RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA

RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA
Bab 91. Bertemu Kakek


__ADS_3

Soya menggeleng saat mendengar tawa Diandra, anak yang mudah akrab dengan siapa saja. "Apa Ayah Guntur datang?" tanya Soya heran.


"Ibu .... "Panggil Diandra keras sembari membuka pintu.


"Ibu. Ibu tahu siapa yang datang? Kakek yang kemarin Diandra di rumah Nenek Muji," cerita Diandra.


"Kakek, Kakek siapa?" tanya Soya.


Diandra terdiam, seakan mengingat sesuatu terlihat jelas jika raut wajahnya tengah berpikir keras. "Aha! Sekarang saya ingat. Ibu tahu, Bibi memanggil Kakek ini dengan sebutan Tuan besar. Benar-benar saya ingat itu," celoteh Diandra tanpa putus.


Soya tersenyum dan paham dengan apa yang diceritakan oleh Diandra. "Ibu mandi dulu temani saja Kakek," titah sang ibu, "ingat tidak boleh memanggil Tuan besar. Diandra harus memanggil Kakek!" tegas sang ibu.


Diandra tersenyum dan mengangguk tak lama berlari kecil keluar dari kamar. Suara teriakan dan tawa Diandra terdengar hingga kamar mandi. Soya bergegas keluar dari kamar setelah semuanya beres. Senyum Soya terkembang saat melihat ayah Guntur sembari memangku Diandra.


"Ayah," panggil Soya dan datang mendekat dan meraih tangan sang ayah.


Ayah Guntur sesaat menatap dengan kecewa, tetapi tak lama bibirnya tersenyum juga.


"Bagaimana kabar kamu Soya dan kamu juga sukses membuat saya mati menahan rindu pada cucuku sendiri," gerutu Tuan Guntur akhirnya.


"Maaf, Ayah." Soya menunduk takut.


"Sebagai hukuman atas semua perbuatan kamu saya akan mengajak cucuku Diandra menginap di rumah dan kamu ...."Ucapan Tuan Guntur terputus saat Diandra menatap ke arah mereka secara bergantian.

__ADS_1


"Ke-kenapa Kakek memarahi Ibu?" tanya Diandra tak terima.


Soya yang menyadari semua sikapnya selama ini tersenyum seakan ikhlas jika Tuan Guntur memarahinya. "Diandra, Diandra mau menginap di rumah Kakek sama Bibi?" tanya Soya.


Diandra langsung menggeleng dan langsung turun dari pangkuan sang kakek. "Diandra enggak mau ibu, Diandra hanya ingin bersama ibu," tolak Diandra.


Mendengar jawaban Diandra Soya hanya bisa menggeleng dan terdiam untuk beberapa saat. "Bagaimana jika di temani Om Zulhan dan Bibi," tawar Soya lagi.


Diandra masih menggeleng tanda menolak.


"Mm ... kalau dengan Ayah Hazal, Diandra mau?" tanya Soya memastikan.


Kini Diandra mengangguk setuju, tetapi berbeda dengan tatapan Tuan Guntur.


"Soya, ikut saya. Bibi tolong ajak Diandra bermain," tegas Tuan Guntur berdiri dan duduk di tempat yang sedikit menjauh.


"Duduk!" tegas Tuan Guntur.


"Ya, Ayah," jawab Soya takut.


Tuan Guntur menatap tak suka, senyum yang biasanya terlukis di wajahnya kini menghilang dan wajah Tuan Guntur menjadi datar.


"Apa, hubungan kamu dengan Hazal dan apa maksud kamu memanggil Hazal Ayah untuk Diandra, apa cucuku tak memiliki Ayah dan meskipun aku membiarkan kamu menyembunyikan kebenarannya?" tanya Tuan Guntur menelisik.

__ADS_1


Soya menunduk dalam tatapanya jatuh pada lantai keramik untuk beberapa saat. "Ayah, maafkan Soya." Hanya ucapan ini yang keluar dari bibir Soya.


"Maaf ... kali ini saya benar-benar tak suka," ujar Tuan Guntur lagi.


"Ayah, Hazal bukan apa-apa Soya. Hanya saja Hazal sudah membantu Soya dan kedekatan Hazal dengan Diandra sudah seperti anaknya sendiri." Soya menjawab lirih.


"Apa? Apa kamu paham dengan yang kamu ucapkan?" tanya Tuan Guntur.


"Ya, Ayah. Saya paham betul," timpal Soya.


Tuan Guntur serasa tak percaya dengan apa yang didengarnya. Sesaat Tuan Guntur menghela napas dan membuangnya kasar.


"Kamu yang seharusnya menemani Diandra bukannya Hazal," ujar Tuan Guntur akhirnya.


"Ayah. Saya minta maaf, ada aturan yang harus saya patuhi. Jika Ayah berkenan biarkan Diandra menginap di sana bersama Zulhan dan istrinya, begitu juga Hazal dan istrinya jika Ayah tak keberatan," tegas Soya akhirnya.


"Hazal menikah?"


"Ya, Ayah. Diandra juga begitu dekat dengan istrinya Hazal dan Diandra memanggilnya dengan ibu cantik dan ini sudah berlaku lama sekali," jelas Soya.


"Bi, tolong panggil Zulhan!" seru Tuan Guntur saat melihat sang bibi melintas.


"Oh. ya, Bi. Tolong kemas baju Diandra dan Soya mulai sekarang tempati rumah kamu dan rumah ini biar di urus oleh Bu Muji," putus Tuan Guntur.

__ADS_1


Soya yang mendengar ini sesaat menatap heran kepada lelaki yang beranjak menua didepannya.


"Ayah ...."


__ADS_2