
1 Minggu kemudian.
"Bagaimana Roy, apa pembangunan di pulau sudah siap untuk dikerjakan?" Aku bertanya pada Roy saat kami sama-sama berjalan memasuki gedung Galaxy Group.
Meski pun aku belum menemukan jalan keluar untuk masalah yang sedang membenani pikiranku akhir-akhir ini, akan tetapi aku tetap ingin pembangunan di pulau segera dilaksanakan. Aku ingin pulau itu bisa segera menjadi tempat tinggal yang layak huni dan aman untuk aku tempati bersama istri dan anak-anakku kelak, entah aku masih menjadi seorang mafia atau pun sudah tidak lagi.
"Sudah Tuan," jawab Roy yang saat ini sedang berjalan di samping belakangku.
"Oh iya, Tuan, siang ini tuan Aryesh Maulana meminta untuk memajukan jadwal meetingnya dengan perusahaan kita." Roy kembali berkata.
"Kenapa tiba-tiba jadwalnya ingin dimajukan?" tanyaku.
"Katanya, istrinya tuan Aryesh sedang hamil tua dan sebentar lagu akan melahirkan Tuan, jadi tuan Aryesh ingin pulang lebih awal untuk menemani istrinya."
"Oh, ya sudah, tidak apa-apa. Setujui saja permintaannya itu," ucapku.
Entah mengapa sekarang aku malah senyum-senyum sendiri saat sudah memasuki lift. Membayangkan istriku yang tinggal beberapa bulan lagi juga akan melahirkan, rasanya aku juga ingin menjadi suami siaga sama seperti kolega bisnisku tersebut, tuan Aryesh Maulana.
Saat aku dan Roy berjalan memasuki ruanganku, tiba-tiba aku terpikirkan akan sesuatu.
"Oh iya Roy, begini saja, katakan pada tuan Aryesh, bagaimana kalau rapatnya kita adakan via Zo*om saja? Aku hanya khawatir nyonya Aryesh tiba-tiba kontraksi sebelum tuan Aryesh kembali ke rumah mereka."
__ADS_1
Sebagai seorang suami yang sama-sama memiliki istri yang tengah hamil, aku bisa mengerti kekhawatiran yang dirasakan olehnya.
"Baik, Tuan. Akan saya sampaikan, tapi sepertinya tuan Aryesh akan langsung menyetujui ide Anda."
.
.
...Yang ingin tahu siapa Aryesh Maulana, bisa baca cerita 'Papa Sambung Idaman'🤠Cerita tentang Aryesh, seorang pengusaha muda yang jatuh cinta pada janda muda beranak satu yang dia tolong di jalan lalu dia bawa pulang ke apartemennya😄...
.
.
Jam istirahat akhirnya tiba, dan aku pun baru saja selesai meeting dengan pemilik M.H Group melalui via Zo*om.
"Sayang, kamu sedang apa?" tanyaku, begitu istriku menjawab panggilan video dariku.
Seperti biasa, saat jam istirahat tiba, aku harus menyempatkan diri untuk menghubungi istriku meski pun hanya sebentar saja.
__ADS_1
"Tidak sedang melakukan apa-apa," jawabnya, sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa kamu cemberut, Sayang."
"Aku bosan," jawabnya singkat.
Ya, aku bisa mengerti seberapa bosan istriku karena harus dikurung di dalam villa secara terus menerus setiap hari, tapi mau bagaimana lagi? Ini demi keselamatan dia dan anak-anak.
"Sayang, apa kamu ingin aku pulang sekarang?"
"Memangnya kamu sedang tidak sibuk?" Dari nada bicara istriku, dia benar-benar terdengar sangat bosan dan tidak bersemangat. Bibirnya juga masih saja mengerucut. Sepertinya aku memang harus turun tangan sendiri untuk menghiburnya.
"Jangan cemberut seperti itu Sayang. Tunggu aku, hari ini aku akan pulang cepat. Hari ini aku sedang tidak sibuk, jadi aku akan pulang lebih awal untuk menemanimu."
Setelah memutus sambungan teleponku dengan istriku, aku pun segera berjalan keluar meninggalkan ruanganku.
B e r s a m b u n g ...
...____________________________________________...
...Bab berikutnya menyusul sebentar malam😉...
__ADS_1