
Setelah menerima panggilan itu, El buru-buru untuk berkemas. Memasukan pakaian ia dan Willy kedalam koper. Ia tidak sampai hati membuat anaknya menangis begitu pilu terdengar diindera pendengarannya. Menangis karena menahan rindu selama satu minggu tidak berjumpa. Meskipun waktu honeymoon masih tersisa tujuh hari lagi.
Setelah membereskan pakaiannya, El langsung berjalan menghampiri ranjang. Ia menggigit kuku jari telunjuknya karena bingung harus bagaimana membangunkan Willy. Ia tidak tega membangunkannya karena begitu terlihat jelas bahwa Willy begitu nyenyak didalam tidurnya.
'Enggak ada pilihan lain, aku harus membuat Alwi mengerti. Jika ia tahu daddynya terlelap tidur, pasti tidak akan lagi menangis,' batin El.
El pun langsung menghubungi Alwi lagi, agar ia mengerti bahwa ia tidak bisa pulang malam ini.
📞 "Assalamualaikum, kenapa mom?" tanya Willy dengan suara serak karena habis menangis meminta mommynya agar segera pulang.
"Wa'alaikumsalam, mm... Mommy enggak bisa pulang sekarang nak," sahut El menjawab.
Ia pun mengarahkan ponselnya kearah Willy yang tengah tertidur pulas.
"Daddy tidurnya nyenyak sekali mom. Pasti daddy sedang memimpikan Al dimimpinya," ucap Alwi.
"Jangan dibangunkan ya mom, kasihan daddy," pinta Alwi pada El.
📞 "Aku tutup telponnya ya mom, sampai jumpa besok," pamit Alwi.
Setelah telpon dimatikan, El pun memandang Willy. Ia berdiri lalu menyimpan ponselnya. El memikirkan Alwi yang begitu pengertian karena daddynya tertidur. Membuat ia begitu terharu, dan sangat bahagia memiliki anak pengertian seperti Alwi.
El tersenyum memandangi Willy.
"Aku masih ingat waktu kamu sedang bekerja dan saling bercanda dengan kak Putri disela-sela kesibukkan kalian. Ternyata aku juga sudah mencintaimu, rasanya tidak percaya,"
"Yang tidak aku percayakan bahwa kita saat ini bisa bersama setelah banyak melewati rintangan yang begitu banyak,"
"Dimulai dari kekasihmu. Tetapi kak Putri dan Galih membuat skenario yang entah apa maksudnya. Membuat kisah ini menjadi rumit. Namun akhirnya Cinta masing-masing kembali pada yang memiliki," ucap El sambil terkekeh mengingat masa lalunya.
"Ingin sekali aku lebih tahu segalanya. Maksud dari mas Galih. Yang akhirnya Rely kembali bersama mas Tino, dan mas Galih sendiri menikah dengan kak Putri. Sedangkan diriku memilikimu,"
"Selamat tidur Suami Tampanku Taun Willy." El mengecup pipi Willy yang ia tahu sedang tertidur.
Tanpa El sadari gerakan ranjang karena El tertawa membuat Willy terbangun. Ia masih berpura-pura tertidur untuk tahu apa saja yang El ucapkan kala ia tertidur.
"Aku dan Alwi begitu sangat bersyukur memiliki seorang Imam seperti dirimu kak." El membelai pipi Willy dengan lembut.
"Tiada yang lebih berharga selain akhlak yang baik. Dan menurutku kamulah yang terbaik," seru El.
Willy pun langsung memegang tangan El dengan cepat, ketika jari-jarinya membelai pipi Willy. Ketika El akan menarik tangannya Willy langsung mencekalnya.
"Romantis sekali, aku terharu," ucap Willy.
"Ka-kamu mendengarkan semuanya?" El gugup.
"Iya, coba ungkapkan lagi semua isi didalam hatimu itu," pinta Willy.
Ia langsung terbangun dari tidurnya dan merebahkan tubuhnya didinding ranjang. El menarik paksa tangannya sendiri.
"Enggak. Kamu juga harus ungkapkan isi hatimu." El melipatkan kedua tangannya didada.
"Ok, baiklah. Apa yang ingin kamu ketahui." Willy merentangkan kedua tangannya agar El kembali ke pelukannya.
Dengan merangkak El mendekati Willy. Setelah duduk disamping Willy, ia langsung memeluknya dan mengecup Puncak kepala El.
__ADS_1
"Ayo, tanyakan mau tahu apa?" tanya Willy.
El pun teringat kala tadi Alwi menangis karena merindu kedua orang tuanya. El pun akhirnya mengesampingkan keingin tahuannya tentang perasaan Willy. Yang terpenting baginya saat ini adalah Alwi.
Willy langsung bergegas masuk kekamar mandi mengganti pakaian, setelah selesai ia langsung berlari keluar untuk membeli tiket. Karena waktu masih menunjukan pukul 23.00 dan masih ada waktu untuk dirinya dan El pulang.
Kini merekapun sudah berada dipesawat untuk menuju ibu kota.
***
Setelah sampai dibandara Willy menyeret koper dan menghapit tangan El. Rasanya ia ingin menggendong El jika dia tidak membawa koper.
Willy memberhentikan taksi dan memberikan alamat pada pak supir. Supaya ia akan dibangunkan ketika sudah sampai tujuan.
