
Beberapa hari kemudian
Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Kaaran dan Rania yang diselenggarakan dengan sangat mewah dan meriah di ball room hotel Galaxy. Sejak beberapa hari yang lalu hotel tersebut memang sudah dijaga dengan sangat ketat oleh para anak buah William, apalagi saat para penghuni villa sudah berada di sana untuk bermalam. Khusus lantai yang ditempati oleh Kaaran, Rania, si kembar beserta penghuni villa yang lainnya, penjagaan di sana dilakukan dengan ekstra ketat dimulai dari depan pintu lift hingga di depan pintu kamar mereka masing-masing, terutamanya di depan pintu kamar Kaaran dan Rania, beserta kamar Zoe dan Zack.
Pagi ini, saat Kaaran menunggu Rania selesai dirias, dia lebih memilih untuk menghabiskan waktunya dengan bermain bersama dengan kedua anak kembarnya. Sekarang ini sepasang anak kembar itu sudah sama-sama siap dengan jas dan gaun yang pas di tubuh mereka masing-masing, membuat mereka berdua terlihat semakin lucu dan menggemaskan saja.
"Sayang, Daddy pergi melihat mommy kalian dulu, ya? Apakah mommy kalian sudah siap atau belum. Daddy akan kembali lagi ke sini nanti sebelum kita sama-sama keluar ke tempat resepsi," kata Kaaran. Sebelum dia keluar, dia sempat mencium kedua anaknya.
Di kamar sebelah tempat Rania dirias, Kaaran mulai memasuki ruangan tersebut setelah salah satu penjaga membukakan pintu kamar untuknya.
"Sayang, apa kamu sudah siap?" tanyanya saat melihat Rania berdiri di depan cermin.
__ADS_1
"Sudah," jawab Rania, lalu berbalik menghadap ke arah Kaaran.
Melihat penampilan Rania yang sekarang, Kaaran dibuat begitu terpesona. Sekarang ini Rania terlihat sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin elegan berwarna putih. "Kamu cantik sekali, Sayang," katanya sambil terus berjalan mendekati istri tercintanya itu.
Rania tersenyum malu-malu mendengar pujian dari Kaaran. "Terima kasih, Dad. Oh iya, anak-anak mana?"
"Mereka masih ada di kamar sebelah. Ayo kita ke sana sekarang," ajak Kaaran. Dia menggandeng tangan Rania keluar dari kamar itu menuju kamar si kembar.
"Loh, loh, loh, anak Mommy kok pada mau tidur sih? Kenyang, ya? Jadi kalian berdua jadi mengantuk, begitu?" Rania mencium pipi kedua anaknya secara bergantian saat melihat mereka berdua menguap.
"Maaf Nona, Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil memang belum tidur semenjak mereka bangun tadi pagi," jelas suster Lili.
__ADS_1
"Oh, begitu ya Sus. Kalau begitu tolong tidurkan mereka dulu. Begitu mereka bangun nanti, tolong bawa mereka ke tempat resepsi," titah Rania.
"Baik, Nona," jawab suster Lili dan suster Ria secara bersamaan.
Sebelum keluar, Kaaran dan Rania sama-sama menggendong kedua anak mereka masing-masing, setelah itu mereka memberikannya pada suster untuk ditidurkan.
"Kalau begitu, ayo kita keluar sekarang juga Sayang, anak-anak biar nanti menyusul setelah mereka terbangun," ajak Kaaran. "Para tamu sudah menunggu kita di luar."
"Baik, Dad," jawab Rania.
Sebelum keduanya keluar menuju ball room hotel diiringi oleh orang-orang terdekat mereka, Kaaran sempat memperketat penjagaan di depan kamar kedua anaknya. Itu agar di sana lebih aman saat mereka tinggal.
__ADS_1
B e r s a m b u n g ...