RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA

RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA
Bab 39. Nella 2


__ADS_3

"Argh ..., apalagi!" ujar Soya geram dari dalam kamar.


Soya dengan kesal memilih keluar dari kamar.


"Ya, Tuan!" jawab Soya pelan.


"Makan!"


"Silahkan Tuan dan Nona dulu," jawab Soya sembari melirik Nella yang makan dengan lahap.


"Makan dan duduk!"


"Ta-tapi, Tuan!"


Danendra tak mengulang perintahnya tetapi memilih untuk berdiri sementara Nella langsung menghentikan makannya dan menatap Soya enggan, "Tu-Tuan, silahkan makan dan saya jika malam sudah terbiasa tak makan," jawab Soya pelan.


"Duduk!"


"Sayang, kenapa begitu memaksa Soya untuk ikut makan di meja makan, sana! Makan dan duduk di teras belakang," ujar Nella sekenanya.


Danendra tak menghirauka ucapan Nella dan masih menatap Soya, "Soya ...!" teriak Danendra dan itu membuat Soya terkejut.


"Duduk! Meskipun kamu tidak makan, kamu duduk!" pinta Danendra dan tak ingin di bantah.


Soya hanya bisa menghela napas beratnya, 'huff ..., jika dua orang ini terus berdebat,' guman hati Soya terputus saat tangannya di tarik Danendra untuk duduk di depannya.


Danendra tak memperdulikan tatapan tak suka Nella dan langsung melanjutkan makan yang sempat tertunda sementara Nella langsung meminum tehnya hingga tandas.


"Sayang. Kamu telah membuat saya sakit hati, dan saya akan memberi jawaban atas pertanyaan yang kamu berikan," ujar Nella sembari meletakkan gelas dengan kasar dan meninggalkan meja makan dengan marah.

__ADS_1


"Nona! Tunggu!" panggil Soya sembari berdiri dan mengejar langkah Nella.


Namun, belum juga langkahnya keluar dari ruang makan, "Soya, biarkan saja dan pikirkan pertanyaan saya," ujar Danendra sembari menahan tangan Soya.


"Hash! Tuan!" seru Soya marah sembari menghempas tangan Danendra.


"Tuan, tolong jangan libatkan saya dengan masalah Tuan, saya tak ingin ikut campur Tuan, menurut saya sebaiknya Anda segera menikahi Nona Nella," jawab Soya sembari menatap ke arah ruang tengah.


Danendra seketika tersenyum mendengar ucapan Soya, "Sudah, biarkan saja dia merajuk," ujar Danendra sembari berdiri dan melangkah menuju lantai atas.


Sementara itu, Nella yang berada di kamar yang terpisah kini hanya diam dan merutuki dirinya sendiri. "Hufft ..., andaikan semua bukan karena harta kamu pasti aku akan melepaskan kamu Danendra," ujar Nella geram.


Nella seketika meraih ponselnya dan menghubungi seseorang di seberang sana tetapi sudah berulangkali Nella mengulir ponselnya hasilnya tetap nihil. "Clara, jawab saat ini aku benar-benar membutuhkan uang," seru Nella lirih.


Nella memilih untuk berdiri dan mematut diri di kaca melihat tubuhnya yang penuh warna merah yang mulai memudar. "Huuff, setelah warna ini hilang aku akan pulang," ujar Nella sembari mengulir ponselnya dan tak lama melempar ponselnya asal. "Argh ..., kenapa transferan uang dari Clara belum masuk," ujar Nella gusar.


Nella flashback on


Nella tak menyangka jika hubungan yang di jalin dengan Danendra akan berjalan hingga tiga tahun hingga menginjak di tahun pertama kesibukan Danendra yang menyita waktu membuat Nella mulai bermain api, Danendra yang begitu menghargai komitmen yang mereka buat membuat Nella semakin berani untuk keluar dari komitmen yang mereka buat.


Pertemuannya dengan Clara, teman satu SMA, membuat Nella kembali berani melancarkan aksinya dengan mengancam Clara atas kecurangan yang pernah Clara lakukan akhirnya Nella bisa menjebak Clara dan meraup pundi-pundi emas milik Danendra. Semakin cantik, terawat dan banyak uang membuat Nella semakin berani mengunjungi tempat-tempat yang mewah hanya untuk berhura-hura hingga pertemuannya dengan Rengga di suatu malam dan Nella jatuh cinta pada pandangan pertama.


