RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 62


__ADS_3

"Sayang." Aku langsung memanggil istriku begitu aku keluar dari lift dan melangkahkan kaki memasuki kamar.


"Dad, kamu sudah pulang?" Istriku berkata seraya bangkit dari duduknya lalu berjalan cepat ke arahku kemudian memelukku dengan erat.


"Dad, aku senang kamu pulang lebih awal," katanya.


"Iya, Sayang. Apa kamu merindukanku?" tanyaku, sambil balas memeluknya dengan erat, lalu mencium keningnya dalam-dalam.


"Hem, sangat." Istriku menjawab disertai anggukan.


Setelah merasa cukup saling berpelukan, aku pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


.


.


1 Jam kemudian. William akhirnya menghubungiku dan mengatakan kalau kejutannya sudah siap. Aku pun mengajak istriku untuk turun ke lantai satu, tapi terlebih dahulu aku menutup kedua matanya dengan kain.


"Dad, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menutup mataku?" tanyanya.


"Menurut saja Sayang, karena aku punya kejutan untukmu." Aku menjawab sambil tersenyum.


"Oh, ya? Kejutan apa?"


"Rahasia. Kalau aku mengatakannya sekarang, sudah bukan kejutan lagi namanya."

__ADS_1


"Dad, kamu membuatku penasaran saja."


Aku tersenyum lalu menuntun istriku berjalan menuju lift. Sesampainya di lantai bawah, dia terus-terusan bertanya ini dan itu. Akan tetapi aku tetap tidak mau membocorkan kejutan apa yang sudah aku siapkan untuknya.


Begitu tiba di depan ruangan yang kami tuju, William menunduk sopan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, lalu membukakan pintu kamar untuk kami.


Aku tersenyum puas saat memasuki ruangan bercat biru tua tersebut. Ruangan yang sengaja diatur dengan sedikit pencahayaan disertai suhu ruangan yang sangat pas dan nyaman untuk ditempati.


Di dalam kamar ini juga sudah tersedia tempat tidur yang sudah dibalut dengan seprai berwarna coral brown polos. Di salah satu sisi dinding yang berlawanan dengan dengan letak tempat tidur sudah tersedia smart tv dengan ukuran layar yang cukup lebar serta speaker di sisi kiri dan kanannya. Di sisi kiri dan kanan dinding yang kosong sudah dihias dengan lampu tumblr berwarna putih. Serta yang tidak kalah pentingnya, berbagai jenis cemilan dan minuman sudah ditata dengan sangat rapi di atas meja nakas tepat di kedua sisi tempat tidur.


"Dad, mau sampai kapan mataku ditutup?" tanya istriku.


Aku tersenyum. "Sekarang sudah waktunya dibuka Sayang."


"Terima kasih, Dad. Aku sangat menyukai kejutannya."


"Aku juga sangat senang mendengarnya Sayang."


Aku merasa sangat puas karena istriku terlihat sangat bahagia karena kejutan ini. Tidak sia-sia aku membayar orang mahal-mahal untuk menyiapkan semuanya.


.


.


Saat tengah menonton film romantis pilihan istriku, tibalah pada suatu adegan yang sangat romantis yang memancing penontonnya untuk ikut melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Sayang." Aku berbisik di dekat telinga istriku seraya mencium pipinya dengan lembut berkali-kali.


"Hem," gumam istriku, sambil matanya tetap fokus menatap layar dan tiada hentinya memasukkan makanan ringan ke dalam mulutnya.


"Sayang," panggilku untuk yang kedua kalinya.


"Dad, jangan berisik. Filmnya lagi seru-serunya." Istriku berkata sambil matanya tetap fokus menatap ke arah layar.


Aku menarik wadah cemilan yang ada di tangan istriku, lalu meletakkannya di atas meja sehingga dia sulit untuk menjangkaunya kembali.


"Dad, kenapa makananku kamu ambil?" protesnya, sambil menatapku. Memang ini yang aku mau, mengalihkan pandangannya dari layar tontonan.


Aku tersenyum, sembari balas menatap wajah cantik istriku dengan lekat. "Kita juga tidak boleh kalah romantisnya Sayang. Mereka hanya berakting, sedangkan kita tidak."


"Tap- mmh-"


Dengan gerakan cepat aku langsung mengunci bi*bir istriku.


...(Adegan berikutnya diskip🤧 Aku lagi gak ada mood buat nulis adegan hat hot hat)...


Karena sama-sama kelelahan, aku dan istriku pun akhirnya tertidur. Hingga beberapa saat kemudian, aku terbangun karena suara dering telepon berulang-ulang di ponselku. Setelah aku cek, ternyata panggilan dari kakak angkatku, Johan.


Mau apa lagi dia? Batinku.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


__ADS_2