RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA

RENTERNIR TAMPAN UNTUK SOYA
Bab 69. Meragu


__ADS_3

Danendra belum juga bisa memejamkan mata, tatapannya masih tertuju pada Soya. Hingga tengah malam Soya terjaga, sesaat Soya tersenyum saat mendapati Danendra menatapnya tanpa berkedip. "Kenapa Tuan, menatap seperti itu?" tanya Soya dengan suara serak khas bangun tidur.


Soya sedikit heran saat Danendra tak menjawab pertanyaannya, perlahan Soya beringsut untuk mengubah posisi tubuhnya.


"Tuan!" panggil Soya pelan. Merasa tak mendapat jawaban Soya kembali merubah posisi tidurnya menghadap Danendra.


"Tuan. Apa Tuan mencintai saya?" tanya Soya ragu.


"Ya!" hanya jawaban singkat yang keluar dari bibir Danendra.


"Tuan yakin dengan perasaan Tuan?" tanya Soya ulang untuk memastikan.


"Ya!" jawab Danendra sembari membuang napas kasar.


Soya menghentikan pertanyaannya dan menatap Danendra lekat, ada hal yang terus mengusik kalbu Soya. Hingga beberapa saat Soya berlaku demikian membiarkan lelaki yang ada di depannya bermain dengan pemikirannya sendiri.


"Tuan, apa Tuan mencintai saya? Apa tujuan Tuan menikahi saya, karena cinta atau karena saya hanya pantas di jadikan pelunas hutang?" tanya Soya tiba-tiba dan langsung membuat Danendra melotot tajam dan tak suka, tetapi untuk beberapa detik kemudian Danendra tersenyum.


"Hem, kenapa kamu menanyakan semua itu. Satu hal yang pasti bahwa saya mencintai kamu," tutur Danendra.


Soya yang mendengar ucapan Danendra seakan tak percaya, masih begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Soya.


"Tuan, jika Tuan menikah dengan saya berarti hutang Bapak lunas?" tanya Soya mencoba untuk memastikan.


Danendra kembali terkejut saat mendengar ucapan Soya sesaat netranya terkejab untuk menenangkan pikiran sejenak, kemudian menatap sang istri yang begitu lama di rindukannya. "Soya, mendekatlah dan tidur di sini," pinta Danendra sembari menepuk tempat kosong tepat di sisinya.

__ADS_1


"Tuan .... kenapa mesti harus tidur di situ, saya di sini saja," jawab Soya enggan.


"Baiklah, tidur saja di situ jadi saya akan menyimpan cerita ini sampai kamu mau tidur di dekat saya," tutur Danendra sembari tersenyum dan tak lama Danendra menguap.


"Tuan, jawab dulu dan eh .... Tuan jangan tidur!" pinta Soya tak terima karena kini Danendra sudah terlelap.


Di pertiga malam ini Soya sedikit lega dengan jawaban Danendra, meskipun ada hal yang masih menjadi ganjalan di hati Soya. "Huufff .... Soya, jawaban apalagi yang kamu cari dan kenapa kamu baru menanyakan semuanya sekarang," batin Soya sembari


memejamkan mata. Suasana rumah pagi ini sedikit ramai bibi dan Pak Muin sudah memberi arahan pada karyawan toko sementara Tuan Guntur yang sudah menyiapakan semuanya secara diam-diam membuat Soya terkejut saat keluar dari kamar. "Non, bersiaplah karena sebentar lagi MUA datang dan acara di mulai," pinta sang bibi sembari tersenyum senang.


Soya masih melihat ruang tamu yang sudah di sulap menjadi begitu mewah. Melihat semua ini perasaan senang dan haru yang Soya rasakan untuk sesaat. "Non, cepat sedikit," seru bibi sekali lagi.


"Oh, hiya Bi. Bi, kenapa ruangan di hias begitu mewah? Acara hari ini kan hanya mengulang akad nikah saja?" tanya Soya heran.


"Non, semua ini permintaan Tuan Danendra untuk selebihnya Bibi enggak tahu Non. Ayo, Non, cepat-cepat lihat Tuan muda sudah bersiap," ucap bibi sembari mendorong tubuh Soya masuk dalam kamar lagi.


Acara sederhana sudah terlewati dengan khusyuk, Tuan Guntur memeluk Danendra dan Soya penuh haru seakan ada beribu kebahagiaan yang terlukis di wajah lelaki paruh baya ini. "Lekas, beri cucu pada Ayah Danendra," ujar Tuan Guntur sembari berbisik di telinga Danendra.


Mendengar bisikan sang Ayah, Danendra tersenyum malu dan langsung berpaling ke arah Soya. Danendra sedikit terkejut saat melihat Soya sudah tak ada di sampingnya. "Lihatlah menantu Ayah, kenapa dia tak bisa duduk tenang dengan riasan dan baju seperti itu," celetuk Danendra tak suka.


