
"Tuan Willy... " panggil Putri dan beranjak turun dari ranjangnya.
Aku inisiatif kayanya, nona El cemburu tidak kira-kira. Batin Putri.
"Hmm,"
El pun menatap gawai yang sedang berbunyi, mengambilnya dan membuka gawai itu. El pun mendengus dengan hati dongkol dan sejuta kekesalan bersarang dihati, otak dan pikirannya.
"Iiiihhh, apa-apan sih ini," gerutu El dengan menghentakkan kakinya.
Ternyata gawai itu berisi pesan masuk yang mengirimkan beberapa poto kemesraan suaminya dengan seorang wanita. Apakah suaminya berselingkuh? Itulah yang menjadi pertanyaan.
Sebersit ingatan beberapa tahun kebelakang tentang pernikahannya yang sangat jauh dari kata bahagia jika orang tahu sepak terjang mahligai rumah tangga yang dijalani El.
Willy dan Putri hanya melongo melihat tingkah El. Tidak biasanya dia memperlihatkan raut wajah kekesalannya. El pun sadar bahwa dirinya ditatap kedua sepasang kekasih yang sedang menontonnya.
Dengan tersenyum kikuk El mencoba agar terlihat biasa saja dihadapan Willy dan Putri. "Aku pulang ya kak? Kak Putri kayaknya sudah bisa mengurus kakak!"
Gagal ngomporin ini. Padahal pengen tahu sebenarnya nona El itu ada perasaan tidak sama tuan Willy. Batin Putri menahan kekesalan sendiri.
El pun menggendong Alwi untuk pulang bersamanya. "Hati-hati ya nona," ujar Putri pada El. El pun berlalu pergi dari ruang perawatan itu.
***
Sebenarnya apa hubungan mereka? Mereka terlihat dekat sekali. Padahal keduanya baru bertemu beberapa kali. Apa sebenarnya yang mereka sembunyikan dariku? Haruskah aku mengakhiri pernikahan ini. Gumam El dalam hati.
El pun menoleh kearah samping, sibuah hati yang sedari tadi hanya tertidur ketika El kini sedang memata-matai suaminya.
Dan tibalah kini mobil El sudah berhenti terparkir disebrang rumah yang orang misterius itu kirimkan kepada El.
Aku tidak mau berasumsi, bahwa dia adalah pelakor dalam rumah tanggaku! Seengganya aku harus tahu asal muasal atau masa lalu mereka. Batinnya bergumam.
Bagaimana tidak berfikiran buruk terhadap suami. Jika kini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Meskipun awalnya dia tahu dari orang misterius.
Ahaaa! Ide cemerlang sudah terlintas memenuhi isi pikirannya. Mungkin tidak salah jika dirinya akan membawa dia dan anaknya tinggal dirumahnya. Seperti dulu Antonio meminta Putri untuk tinggal bersama, ditengah-tengah mereka.
Sepertinya meminta dia kerumahku itu cara supaya suamiku pulang. Batin El.
El pun melajukan kembali mobilnya untuk pulang kerumah. Dia tidak tega jika buah hatinya tersiksa karna tertidur tidak nyamannya dengan keadaan duduk.
Mobil pun sudah memasuki area rumahnya dengan hati hati El menggendong bayi tampan itu untuk dibaringkan diatas ranjang.
📞 "Assaalamu'alaikum," salam pembuka El ketika telponnya diangkat.
📞 "Wa'alaikumsalam... " jawaban salam dari sang penelpon.
📞 "Kamu kemari yah? Ada yang ingin aku sampaikan," pintanya pada sang penelpon.
📞 "Iya nona aku segera datang."
Panggilan pun berakhir. El menuju dapur untuk memberitahukan bibi jika ada tamu dirinya sedang berada dihalaman belakang.
El membawa gitar untuk mengobati kesedihan hatinya. Gitar adalah pelipur lara baginya. Tidak ada yang tahu bahwa dirinya lihai dalam bermain musik. Dipetiknya gitar itu.
Ipank ... Yang Ku Nanti ...
Satukan hati satukan jiwa
__ADS_1
Bersua kembali senang rasanya
Mencintai diriku apa salahnya
Ku sayangi dirimu takkan berdosa
Memiliki dirimu itu pasti
Rembulan malam jadi saksi bisu
Kita kembali merajut kasih
Takkan terpisahkan oleh laut biru
Itulah janji yang terucap di malam itu
Satukan hati satukan jiwa
Bersua kembali senang rasanya
Mencintai diriku apa salahnya
Ku sayangi dirimu takkan berdosa
Satukan hati satukan jiwa
Bersua kembali senang rasanya
Mencintai diriku apa salahnya
Ku sayangi dirimu takkan berdosa
Lagu berakhir dengan El menghentikan petikan gitarnya, terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang. El tercengang dengan beberapa orang dibelakangnya. Dahi nya mengkerut terlihat kebingungan.
"Kak Illy kok sudah pulang sama kak Putri?" tanyanya penuh kebingungan.
Entahlah nona El ini pengagum rahasiamu sibuaya darat selalu merepotkan ku... Ingin secepatnya pulang, dia tidak bisa jauh darimu nona El. Batin Putri selalu mengumpat Willy.
