
Helikopter yang kami tumpangi mulai mendarat di rooftop Galaxy Group. Setelah kami berempat sudah sama-sama turun, kami pun membawa Master Li ke ruanganku.
Begitu berhadapan dengan komputer, tangan Master Li nampak gemetar. Keadaan saat ini pasti mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun silam yang sempat membuatnya mengalami trauma berat.
Aku memegang pundak Master Li untuk memberinya semangat. "Jangan gugup. Semangat. Kita berdua memiliki musuh yang sama. Apa kamu tidak mau menghancurkan orang yang sudah menghabisi keluargamu?"
Sejenak Master Li mendongak menatapku, lalu kemudian mengangguk. Setelah itu kami sama-sama saling melempar senyuman.
Master Li kembali menatap layar monitor. Sebelum kedua tangannya menyentuh keyboard, terlebih dahulu dia menarik napasnya dalam-dalam, lalu menhembuskannya dengan pelan lewat. Dia mengulangi hal itu sebanyak tiga kali.
Saat Master Li sudah mulai menarikan jemari tangannya di atas keyboard komputer, aku dan yang lainnya hanya menjadi penonton di belakangnya, termasuk Morgan dan ketiga temannya. Kami semua membiarkan Master Li menghadapi musuh sendirian, itu karena kami yakin bahwa dia bisa mengalahkan musuh seorang diri tanpa bantuan dari Morgan dan teman-temannya.
Tidak ada yang berani bersuara sedikit pun, takut merusak konsentrasi pria berambut gondrong yang saat ini sedang duduk membelakangi kami.
Keadaan saat ini benar-benar membuat kami tegang. Dengan harap-harap cemas kami semua menanti hasil yang memuaskan buah dari pekerjaan seorang Master Li. Semoga saja dia bisa berhasil mengalahkan orang-orang suruhan Johan.
.
__ADS_1
.
30 Menit.
1 Jam.
2 Jam.
Hingga 3 jam kemudian.
"Fix! Rasakan itu!" Master Li berseru seraya berdiri dari duduknya. Sontak saja para penonton yang ada di belakangnya termasuk aku langsung heboh.
Sontak saja aku beserta keenam penonton yang lainnya yang ada di dalam ruangan ini langsung mengangkat Masterl Li tinggi-tinggi ke udara. Akhirnya, perang IT ini berakhir juga setelah berlangsung selama sebulan lamanya.
.
.
__ADS_1
Malam telah tiba.
Pesta kemenangan ini langsung kami rayakan di sebuah tempat dimana orang-orang biasa berpesta dan bersenang-senang.
"Pesan apa pun yang kalian suka dan bisa menghibur kalian malam ini. Terima kasih atas kerja keras kalian selama sebulan ini," ucapku.
"Sama-sama, Tuan," ucap mereka bersamaan.
Aku melirik Master Li yang duduk di sofa paling pojok. Sepertinya dia tidak tertarik dengan pesta yang kami rayakan malam ini. Tapi ... aku bisa mengerti perasaannya. Ini pertama kalinya dia kembali ke tempat seperti ini setelah mengasingkan diri selama bertahun-tahun.
"Dan untuk Master Li, aku pribadi berterima kasih banyak yang sebesar-besarnya. Berkat kamu Galaxy Group bisa terselamatkan." Aku berkata sambil mengangkat gelas jus yang ada ditanganku.
Malam ini aku tidak mau meminum alk*ohol sama seperti yang lainnya, takut istriku marah jika dia sampai mencium aromanya apalagi kalau aku sampai pulang dalam keadaan mabuk.
"Sama-sama, Tuan. Saya juga sangat berterima kasih karena Anda mau membawa saya ke bawah perlindungan klan Anda," ucap Master Li seraya ikut mengangkat gelas minumannya.
Ya, sebagai imbalannya, Master Li akan mendapatkan kehidupan yang layak serta kebebasannya kembali. Dia akan kembali memulai kehidupan barunya di ibukota tanpa perlu takut akan ancaman dari kawanan Black Mamba. Karena mulai saat ini, dia sudah berada di bawah perlindungan Mawar Biru.
__ADS_1
"Bersulang!"
B e r s a m b u n g ...