RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 51


__ADS_3

"Sayang, ayo kita ucapkan selamat ulang tahun pada Tuan Wilson, beliau adalah bintang utamanya malam ini." Aku berkata pada istriku sambil menuntunnya menuju ke arah pria paruh baya tersebut.


"Selamat malam, Tuan Wilson. Selamat ulang tahun, semoga Anda panjang umur dan sehat selalu," ucapku sembari menjabat tangan dan memeluk tuan Wilson sejenak.


Tuan Wilson tertawa renyah, lalu berkata, "Terima kasih, terima kasih."


"Sama-sama, Tuan Wilson. Oh iya, saya punya hadiah kecil untuk Anda." Aku tersenyum ramah sembari menyerahkan sebuah kotak kado berukuran kecil padanya.


"Hahaha. Kaaran, tidak perlu repot-repot." Beliau berkata sambil menerima kado pemberianku, lalu meletakkannya bersama kado-kado lain yang sudah menumpuk di belakangnya.


Tuan Wilson ini merupakan sahabat baik ayah angkatku, dad Robin. Dulu, saat aku masih kecil, tuan Wilson juga selalu memperlakukanku dengan baik.


Saat aku dan tuan Wilson sedang mengobrol ringan, tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar menyapa kami dari arah belakang. "Permisi."


Aku dan tuan Wilson pun langsung menoleh, terlihat seorang pria paruh baya berperawakan tinggi besar berdiri di belakang kami. Meski pun dia sudah berumur, tapi dia masih nampak sangat bugar dan gagah.


"Dad, apa kabar?" tanyaku.

__ADS_1


Aku segera melepaskan tanganku yang sedari tadi menggenggam tangan istriku, lalu memeluk pria yang sudah membesarkanku tersebut.


"Seperti yang kamu lihat, kabar Daddy luar biasa," jawab dad Robin. Beliau menepuk-nepuk pundakku dengan pelan sebelum akhirnya kami saling melepaskan pelukan satu sama lain.


Kebetulan malam ini aku bertemu dengan dad Robin di sini, jadi aku ingin mengatakan sesuatu kepada beliau mengenai Johan, tapi terlebih dahulu aku harus meminta istriku untuk meninggalkan kami di sini. Aku tidak ingin istriku mendengar pembicaraan kami.


"Sayang, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Dad Robin, bisa tinggalkan kami sebentar? Tapi kamu jangan jauh-jauh, ya?" bisikku di dekat telinga wanita kesayanganku tersebut.


Istriku menurut. Dia pun segera berjalan meninggalkan kami menuju meja prasmanan. Seperti biasa, dia selalu merasa lapar ketika melihat makanan enak.


"Dad, tadi kakak pertama Johan kembali menghubungiku," ucapku.


Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya aku mengadukan Johan pada dad Robin, ini sudah yang kesekian kalinya.


"Mau apa lagi dia?" tanya dad Robin. Seketika alis beliau mengerut.


"Seperti biasa Dad, kakak pertama Johan dengan terang-terangan meminta wilayah kekuasaanku, dia ingin menggantikanku menguasai wilayah kekuasaanku."

__ADS_1


"Jangan pedulikan Johan. Dia benar-benar tidak tahu diuntung, tidak tahu diri. Sudah berkali-kali Daddy memperingatkannya, tapi kenapa dia masih sering mengulang kesalahan yang sama," geram dad Robin.


"Jika memang dulu dia sangat menginginkan wilayah kekuasaan yang paling luas, kenapa dia tidak bisa mengalahkanmu memenangkan sayembara yang Daddy adakan diantara kalian berlima dengan cara adil dan jujur, kenapa dia mesti berbuat curang? Dan lagi, Daddy sangat tidak setuju jika dia yang menguasai wilayah ini. Dia tidak bisa dipercaya, juga tidak layak untuk menjadi penguasa di wilayah ini. Bisa-bisa kedamaian dan ketenteram wilayah ini hancur ditangan orang seperti dia."


Dad Robin terlihat sangat geram karena kelakuan anak angkat tertuanya. Semenjak pembagian wilayah kekuasaan beberapa tahun silam, hubungan dad Robin dan Johan menjadi merenggang, itu karena Johan tidak terima dia hanya kebagian wilayah kekuasaan yang luasnya puluhan kali lipat lebih sempit dari luas wilayah kekuasaan yang aku miliki. Lebih tepatnya dia hanya mendapatkan wilayah kekuasaan di sebuah kota kecil yang letaknya sangat jauh dari ibukota.


Semua itu terjadi karena ulah Johan sendiri, karena dad Robin mengetahui bahwa dia melakukan kecurangan untuk menjatuhkan keempat adik angkatnya dalam kompetisi yang dad Robin selenggarakan. Alhasil, dad Robin menghukum Johan dengan cara membuangnya ke tempat yang cukup jauh.


Saat aku tengah mengobrol dengan dad Robin, tiba-tiba saja aku melihat pemandangan yang sangat menusuk indera penglihatanku, istriku sedang diganggu oleh seorang pria yang sangat aku kenal.


Kevin Alexander si*alan. Berani sekali dia mengganggu istriku.


B e r s a m b u n g ...


...____________________________________________...


...Besok lagi ya😉...

__ADS_1


__ADS_2