RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 110


__ADS_3

Malam tiba.


Kaaran mengadakan pesta kecil-kecilan di taman belakang villa untuk merayakan jabatan terbaru Roy. Malam ini pesta itu hanya dimeriahkan oleh para penghuni villa saja, tidak ada orang luar yang ikut bergabung. Sementara itu di lain tempat, William juga merayakan pesta yang sama bersama seluruh anak buahnya.


Malam ini si kembar tidur lebih cepat, jadi Rania memutuskan untuk menjaga kedua anaknya seorang diri. Sementara kedua babysitter diizinkan untuk bergabung bersama yang lain untuk merayakan pesta kecil-kecilan di taman belakang.


Semua orang bersulang mengucapkan selamat pada Roy, hingga jarum jam hampir menunjuk pukul 9 malam, mereka semua sangat menikmati pesta malam ini.


"Semuanya, saya mohon ijin untuk kembali ke kamar lebih dulu. Saya ingin membawakan sedikit makanan untuk mommy-nya anak-anak," pamit Kaaran pada semua yang ada di sana.


.


Sesampainya di dalam kamar anaknya, Kaaran sudah mendapati Rania tertidur, dia pun lalu membangunkan Rania dengan sangat pelan, takut mengganggu tidur kedua anaknya.


"Sayang, bangun Sayang. Aku membawakan sedikit makanan untukmu," bisik Kaaran.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama Rania akhirnya terjaga dari tidurnya. Dia bangun dan menatap makanan yang dibawakan oleh Kaaran. Makanan itu ada di atas meja.


"Sayang, makanlah, selagi dagingnya masih hangat. Karena nanti kalau sudah dingin, rasanya pasti sudah tidak enak lagi." Kaaran berkata sambil memberikan piring yang dia pada Rania.


Rania menerima makanan pemberian Kaaran tanpa berkata sepatah kata pun. Seperti biasa, dia tidak akan menolak makanan apa pun yang diberikan oleh Kaaran untuknya, akan tetapi dia tetap tidak mau berbicara dengan suaminya itu apalagi sampai mau memaafkan kesalahannya.


Kaaran tersenyum saat menyaksikan istrinya makan dengan lahap. Setelah piring Rania kosong, dia pun segera kembali ke taman belakang. Namun tidak disangka dia malah memergoki Roy sedang mengobrol berduaan dengan suster Ria.


Pergi ke mana yang lain? Kenapa hanya ada mereka berdua di sini? Apa mungkin mereka semua sudah kembali ke kamar mereka masing-masing?


Tapi ada bagusnya juga mereka ditinggal berdua di sini, mereka jadi bisa lebih dekat seperti sekarang ini. Batin Kaaran. Diam-diam dia berdiri di ambang pintu untuk mencoba menguping pembicaraan Roy dan Ria. Kaaran tahu jika sebenarnya mereka saling suka, hanya saja belum ada yang berani jujur untuk mengungkapkan perasaan masing-masing lebih dulu.


"Selamat Tuan Roy atas jabatan baru Anda." Suster Ria berkata sembari mengeluarkan sebuah kotak hadiah berukuran kecil dari dalam saku seragamnya lalu memberikannya pada Roy.


"Apa ini?" tanya Roy. Dia berkata sambil menerima hadiah pemberian gadis idamannya tersebut.

__ADS_1


"Hanya hadiah kecil, Tuan. Saya tadi membelinya saat keluar dengan terburu-buru dan asal-asalan. Tidak tahu apakah Anda menyukainya atau tidak."


"Tentu saja aku akan sangat menyukainya apa pun isinya," kata Roy, tersenyum.


Suster Ria ikut tersenyum. "Mm ... kalau begitu saya masuk ke dalam kamar dulu Tuan, takutnya nona Rania mencari saya. Apalagi suster Lili sudah masuk lebih dulu."


"Hem." Roy mengangguk. "Masuk dan istirahatlah."


"Baik Tuan."


Setelah suster Ria masuk lewat pintu samping, Roy yang sangat penasaran pun segera membuka kotak hadiahnya.


"Tidak ku sangka suster Ria ternyata memberikan hadiah yang begitu sensitif padamu, Roy." Tiba-tiba saja Kaaran muncul di belakang Roy.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


..._________________________________________...


...Novel ini sengaja ditandai TAMAT karena suatu alasan ya, tapi tenang saja karena ceritanya masih akan terus berlanjut kok....


__ADS_2