"Hem, untuk itu Ayah meminta Kadir agar Soya di jadikan menantu di rumah kita," tutur Tuan Guntur tiba-tiba.


"Maksud Ayah!"


"Agh, sudahlah. saat ini Ayah juga merasa senang akhirnya kamu mencintai Soya," ucap Tuan Guntur lega.

__ADS_1


Danendra seketika menatap Sang Ayah tak percaya. "Ayah! Jangan bilang jika .... "Ucapan Danendra terhenti saat melihat Soya datang mendekat.


Danendra sesaat menatap Soya dan Sang Ayah bergantian. Tuan Guntur yang menyadari sikap Danendra seketika menatap tak suka. "Soya, ganti saja baju kamu," seru Danendra tiba-tiba.


Melihat Soya dengan patuh menuruti perintahnya, Danendra seketika menarik tangan Sang Ayah. "Ayah, tolong jelaskan semuanya dan kenapa Ayah baru mengatakan sekarang," kekeh Danendra marah.


Tuan Guntur hanya tersenyum dan menarik tangan Danendra masuk dalam kamar yang lainnya dengan menutup pintu asal. Tuan Guntur menatap Danendra sejenak dan membuang napas besar, seakan ada penyesalan di setiap hembusan napasnya.


"Danendra, tolong dengarkan baik-baik cerita Ayah, tetapi semua ini Ayah lakukan demi kebaikan kamu," jelas Tuan Guntur.


"Danendra apa setelah mendengar cerita Ayah kamu mau menerima Soya? Soya sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan semua ini, Soya hanyalah gadis polos yang terperangkap oleh ulah Kadir," tutur Sang Ayah sembari menatap jauh ke depan.


Tuan Guntur terdiam beberapa saat sebelym memulai ceritanya, tatapannya kini semakin menajam seakan mengumpulkan beberapa cerita yang lama terkubur. "Huuff .... "Hanya ini yang terdengar untuk sesaat.


Tuan Guntur flashback on


Kadir, Kadir adalah sahabat Ayah dan Warti adalah wanita yang dulu begitu Ayah suka hingga kejadian makam itu. Kadir akhirnya yang menikahi Warti dengan paksa karena ulahnya, Ayah yang saat itu begitu mencintai Warti akhirnya mengalah dan memutuskan untuk meninggalkan kota ini. Hingga akhirnya Ayah sukses membangun bisnis Ayah di bidang ini. Kesuksesan yang Ayah rasakan akhirnya membawa Ayah kembali pulang.


Namun, Ayah begitu terpukul saat bertemu dengan Warti dalam kondisi yang tak baik-baik saja, akhirnya Ayah meminta seorang pegawai Ayah untuk terus memantau kehidupan Warti, hingga akhirnya kami di pertemukan. Kadir mendatangi Ayah dan memohon untuk meminjamkan uang dengan nominal yang cukup besar dan dengan jaminan rumah.


Kadir yang selalu mangkir dalam pembayaran akhirnya Ayah memberi pinalti, tetapi Ayah begitu terkejut saat Kadir kembali meminjam uang dan jaminannya adalah Soya. Sebenarnya Ayah menolak untuk memberi pinjaman yang kedua, sedangkan pinjaman yang pertama belum terselesaikan.


Ada hal yang membuat Ayah kembali memberi pinjaman pada Kadir, malam itu melalui orang kepercayaan Ayah. Kadir berusaha menjual Soya untuk menutupi hutang judinya dari kejadian malam itu Ayah sadar jika hal ini sampai terjadi bukan hanya Soya saja yang bisa di perlakukan Kadir semaunya, Ayah kembali memberi pinjaman pada Kadir dengan satu syarat bahwa Soya tak ada yang boleh menyetuhnya maupun di jadikan jaminan untuk apapun itu.


Kejadian ini seakan membuka jalan bagi Ayah untuk menjauhkan Nella dari kamu, karena Ayah juga sering mendapat laporan bahwa Nella sudah bermain gila dengan Rengga di belakang kamu. Ayah akhirnya memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan Soya dan dengan melimpahkan satu kasus Kadir ke tangan kamu, hanya itu yang Ayah pikirkan dan untuk kejadian selebihnya kamu juga tahu.

__ADS_1


Tuan Guntur Flashback off


Danendra seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, ada perasaa yang tiba-tiba membuat Danendra geram, entah perasaan kecewa, senang atau yang lainnya. Saat ini Danendra masih bingung untuk menentukan sikapnya, tetapi satu hal yang tak bisa Danendra pungkiri bahwa dirinya begitu mencintai Soya.


__ADS_2