
"Memangnya kenapa, Dad?" tanyaku, bingung sekaligus penasaran.
"Jika kamu ingin mewujudkan mimpi indahmu itu, terlebih dahulu kamu harus menyingkirkan musuh-musuhmu hingga ke akar-akarnya."
"Maksud Daddy?" tanyaku, masih saja tetap kebingungan.
"Ketahuilah nak, jika kamu memilih untuk melepaskan semuanya, justru musuh-musuhmu akan lebih leluasa dan semakin mudah untuk menghancurkanmu. Justru musuhmu akan semakin merasa senang jika mengetahui hal ini," jawabnya.
Aku menelan ludahku dengan kasar mendengar ucapan dad Robin. Ku pikir dengan meninggalkan dunia itu, aku tidak akan lagi punya musuh, ternyata yang aku pikirkan itu sangat berlawanan dengan kenyataannya.
"Nak, jika kamu mencintai istri dan anak-anakmu, pikirkan dulu matang-matang akibatnya sebelum kamu mengambil kesimpulan," ucap dad Robin lagi.
Mendengar dad Robin menyebut kata 'istri dan anak-anakku', aku langsung mengangkat kepalaku dan menatap ke arah beliau. "Apa Daddy ... apa Daddy tidak marah padaku?"
Dad Robin tersenyum. "Untuk apa Daddy marah? Daddy justru banggamu, Nak. Meski pun kita seorang mafia, kita juga tetap harus menjadi pria sejati yang bertanggung jawab, dan melindungi orang-orang yang kita cintai."
Mendengar hal itu, rasanya bebanku terangkat sebagian. Aku merasa sangat lega karena sudah mendapatkan restu dari ayah angkatku. Sekarang yang membebani pikiranku saat ini adalah, tinggal bagaimana cara agar aku bisa membahagiakan wanita yang sangat aku cintai.
__ADS_1
.
.
Sepanjang perjalanan meninggalkan kediaman dad Robin, aku hanya bisa duduk termenung di dalam mobil.
"Ada apa, Tuan? Sedari tadi saya perhatikan, Anda lebih banyak diam. Apa tuan Robin mengatakan sesuatu pada Anda?" tanya Roy.
Aku menghembuskan napasku dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan Roy. "Entahlah Roy, setelah bertemu dengan dad Robin, aku malah semakin bingung."
"Intinya, dad Robin berkata, meninggalkan dunia mafia tidak semudah yang aku bayangkan. Justru musuh akan semakin leluasa menghancurkanku jika aku nekat untuk melepaskan semuanya," jawabku.
"Sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya Tuan, saya pun juga sepemikiran dengan tuan Robin. Menurut saya, boleh saja Anda melepaskan semuanya, tapi bukan sekarang, nanti saja, setelah semuanya sudah lebih aman. Apalagi posisi Anda saat ini memang sedang diincar oleh musuh terbesar Anda."
Aku kembali menghembuskan napasku dengan kasar mendengar ucapan Roy. "Yang kamu katakan sangat benar Roy. Sepertinya aku terlalu gegabah dalam mengambil keputusan."
Suasana kembali hening. Sepanjang perjalanan menuju villa aku hanya bisa termenung menatap ke arah luar jendela mobil. Sepertinya memberikan kebahagiaan yang diimpi-impikan oleh istriku tidak semudah yang aku bayangkan. Nyatanya harta yang aku punya tidak mampu untuk membeli kebahagiaan itu.
__ADS_1
.
.
Sesampainya di villa, aku langsung naik ke kamar untuk menemui wanitaku. Begitu aku masuk ke dalam kamar, ku lihat istri tercintaku sedang terlelap. Sebelum naik ke atas tempat tidur dan ikut membaringkan tubuhku di sampingnya, terlebih dahulu aku masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah semuanya selesai, barulah aku membaringkan tubuhku tepat di samping istriku.
Aku membelai pipinya dengan lembut, seraya menatap wajah terlelapnya dengan lekat. Mata istriku terlihat sembab, aku yakin, dia pasti habis menagis sebelum dia tertidur.
Maafkan aku sayang. Aku harap, kamu bisa bersabar hingga waktunya tiba. Aku berjanji, sesulit apa pun, aku pasti akan tetap berjuang untuk memberikan kebahagiaan seperti yang kamu impi-impikan selama ini. Batinku, sembari membawa istriku ke dalam pelukanku.
B e r s a m b u n g ...
...___________________________________________...
...Hai guys jumpa lagi😁 Maaf ya, aku baru sempat up sekarang🙏 Kemarin aku pikir sibuknya cuma sampai hari kamis, eh tau-taunya sampe hari jumat😅 Sibuknya tuh bukan sibuk yang bagaimana juga sih, cuma sibuk beres-beres rumah setelah acara selesai🤭 Dan kemarin, hari sabtu, sebenarnya aku udah free, tapi gak tau kenapa, aku gak ada mood buat nulis sama sekali, justru aku pengennya tuh jalan-jalan, cuci mata, dan belanja setelah sibuk banget beberapa hari kemarin (kok aku berasa udah kayak Rania ya wkwkwk🤣🤭). Dan memang terbukti sih, The Power of Jalan-Jalan, Cuci Mata, dan Belanja buat perempuan itu memang sangat ngaruh sih, buktinya sekarang aku udah gak ada beban🤣🤣😅...
...Udah ah, gak penting banget curhatannya🤧 Intinya, semoga sekarang dan kedepannya aku bisa punya banyak ide biar bisa crazy up.😄...
__ADS_1