"Rely, kemari," pinta El dengan menjulurkan tangannya agar mendekat. Rely pun mendekat kearah El. (Aurelia)
Terlihat raut kecemasan diwajahnya, mungkin yang bersarang dipikiran Antonio saat ini jika istrinya tahu tentang semalam. Tapi kenyataannya memang dia mengetahuinya Antonio. Kita lihat apa yang akan dilakukan istri kecil cantikmu itu.
Tetapi gadis ini... Biasa saja kepada Aurelia. Wajahnya tidak mengekspresikan dia sedang marah, atau akan menjambak rambut wanita itu. Perusak hubungan rumah tangganya.
Namun nyatanya El tidak ingin mencap dia pelakor. Dia hanya akan memastikan jika suaminya yang mengejar dia akan mengakhiri pernikahannya. Jika wanitanya yang menggoda El akan mengajaknya bertarung, meskipun wanitu itu sahabatnya.
Putri dan Willy tidak bersuara, mereka lebih memilih pergi dari ketiga orang itu. Memberikan ruang untuk mereka bertiga berbincang. Putri memasuki kamarnya namun Willy memasuki kamar El, mendatangi anak gembul yang tengah tertidur pulas. Dan membaringkan tubuhnya disamping anak itu.
Antonio lebih memilih pergi dari pada harus berada diantara ketiganya, Antonio pun berpamitan pada El tapi tidak kepada Aurelia.
Keduanya pun sudah terduduk dikursi yang sama. "Apa kamu mau mempertimbangkan?" tanya El pada Rely, Rely hanya semakin kebingungan mencerna setiap apa yang ada diotak sahabatnya. Tapi nihil dia tidak bisa menebaknya.
"Ah aku belum menceritakan dan memberitahu mu yah?" ujarnya dengan sedikit tertawa.
"Tinggalah disini, supaya anakku dan anakmu bisa bermain bersama, itu alasanku. Aku hanya ingin anakku mempunyai teman bermain. Meskipun anakmu sudah besar tapi dia menyayangi anakku seperti adiknya, dan akupun sama menyayangi anakmu." jelas El dengan menatap Rely penuh keharuan agar Rely dapat mengiyakan permintaannya.
"Lalu bagaimana dengan yang lainnya nona?" tanya Rely dengan sedikit bimbang.
__ADS_1
"Untuk mereka aku yang akan mengurusnya, persiapkan saja perpindahanmu, nanti atau besok aku akan menjemputmu, sekarang kau boleh pulang, bicarakan dengan kembaranku." Rely pun akan memeluknya namun enggan untuk melakukannya.
El pun merentangkan tangannya. "Ayo peluk saja. Kita sahabatkan?" sahut El dan mereka pun berpelukan.
Aurelia pun pulang kerumahnya untuk memberi tahu gadis kecilnya. El pun kembali kekamarnya dan langsung tersentak hatinya.
Dia nyaman sekali dipeluk kak Illy... Sayang maafkan Mommy. Batin El merasakan sakit.
El berjalan keluar kamar, dan menuju ruang kerja Antonio.
Ceklek
Pintu berhasil dibuka El, tanpa dia mengetuk terlebih dulu. Antonio masih menatap layar laptop yang menyala, memeriksa setiap laporan yang karyawannya kirimkan.
El pun duduk dihadapan Antonio. Antonio pun menghentikan pergerakan tangannya, dengan menebar senyum Antonio berkata.
"Kenapa gadis cantikku?" tanya nya pada El. Tidak bisa dipungkiri memang hati dan jiwanya ketika berada didekat El memang terasa nyaman. Namun entahlah ternyata cintanya jauh lebih besar terhadap mantannya.
"Apa akan diizinkan ... " ujar El menggantung lontaran permintaannya. Antonio hanya mengernyit keheranan.
"Katakan, kalo tidak dikatakan aku tidak akan bisa mengijinkan," seloroh Antonio.
"Mmm ... Anu, Mas---"
"Jangan digantung-gantung El Mas malah kebingungan sayang." Seketika wajah El bersemu merah merona, selama beberapa tahun baru kali ini Antonio memanggilnya sayang.
Apa sesederhana ini membuatmu bahagia El.Gadis kecilku, aku memang menyayangimu. Tapi ketika dia datang menggoyahkan pertahananku cantik. Maafkan aku... Batin Antonio.
"Mass,"
Panggilan El membuyarkan lamunan Antonio. "Ya, sayang ... "
Haduh aku makin gila kamu memanggilku sayang kali ini, aku sangat mencintaimu. Batin El.
"Aurelia sahabatku ... apa boleh jika dia tinggal disini bersama kita," pintanya dengan memegang tangan Antonio.
"Hmm," Antonio nampak tengah mempertimbangkan keinginan El.
"Terserahmu saja."
"Ya, terimakasih, aku pergi ya mau menjemput dia." Beranjak dari duduknya dan berjalan untuk keluar dari ruang kerja Antonio.
"Besok saja," saran Antonio.
El pun menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menganggukan kepalanya. menyetujui saran Antonio. Dia tengah memikirkan harus bagaimana jika dia sudah berada lagi didalam kamar.
"Huaaa... Huaaaa... "
Anak itu menangis kembali ketika terbangun tidak ada sang Mommy berada disebelahnya. Dengan berlari dia menuju arah kamarnya.
"Kak ... "
***
Jangan pernah bosan dengan ceritanya ya 😍😍
Tinggalkan jejak like mu yah😍🌷🌷
__ADS_1
***
BERSAMBUNG