RANIAKU, CANDUKU

RANIAKU, CANDUKU
Bab 126


__ADS_3

"Cukup, Will!" Kaaran tiba-tiba saja muncul tanpa William sadari. "Biar aku yang bicara pada mereka." Kaaran mulai berjalan menghampiri William beserta ketiga anak buahnya dengan gaya cool-nya. Kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya.


"Tuan, saya benar-benar meminta maaf soal kejadian yang hampir saja menimpa nona Rania. Tadinya saya pikir mereka bertiga bisa diandalkan  ternyata--" Ucapan William seketika terhenti saat Kaaran mengangkat sebelah tangannya. Sebuah kode yang yang memberikan perintah agar William berhenti berbicara.


Kini Kaaran sudah berdiri tepat di hadapan William dan membelakanginya. Dia menatap ketiga pria berbadan besar dan kekar yang terlihat semakin menundukkan kepala saat melihat kedatangannya. Apalagi saat Kaaran kemudian mulai berjalan mengelilingi mereka bertiga, ludah saja begitu susah payah mereka telan.


Hening beberapa saat, hingga Kaaran memutuskan untuk berhenti berputar dan kembali berdiri di tempatnya semula. Kaaran kembali menatap ketiga pria berbadan tinggi dan besar itu satu per satu. Dia bahkan bisa melihat dengan jelas jika tangan para pengawal-pengawal itu gemetaran, tapi Kaaran tidak peduli akan hal itu, yang terpenting sekarang adalah menggali informasi dari ketiga mereka. Siapa tahu penjelasan mereka bisa semakin memperjelas siapa pelaku yang sebenarnya.


"Siapa diantara kalian bertiga yang ingin mewakili untuk menjelaskan, hm?" tanya Kaaran. "Apa sebenarnya yang kalian lakukan sehingga kalian bisa terkecoh dengan keberadaan musuh dan hampir saja membuat istriku diculik?"

__ADS_1


Saat ketiga pengawal itu tengah menunduk mereka juga saling lirik. Seolah mereka saling menyerahkan satu sama lain kesempatan untuk menjelaskan. Awalnya tidak ada yang berani angkat bicara, namun setelah Kaaran membentak, barulah salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk berbicara.


"Katakan!!! Kenapa kalian tidak ada yang berani menjawab?!! Apa kalian bertiga ingin aku buat menjadi bisu selamanya, hah?!!" teriak Kaaran. Ancamannya barusan sukses membuat ketiga pengawal itu bergidik ngeri.


"B-baik, Tuan, b-biar saya yang menjelaskan." Pengawal yang berdiri di antara kedua temannya pun yang akhirnya memberanikan diri untuk menjawab. "Mm ... begini, Tuan, sebenarnya ... kami tidak tahu jika ternyata tadi nona Rania sedang diincar oleh seseorang. Tadinya kami pikir wanita yang diam-diam menyerang nona Rania adalah salah satu tukang bersih-bersih yang bekerja di sana, karena sebelum nona Rania pergi ke toilet, wanita itu memang sudah ada di depan toilet sedang membersihkan."


Kaaran yang mendengar jika ternyata pelakunya adalah seorang wanita merasa cukup terkejut. Jangan-jangan, wanita itu adalah suruhan Johan. Seperti Susan dulu yang pernah dikirim oleh Johan unjuk menjadi pelayan sekaligus mata-mata. Jangan-jangan, dia memang belum mati, tapi selama ini dia memang sengaja bersembunyi.


"Lalu pergi kemana wanita itu setelahnya? Apa kalian sudah berusaha untuk menangkapnya?" tanya Kaaran.

__ADS_1


"Sudah, Tuan. Tapi sayangnya wanita itu sudah berhasil kabur. Yang kami temukan disana hanya seragam cleaning service yang sudah dibuang ke tempat sampah. Sepertinya wanita itu hanya menyamar jadi tukang bersih-bersih di lapangan tembak."


Kaaran mendengus kasar. Ternyata musuh tidak kehabisan akal untuk mencelakai dia dan keluarganya.


"Baiklah, kalian bertiga boleh pergi. Tapi ingat, ini terakhir kalinya kalian melakukan kesalahan. Jika sampai terulang lagi, kalian pasti sudah tahu apa akibatnya," tegas Kaaran.


"Baik, Tuan. Kami mengerti." Ketiga pengawal itu menjawab secara bersamaan sambil membungkuk hormat. Mereka bertiga lalu meninggalkan ruang rahasia bawah tanah dengan perasaan lega. Beruntung karena mereka tidak mendapat hukuman karena lalai di minggu pertama mereka bertugas.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


..._________________________________________...


...Hai Guys! Gak tau kenapa dari kemarin bab-bab baru novel ini belum kunjung lolos review juga. Aku bingung, dimana letak kesalahannya? Padahal tidak ada adegan dewasa mau pun adegan kekerasan. Ah entahlah. Semoga kalian bisa mengerti dan tetap setia menunggu Author update....


__ADS_2