
Ruang Rahasia Bawah Tanah Villa.
Aku berjongkok dengan sebelah lututku bertumpu pada lantai. Aku menatap wanita berseragam pelayan yang saat ini tengah disekap dan diikat oleh William pada sebuah tiang besi.
"Katakan, apa kamu adalah mata-mata suruhan Johan yang menyamar sebagai pelayan di dalam mansion milik dad Robin?" tanyaku, sambil menatap tajam wanita yang terlihat sudah gemetar menahan takut karena kehadiranku.
"Bu-bukan, Tuan. To-long lepaskan saya. Saya tidak tahu apa-apa," lirihnya, sambil menunduk dalam-dalam. Wanita itu sama sekali tidak berani menatapku.
Aku mendengus kesal. Aku tidak percaya dengan ucapannya itu.
"Dengar, sekali lagi aku bertanya padamu, apa kamu adalah orang suruhan Johan!" Kali ini intonasi suaraku sudah naik 1 oktaf.
"Bu-bukan, Tuan. Sa-saya tidak kenal dengan orang yang Anda maksud," ucapnya.
"Jangan coba-coba membohongiku, atau seluruh anggota keluargamu akan aku hancurkan dalam semalam!"
Hng, jangan panggil aku Kaaran Dirga kalau aku tidak bisa membuat orang takut dengan ancamanku.
__ADS_1
Mata wanita itu membola, sekilas dia mendongak menatapku dengan wajahnya yang sudah memucat, lalu kemudian kembali menunduk. Tubuhnya sekarang terlihat semakin gemetar.
"Ampuni saya, Tuan. Jangan apa-apakan keluarga saya," lirihnya. Sekarang wanita itu sudah mulai meneteskan air matanya tanpa suara. Dia pasti sangat ketakutan sekarang.
Aku tersenyum menyeringai. Sepertinya ancamanku cukup berhasil untuk membuat wanita ini buka mulut.
"Kalau begitu katakan, apa kamu benar-benar orang suruhan Johan?!" Nada suara yang terdengar sangat mengintimidasi.
"Ampuni saya, Tuan. Ampuni saya. Saya hanya terpaksa melakukannya," ucapnya dengan suara gemetar dan terisak. Wanita itu terlihat ingin bersimpuh di hadapanku, akan tetapi dia tidak bisa melakukannya karena tangannya terikat pada sebuah tiang yang menjadi tempatnya menyandarkan sebagian punggungnya.
"Katakan, kenapa aku harus mengampunimu?" Aku ingin mendengar sendiri secara langsung, apa kelemahan wanita ini sehingga dia rela mengambil resiko besar karena sudah berani memata-mataiku.
"Dan sebenarnya ... saya membocorkan informasi tentang Anda kepada tuan Johan itu pun karena saya tidak sengaja menguping pembicaraan Anda bersama tuan Robin waktu itu," imbuhnya. Wanita itu menjelaskan panjang lebar sambil menangis. Rupanya keluarganya adalah kelemahannya.
"Baiklah, aku akan mempertimbangkan untuk mengampunimu, tapi dengan satu syarat." Seketika aku memiliki rencana yang bagus.
"Apa syaratnya, Tuan?" tanyanya.
__ADS_1
"Syaratnya adalah, kamu dan suamimu harus berbalik memata-matai Johan untukku. Kalau perlu, kamu harus memberikan informasi palsu tentang aku untuk disampaikan kepada Johan. Apa kamu bersedia?" tanyaku.
"Sa-saya bersedia, Tuan. Saya bersedia," ucapnya. Wajah wanita itu sudah nampak tidak setengang tadi.
"Bagus, dan harus kamu ketahui satu hal, bahwa bukan hanya Johan yang bisa menghancurkan kamu beserta seluruh anggota keluargamu kalau kamu berani berkhianat, aku pun bisa sama kejamnya seperti Johan," tegasku pada wanita itu, agar dia tidak berani macam-macam.
"Ba-baik, Tuan. Saya berjanji tidak akan pernah berani mengkhianati Anda," ucapnya.
"Bagus," ucapku seraya tersenyum menyeringai.
"Will, lepaskan tali pengikatnya," titahku pada William.
"Baik, Tuan."
Setelah William melepaskan tali pengikat yang mengikat tangan pelayan bernama Susan tersebut, aku pun memerintahkannya untuk menyampaikan berita palsu tentang aku kepada suaminya untuk kemudian disampaikan pada kakak angkatku yang tidak tahu diri itu, Johan.
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
...____________________________________________...
...Follow akun instagramku @honey.queen174 dan dapatkan informasi seputar karya-karyaku😉...