RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 53


__ADS_3

"Apa maksudmu Kakak Kedua? Kenapa kamu tiba-tiba begitu marah padaku?" tanyanya.


"Dengar Kevin, jangan pikir aku tidak bisa menghajarmu hingga babak belur, jadi berhenti bersikap kurang ajar pada wanitaku," ucapku, sambil menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Kakak Kedua, kenapa kamu begitu marah padaku? Bukankah gadis cantik tadi akan langsung kamu buang besok pagi? Jadi apa salahnya jika aku juga ingin memilikinya. Dia 'kan hanya sisamu Kak. Toh kamu juga sudah tidak menginginkannya lagi setelah kamu menidurinya nanti. Iya, 'kan?"


Adik luck*nut. Dia itu kakak iparmu bo*doh, jadi jangan berani-berani menyebutnya seperti itu. Lagipula, aku sudah pensiun menjadi pria brengsyek. Batinku, seraya melepaskan cengkeraman tanganku pada kerah kemeja Kevin.


Jika sebelumnya aku tidak peduli jika Kevin melakukan hal semaunya, lain halnya dengan sekarang. Kali ini aku tidak akan tinggal diam karena yang dia ganggu adalah Raniaku, wanita yang tidak akan pernah aku lepaskan seumur hidupku.


Kalau saja aku tidak takut dad Robin akan murka padaku, sudah pasti aku mematahkan tangan si bungsu kesayangannya ini. Berani sekali tangannya itu menyentuh istriku.


"Kakak Kedua, sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu terlihat sangat marah padaku?" Kevin berkata sambil merapikan kembali jas beserta dasi kupu-kupu yang dia kenakan.

__ADS_1


"Kakak Kedua, bukankah sebelum-sebelumnya Kakak tidak pernah peduli jika aku meniduri mantan-mantan kekasih satu malammu?" ucapnya menatapku penuh tanya.


"Lagi pula, alasanku selalu menginginkan gadis yang sudah pernah tidur denganmu itu karena servis mereka benar-benar memuaskan, Kak. Mereka benar-benar tahu bagaimana cara memuaskan lawan main. Aku jadi ketagihan mencicipi mereka satu per satu." Kevin tertawa setelah mengucapkannya. Dia tidak peduli pada tatapanku yang seolah-olah tengah bersiap untuk menerkamnya kapan pun.


"Oh iya, gadis cantik yang Kakak Kedua bawa malam ini benar-benar sangat mempesona, Kak. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya setelah Kakak membuangnya besok pagi. Sepertinya dia harus menjadi wanita simpananku ke depannya. Usianya terlihat masih sangat muda, hanya beberapa tahun di bawahku."


Mendengar semua omong kosong Kevin, aku semakin emosi saja dibuatnya. Anak ini benar-benar si*alan. Semakin ke sini dia terlihat semakin melunjak dan membuat emosiku kian memuncak. Mentang-mentang dia berlindung di balik punggung dad Robin, dia pasti berpikir bahwa aku tidak bisa menghajarnya meski pun aku sangat ingin melakukannya.


"Diam kamu Kevin! Sekali lagi kamu membahas mengenai wanitaku, akan ku tarik semua investasiku di perusahaanmu," ancamku, dan dalam sekejap, Kevin langsung bungkam. Dia menutup mulutnya sendiri dengan tangan.


"Kevin, aku punya hadiah untukmu."


Bug. Satu kepalan tinjuku berhasil membuatnya terhuyung ke samping dan hampir saja membuatnya terjerembab di atas lantai.

__ADS_1


"Auwh! Kak! Kenapa kamu memukuliku?!" pekiknya, sembari memegangi pipinya yang kesakitan. Darah segar sudah mulai mengalir di sudut bibirnya.


"Berani kamu mengadu pada dad Robin, aku pastikan perusahaanmu akan jatuh bangkrut besok pagi." Aku tersenyum menyeringai setelah mengucapkannya.


"Ti-tidak, Kak. Aku tidak akan mengadu pada daddy. Tolong ampuni aku," pintanya dengan wajah memelas. Sekarang dia sudah bersimpuh di hadapanku.


"Bagus," ucapku seraya menepuk-nepuk pipinya yang baru saja mendapatkan pukulan dariku.


B e r s a m b u n g ...


...___________________________________________...


...Besok lagi yah😄...

__ADS_1


...Skefo. Mulai hari minggu sampai hari kamis aku akan sibuk banget ya guys karena ada acara di rumah, gak tau nanti masih bisa up apa gak🤔...


__ADS_2