Kini mereka telah memasuki gerbang yang menjulang tinggi. Pak supir perlahan berseru untuk membangunkan Willy.
"Tuan, maaf sudah sampai," seru pak supir.
Willy terbangun dan menganggukan kepala. Ia juga meminta supaya bapak supir untuk membawakan kopernya sampai kedepan pintu utama.
Ia menggendong El, ia tidak tega sampai membangunkannya. Ia berjalan kekamar Alwi, ia tidurkan El disamping kanan Alwi. Sedangkan disamping kiri ada Ima yang tengah menemani Alwi.
Karena terganggu akan pergerakan ranjang, Ima pun terbangun, ia mengedipkan matanya berkali-kali untuk menetralkan penglihatannya.
"Eh sudah pulang, kenapa enggak ngabarin. Kami kan bisa menjemput kalian," lontar Ima.
"Enggak usah mah, ngeropotin. Supaya kasih kejutan juga buat Al. Maaf ya mah, tadi El tidak bilang kalau Al nangis karena ingin bertemu denganku," jawab Willy.
"Tidak apa, mama pun mengerti kalian lagi masa bulan madu. Tapi yah karena kalian sudah punya buah hati, jadi harus banyak memaklumi," sahut Ima.
Willy berjalan menuju Alwi, ia rebahkan tubuhnya disamping anaknya. Ia juga pegang tangan Alwi.
***
Suara adzan berkumandang membangunkan Alwi yang terlelap dari tidur nyenyak untuk segera terbangun dari pembaringan. Namun belum sepenuhnya ia terbangun, sudah dibingungkan dengan dua orang yang berada disamping kiri dan kanannya.
Alwi mengerjapkan matanya berulang kali sampai matanya terbuka meskipun silau yang pertama ia lihat kala melihat penerangan cahaya. Ia mengucek matanya lalu mendongak menatap kesamping kiri dan kanannya.
Betapa terkejut dan bahagianya Alwi kala terbangun sudah diberi kejutan daddy dan mommynya kembali.
"Daddy, mommy," panggil Alwi histeris.
Ia langsung berdiri dari pembaringan lalu menatap keduanya secara bergantian. Rasa tidak percaya dan seolah mimpi.
Willy pun mengajak keduanya untuk sholat berjama'ah. Setelah selesai menjalankan sholat shubuh Alwi pun langsung minta digendong Willy.
"Daddy aku rindu," cicit Alwi.
Sedangkan El hanya mengusap punggung Alwi dengan lembut.
"Sama mommy enggak nih," sahut El.
"Sama mommy juga." sahut Alwi ia langsung menghadiahi El sebuah kecupan dipipinya.
"Kenapa kamu selalu menangis?" tanya Willy.
__ADS_1
"Karena aku rindu daddy," cicit Alwi.
Sebelum Willy menjawab pintu kamar mereka pun terbuka menampilkan sosok Ananda dan juga Ima. Mereka berjalan menuju kedalam.
"Kayaknya sedang asyiik nih, bicarain apa?" tanya Ima.
Sedangkan Alwi langsung menggeleng.
"Iya, mama kesini mau membicarakan bahwa Rely dan Antonio akan segera menikah,"
Ketiganya hanya menganggukan kepala karena bahagia akan kabar dari Ima.
"Nenek tahu tidak, daddy tampanku tuan Willy," ucap Alwi.
Seketika itu pula mereka tertawa akan lontaran Alwi.
"Iya tahu nak, lalu mommy nya Al?" tanya Ananda.
"Suami tampanku tuan Willy," sahut El.
TAMAT
***
HAllo semua pembaca setiaku, terimakasih banyak untuk kesetiaan kalian menunggu ceritaku hingga tamat. Salam sayang dariku.
Jangan dulu diunfoll ya, cerita Alwi dan Nuri akan berlanjut. Ini covernya.
Dijudul TERPAKSA MENJADI PENGGANTI
untuk waktunya aku belum tahu kapan akan diterbitkan, aku masih menulis dulu nantikan kisah mereka ya 😍😘
Aku kasih bocoran untuk sinopsis Alwi dan Nuri.
***
Pembicaraan Alwi kecil kepada Nuri. Yang dulu Alwi masih berusia 5 tahun dan Nuri sudah 11 tahun.
"Teh, nanti kalo udah besar nikahnya sama Alwi yah,"
"Aku serius teh, tunggu aku pintar dan sukses,"
"Iya, terserah tuan saja kita masih kecil tuan,"
Nuri menganggap itu hanya sebuah candaan dan omong kosong belaka. Namun ketika Nuri memilih untuk menikah dan tanpa menunggu Alwi.
Alwi memilih pergi dari rumah kediaman orangtuanya. Ia membuka usaha pabrik tahu yang sama seperti Nuri jalankan warisan dari orangtuanya. Setelah status Nuri menjanda dan beranak satu, Alwi masih menunggu Nuri.
Hingga pada akhirnya Nuri berpura-pura mau menikah dengan Alwi atas keinginan dari orangtua Alwi. Yang mana pengantin wanita digantikan oleh anak dari teman papa Alwi.
Akankah mereka tetap bersama? Dan akankah Willy memperlakukannya seperti seorang istri?
***
__ADS_1