RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 109


__ADS_3

1 Minggu setelah Kaaran kembali, dia sudah mengumumkan pada dad Robin dan seluruh anggota Mawar Biru tentang keputusannya yang ingin melepaskan jabatannya sebagai CEO Galaxy Group, juga melepaskan kekuasaannya sebagai ketua klan mafia Mawar Biru. Mulai sekarang Kaaran hanya ingin fokus untuk mendedikasikan seluruh sisa hidupnya untuk dia habiskan bersama istri dan anak-anaknya kelak.


Untuk klan Mawar Biru sendiri Kaaran percayakan pada William untuk menggantikan posisinya memimpin klan tersebut, sedangkan untuk perusahaan Galaxy Group dia serahkan kepada Roy untuk dipimpin oleh asistennya tersebut. Ya, keputusan itu memang sudah dia pikirkan matang-matang sejak jauh-jauh hari dan dad Robin pun selaku orang tua angkat Kaaran sama sekali tidak keberatan mengenai semua keputusan itu. Apalagi dad Robin tahu betul jika Roy dan William memang merupakan dua orang kepercayaan Kaaran sejak dulu. Keduanya memang sudah setia menemani Kaaran sejak dulu, sejak Kaaran belum menjadi siapa-siapa. Jadi mereka berdua memang pantas mendapatkan posisi dan jabatan tinggi tersebut.


"Bagaimana keadaan kedua anakmu?" tanya dad Robin. Saat ini Kaaran sedang berjalan berdampingan dengan dad Robin. Dia sedang mengantar ayah angkatnya itu menuju mobil hitam mewah yang terparkir di ujung sana.


"Mereka berdua tumbuh dengan sangat sehat, Dad. Apa Daddy tidak ingin datang ke villa untuk melihat cucu-cucu Daddy?"


"Ya, nanti lain waktu Daddy akan mampir ke sana," jawab dad Robin, tersenyum.

__ADS_1


"Baik, Dad. Aku akan menunggu kedatangan Daddy." Setelah itu Kaaran membukakan pintu mobil untuk dad Robin. Saat ini ayah angkat Kaaran tersebut ingin kembali ke kediamannya setelah menghadiri undangan Kaaran.


"Hati-hati di jalan, Dad," ucap Kaaran, dan mendapat anggukan dari dad Robin.


Begitu mobil dad Robin melesat meninggalkan parkiran hotel Galaxy, Roy pun segera menghampiri Kaaran.


"Apa Anda juga sudah ingin kembali, Tuan?" tanya Roy.


"Anda ini bicara apa, Tuan?" tanya Roy malu-malu. "Tentu saja saya tidak akan keberatan. Saya juga tidak boleh besar kepala dengan jabatan baru yang baru saja saya dapatkan dari Anda, karena Anda bisa saja mengambilnya kapan pun."

__ADS_1


Kaaran tersenyum. "Tapi sepertinya ke depannya aku harus mencari sopir baru, takut mengganggu pekerjaanmu jika aku tiba-tiba memintamu untuk memgantarku ke suatu tempat. "


"Sepertinya tidak perlu, Tuan. Bukannya sebelumnya kita juga seperti ini. Hanya saja sekarang jabatan saya yang berubah. Dulu saya menjabat sebagai asisten Anda dan sekarang saya sudah menjadi CEO Galaxy Group." Roy lalu tertawa. Dia merasa sebutan CEO untuk dirinya sendiri terdengar sedikit aneh. Dia tidak pernah menyangka, rasanya ini seperti mimpi.


"Ya sudah, jika kamu tidak keberatan, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena sejujurnya aku memang sudah merasa sangat nyaman diantar olehmu kemana pun aku ingin pergi."


Roy tersenyum. "Saya juga sangat senang melakukannya, Tuan."


Apalagi untuk saat ini saya tidak boleh meninggalkan villa, tuan. Saya harus tetap tinggal di sana untuk sementara waktu. Saya masih memiliki sebuah misi besar yang harus segera saya selesaikan di sana, yaitu menaklukkan calon masa depan saya. Batin Roy. Menyebut suster Ria sebagai calon masa depannya membuatnya ingin senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2