RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 75


__ADS_3

"Baiklah, kalau kamu tidak mau membantuku bersama perusahaanku, aku juga tidak bisa memaksa, yang penting aku dan Morgan sudah meminta bantuanmu secara baik-baik," ucapku.


"Oh iya, tapi ada satu hal yang mesti kamu ketahui, bahwa sekarang, bukan hanya aku yang membutuhkan bantuanmu, tapi juga Johan, ketua klan mafia Black Mamba," ucapku, sambil tersenyum evil. Apalagi saat melihat wajahnya kian memucat saat mengetahui fakta itu. Aku yakin, saat ini dia pasti merasa sangat ketakutan.


"Saat ini Johan dan anak buahnya sedang dalam perjalanan menuju kemari untuk menjemputmu. Dia ingin meminta bantuanmu untuk menghancurkan perusahaanku," kataku, seketika dia mendongak menatapku. Wajahnya nampak sangat terkejut.


"Kalau kamu tidak ingin ikut pada kami untuk kembali ke ibukota, maka sekarang bersiaplah untuk menyambut jemputan Johan dan anak buahnya. Aku yakin, di mana pun kamu bersembunyi, bahkan di dalam goa sekali pun, Johan dan anak buahnya pasti akan bisa dengan sangat mudah menemukanmu."


Aku tersenyum penuh kemenangan saat melihatnya gemetar ketakutan. Sepertinya usahaku untuk menakut-nakutinya sudah berhasil.


"Morgan, ayo kita pergi. Masih banyak pekerjaan yang menanti kita di perusahaan. Sepertinya kita sudah cukup lama membuang waktu kita yang sangat berharga ini menjadi terbuang sia-sia."


Setelah mengucapkan kalimat itu, aku dan Morgan segera memutar badan. Sepertinya Morgan tahu apa siasatku.


Baru beberapa meter kami melangkah, Master Li tiba-tiba saja berteriak memanggil kami, "Tunggu! Kalian jangan pergi dulu!"


Aku tersenyum penuh kemenangan. Begitu juga dengan Morgan.

__ADS_1


"Tuan, sepertinya rencana Anda berhasil. Anda benar-benar hebat." Morgan berkata dengan setengah berbisik.


"Tolong bawa aku untuk ikut bersama kalian," ucapnya.


Mendengar Master Li berkata seperti itu, aku dan Morgan pun segera memutar badan dan menghadap ke arahnya.


"Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran dengan sangat cepat? Seingatku beberapa menit yang lalu kamu masih sempat menolak untuk membantuku beserta perusahaanku."


"Maaf, karena tadi saya sudah salah paham. Tadinya saya pikir Tuan Kaaran dan ketua Black Mamba adalah sekutu, ternyata saya salah, rupanya kita memiliki musuh yang sama." Master Li berkata seraya berjalan menghampiri aku dan Morgan.


"Tolong bawa saya untuk ikut bersama kalian. Saya akan membantu Anda beserta perusahaan Anda, Tuan." Master Li berkata seraya mengulurkan tangan padaku. Aku tersenyum, lalu membalas uluran tangan pria yang sebelumnya sudah menolak untuk berjabat tangan denganku itu.


.


.


Setelah berjalan selama lebih dari setengah jam, kami akhirnya sampai kembali di puncak Gunung Moza. Terlihat di sana sudah ada William dan Richard yang menyambut kedatangan kami dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya William.


"Ya, seperti yang kamu lihat, Will. Aku baik-baik saja," jawabku.


"Syukurlah, Tuan. Saya sangat senang mendengarnya. Oh iya, apa tuan ini adalah Master Li?" William bertanya seraya menatap penampilan Master Li dari atas sampai ke bawah.


"Ya, dia adalah orang yang kita cari dan butuhkan selama ini," jawabku. William pun kemudian mengajak Master Li untuk berkenalan.


"Richard, apa kamu sudah siap? 5 Menit lagi kita akan pulang," tanyaku pada pilot tersebut.


"Siap, Tuan," jawabnya.


Setelah Master Li selesai berganti pakaian dan mengambil barang-barangnya di dalam rumah sederhananya, kami pun kembali mengudara untuk secepatnya kembali ke ibukota.


Johan, bersiaplah untuk menerima kekalahanmu dimulai dari sekarang.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


__ADS_2