymond waktu itu. Untungnya aku rajin minum air putih, jika tidak, aku pasti sudah dehidrasi.
__ADS_1
Saat aku masih tengah muntah, ternyata wanitaku menyusulku kemari.
"Kamu ... kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanyanya, seraya berjalan mendekat ke arahku.
Aku tidak menjawab, malah sibuk mengeluarkan isi perutku. Tapi tiba-tiba saja aku merasa sebuah tangan menyentuh tengkukku, lalu memijatnya. Aku tersenyum dalam hati. Rupanya, dia sudah mulai perhatian padaku. Apa jangan-jangan kepalanya habis terbentur? Hanya dalam waktu kurang dari dua jam saja, dia jadi banyak berubah. Aku benar-benar bingung, apa sebenarnya yang sudah terjadi padanya.
"Aku sedang tidak baik-baik saja." Aku berkata setelah aku selesai berkumur-kumur dengan air bersih dan membersihkan mulutku dari sisa muntah.
"Mm ... aku minta maaf soal yang tadi. Apa kamu mau aku panggilkan dokter?" tanyanya, terlihat sedikit gugup.
"Tidak perlu, karena obat untuk menyembuhkanku tidak dimiliki oleh dokter." Aku menatapnya sambil tersenyum smirk. Sepertinya gadis nakal ini harus diberi pelajaran. Aku memang sudah sangat merindukannya.
B e r s a m b u n g ...
..._________________________________________...
Hai guys! Aku liat banyak pembaca baru di sini, dan beberapa di antaranya belum pernah mampir di novel 'One Night Love Devil' (Pov Rania/Cerita dari sudut pandang Rania ke Kaaran). Sembari menunggu novel ini up, kalian bisa mampir dulu ke sana😉 Ceritanya tentu saja saling berkaitan ya, atau dengan kata lain, jika kalian ingin membaca kisah Kaaran dan Rania versi lengkapnya, wajib banget membaca keduanya🤭 Ini dia nih novelnya👇 Don't worry, novelnya udah tamat kok guys😁
__ADS_1