
Saat aku sedang bersiap-siap, aku tiba-tiba tersadar bahwa aku melupakan sesuatu.
"Astaga." Aku menepuk jidatku sendiri. Hampir saja aku melewatkan sesuatu yang begitu penting.
Aku lalu mengeluarkan kembali ponselku lalu menghubungi ibu mertuaku. Sebelum aku pergi, aku harus memastikan bahwa di sini ada yang bisa menemani dan menghibur istriku. Itu karena aku sendiri pun tidak tahu kapan aku akan pulang.
"Halo, Bu" Aku berkata saat ibu mertuaku sudah menjawab panggilan teleponku.
"Iya Nak Kaaran. Apa terjadi sesuatu sama Nia? Kenapa kamu menelepon Ibu pagi-pagi begini?" tanya ibu mertuaku.
"Rania baik-baik saja kok, Bu. Tidak terjadi apa-apa padanya dan kandungannya. Hanya saja saya ingin meminta bantuan Ibu," jawabku.
"Minta bantuan apa Nak Kaaran?" tanyanya lagi.
"Saya ingin meminta bantuan pada Ibu dan Rina, tolong jaga Rania saat saya sedang pergi ke luar negeri untuk keperluan bisnis, Bu. Apa Ibu tidak keberatan membantu saya?" ucapku.
__ADS_1
"Kamu ini bicara apa Nak Kaaran? Tentu saja kami tidak keberatan. Rania itu anak Ibu, mana mungkin Ibu keberatan jika disuruh untuk menemaninya."
"Terima kasih banyak, Bu. Kalau begitu sebentar lagi orang saya akan datang menjemput Ibu dan Rina."
Begitu sambungan teleponku dengan Ibu mertuaku berakhir, aku pun kembali bersiap-siap.
.
.
Setelah Roy datang, aku dan dia pun segera turun ke ruang rahasia bawah tanah yang berada tepat di bawah bangunan villa. Sementara William sudah terlebih dahulu sampai di sana untuk memberikan arahan pada anak buahnya. Disitu William juga mulai memilih dan memilah siapa saja anak buahnya yang akan dia tugaskan untuk berjaga di sekitar villa dan siapa yang akan ikut bersama kami ke markas.
Karena sebelum berangkat nanti aku harus berpamitan pada istriku terlebih dahulu, jadi semua barang-barangku akan dimasukkan dulu ke dalam koper kemudian disimpan di dalam mobil. Itu agar nanti istriku tidak curiga kalau aku sebenarnya pergi bukan untuk keperluan bisnis, tapi untuk bertempur mempertaruhkan hidup dan mati.
.
__ADS_1
.
Setelah kembali dari ruang rahasia bawah tanah, aku lalu duduk di samping istriku untuk menungguinya terbangun. Entah akan seperti apa nanti reaksinya saat tahu bahwa aku akan pergi cukup lama, dan tidak tahu kapan aku akan kembali.
Dengan sangat terpaksa aku harus membohongi istriku mengatakan bahwa hari ini aku akan pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis yang sangat penting dan mendadak.
Untuk saat ini aku masih belum siap mengatakan pada Rania bahwa sebenarnya aku ini adalah seorang ketua mafia. Yang aku takutkan, istriku malah akan takut padaku dan membenciku karena aku sudah menyembunyikan fakta ini cukup lama. Bagaimana jika saat nanti aku pergi, dia malah kabur. Aku tidak sanggup membayangkan hal itu terjadi.
Ini saja aku sedang berjuang untuk memberikan kebebasan yang diimpi-impikan oleh istriku. Sebenarnya bukan hanya untuk istriku, tapi untuk anak-anak kami kelak.
Rencananya setelah nanti aku berhasil mengalahkan Johan, aku akan meninggalkan dunia hitam ini, lalu aku bersama keluarga kecilku akan memulai hidup baru di pulau. Untuk Mawar Biru sendiri nantinya akan aku serahkan untuk dipimpin sepenuhnya oleh William.
B e r s a m b u n g ...
...__________________________________________...
__ADS_1
...Halo kk² pembaca semuanya😁 Aku mau nanya nih, apa di sini masih ada yang belum mampir di novelnya Rania (Judul : One Night Love Devil) kalau masih ada yang belum mampir, kuy mampir sambil nungguin novel Babang Kaaran ini update. Yang di sana sudah tamat ya dan merupakan sekuel dari novel ini juga. Alurnya ceritanya sama, tapi dari sudut pandang yang berbeda. Untuk perbedaannya kalian akan tahu sendiri setelah membaca ceritanya....