Rengga yang begitu paham posisi Nella, akhirnya mampu mengisi kesepian Nella.


Hingga akhirnya Nella mengatur jadwal kencan mereka dan Rengga terang-terangan tahu itu hal ini. Hingga di suatu malam mereka melakukan hubungan yang tak pernah Nella lakukan dengan Danendra. Rasa nyaman dan cinta di berikan oleh Rengga membuat Nella bertekad untuk membuat Danendra sebagai ATM untuk Nella.


Nella flashback off


Lamunan Nella terberai saat sentuhan mendarat di bahunya dan kini sudah berubah jadi memeluk tubuhnya.

__ADS_1


"Hei ..., kenapa melamun?" tanya Danendra mengejutkan Nella.


Nella seketika teperanjat dan terkejut, Nella seketika berbalik dan tersenyum. "Nella lelah ingin beristirahat," jawab Nella sembari melepas rengkuhan Danendra dan berjalan menuju ranjang.


"Nella, saya akan menunggu jawaban dan kepastian dari kamu," jawab Danendra sembari keluar dari kamar dan Danendra sengaja membiarkan itu untuk rencana yang akan di lakukan esok hari. Namun, belum juga Danendra turun dari tangga, "Sayang ... "Panggil Nella sembari menarik tangan Danendra kembali masuk dalam kamar.


"Hem! Ada apa cantik," jawab Danendra.


"Sayang ..., uang Nella habis dan Nella butuh sesuatu," pinta Nella tanpa malu.


Danendra seketika menyerngit, "Oh ..., 'kan, baru satu minggu saya transfer?" tanya Danendra.


"Sayang, tahu sendiri bagaimana kebutuhan Nella," ujar Nella memelas.


"Oke, saya transfer karena ini untuk Nella sayang juga," jawab Danendra memastikan.


Nella seketika tersenyum dan mencium Danendra, "terima kasih sayang," ujar Nella lirih.


Danendra mengurungkan niatnya untuk turun ke bawah melainkan memilih tinggal di kamar Nella hingga teriakan Nella menghentikan gerakan Danendra. "Sayang jangan lagi, besok Nella harus pulang, biar warnanya memudar," jawab Nella sembari mendorong tubuh Danendra.


Danendra sesaat tersenyum dan menurut saja atas permintaan Nella, "Istirahatlah!" ujar Danendra sembari turun dari ranjang dan keluar dari kamar Nella. Langkah Danendra terhenti sejenak saat tiba di depan kamarnya, ada sesuatu yang saat ini mulai mengusik dalam hatinya, sembari tersenyum Danendra kini memilih turun dari lantai atas dan duduk di ruang tamu.


Danendra sesaat tersenyum setelah beberapa lama mengulir ponsel miliknya, " Tolong siapkan saja semuanya!" hanya ini yang keluar dari bibir Danendra dan langsung menutup ponselnya kembali.


Danendra baru menyadari jika ada suara yang aneh dari arah dapur, rasa penasaran yang tiba-tiba muncul membuat Danendra seketika berdiri dan berjalan menuju dapur mencari dari mana sumber suara berasal, langkah Danendra terhenti saat melintas di depan kamar Soya, melihat kamar yang masih menyala dan sedikit terbuka Danendra yang merasa penasaran akhirnya menajamkan pendengarannya dan mengintip sesaat dalam kamar Soya, seketika Danendra menyengitkan dahi tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Hash, anak ini masih saja, sibuk" guman Danendra lirih dan memilih pergi dari dapur.


Danendra tak percaya jika Soya begitu gigih melakukan tugas yang di berikan, ada perasaan yang terselip di hati Danendra dan perasaan yang berbeda. Perasaan tak sama yang di rasakan Danendra untuk Nella saat ini. "Argh ..., apa aku sudah gila!" ujar Danendra tak percaya dengan sinyal-sinyal aneh yang tiba-tiba memenuhi perasaanya.

__ADS_1


__ADS_2