Salah Menikah

Salah Menikah
Bab 29 Anakku Diculik


__ADS_3

Drrrt Drrt Drrrttt


Bunyi ponsel dari saku celana Willy mengalihkan topik pembicaraan Willy. Willy tak dapat memberikan lontaran pertanyaan kembali kepada Aurelia. Untuk mengintrogasi wanita itu.


Dan ternyata Antonio yang menelfon.


πŸ“ž "Kau dimana? ikuti mobilku, aku sudah menshare lok lokasiku, anakku diculik Will cepat kemari," titah Antonio pada Willy.


πŸ“ž "APA?" pekik Willy dengan nada kesal bercampur marah. "Aku akan segera kesana om." telfon pun berakhir. Willy pun akan bergegas pergi. namun terhenti langkahnya.


"Anda mau kemana tuan Willy?" tanya Aurelia terlihat bingung melihat reaksi Willy berubah ketika mendapat telfon.


"Anakku diculik!"


Aurelia memicingkan satu halisnya dengan jawaban Willy. "Eh, maksud saya keponakan saya." tungkas Willy.


"Apa? maksud tuan Willy tuan muda Alwi?" tanya Aurelia panik.


"Memang anda pikir siapa lagi? sudah saya akan mencari keponakan saya,"


Willy pun bergegas mamasuki mobilnya, namun sebelum mobilnya berjalan Aurelia mengetuk kaca mobil Willy.


"Ck, kenapa nona? saya sedang terburu-buru," protesnya ketika selalu membuat waktu Willy terbuang sia-sia.


"Saya akan ikut bersama anda," pintanya dengan nada suara tegas.


Willy pun mengangguk, untuk saat ini tidak ada waktu untuk berdebat. Willy pun menoleh gadis kecil yang digandeng Aurelia. Aurelia pun mengerti dengan tatapan Willy.


"Sayang do'akan mommy untuk menyelamatkan tuan Alwi, cepat kerumah ayo," titah Aurelia kepada anak gadisnya.


Dengan cepat gadis kecil itu pun berlari memasuki rumah kontrakan sederhananya. Aurelia memasuki mobil Willy.


Willy kaget ketika wanita disampingnya akan membuka pakaian yang dikenakannya.


"Apa yang anda lakukan? anda sudah gila membuka pakaian didepan saya?" tanya Willy dengan ketus. Willy menggelengkan kepalanya dengan tingkah konyol wanita disampingnya.


Aurelia tidak menggubris pertanyaan Willy. Dan saat ini Aurelia sedang memakai gaun, dan tentunya dia melapisi gaunnya dengan pakaian jauh dari kesan peminim.


Willy pun semakin bingung dengan sikap wanita itu. Ternyata memang benar jangan melihat orang dari luar penampilannya.


"Saya boleh meminjam ponsel anda?" pintanya kepada Willy. Tanpa menjawab Willy pun memberikan ponselnya kepada Aurelia.


πŸ“ž "Hallo, Assalamu'alaikum nona Putri," sapa Aurelia ketika panggilan terhubung.


πŸ“ž "Ya, Wa'alaikumsalam. kenapa menelfon nona Aurelia?"


πŸ“ž "Apa nona El baik-baik saja?"


πŸ“ž "Dia sudah lebih baik,"


πŸ“ž "Tolong sampaikan baca pesan singkat dari saya nona, terimakasih,"


Belum Putri menjawab telfon pun sudah dimatikan, Aurelia pun memberikan pesan singkat kepada El.


πŸ’¬ "Nona apa kita bisa bekerja sama kembali seperti dulu? meskipun tidak sengaja kita bersekutu. Jangan cuma kecemasan yang menutupi hatimu. Tetapi harus keberanian yang kau keluarkan saat ini. Anakmu, buah hatimu membutuhkanmu. Ayo ikuti aku. Aku sudah pergi bersama tuan Willy susul kami."

__ADS_1


Waktu itu, disaat El diculik. Dan kedua bodyguard pribadi El kecolongan. Siapakah mereka?


***


Antonio pun sudah berada disebuah tempat yang jauh dari pemukiman warga. Antonio merasa sedih bagaimana baby Alwi jika kedinginan? Bagaimana jika bayi itu kelaparan? Bagaimana jika popok nya belum diganti?


Serentetan kekhawatiran dibenaknya menyatu dengan heningnya situasi sekitar. Anak itu memang bukan darah dagingnya, namun Antonio sangat menyayangi Alwi seperti anaknya sendiri.


Rumah yang jauh dari pemukiman warga dan juga ditengah hutan. Kesan dibuang dan dikucilkan pun menari-nari dipikiran Antonio.


Tok Tok Tok


Willy dan Aurelia pun sudah tiba ditempat tujuan. Mereka mengawasi penjaga yang yang semakin larut berlalu lalang dirumah itu.


Lalu bagaimana kah keadaan Alwi?


Alwi kini tengah diajak bermain dengan baby sitter. Dengan gembira dan tidak mengerti jika dirinya tengah dalam bahaya. Bayi berumur tiga tahun itu bersorak gembira bermain karna mainan pun sudah disiapkan didalam sana.


Susu, popok, pakaian untuknya pun sudah berjejer rapi didalam lemari. Dia menculik bayi itu namun juga dengan fasilitas yang sudah disiapkan dengan rinci.


Mungkin penculik itu tidak ingin membuat bayi tak berdosa itu mati dengan sia-sia. Mungkinkah penculik itu menyayangi baby Alwi?


FlasBackπŸ’¦


Ketika El sedang mengganti pakaian dan Alwi tengah tertidur pulas. Beberapa orang masuk kedalam kamar.


Brakk


Suara seseorang menyenggol benda yang berada dikamar El. El pun khawatir dengan tergesa-gesa El berlari dan langkah yang tertatih-tatih menuju ranjang tempat Alwi tertidur.


Dan benar saja, Alwi kini tengah digendong oleh orang yang tak dikenal dan beberapa orang menghadang, menghalangi El supaya tidak berhasil merengkuh baby El.


"Jangan terlalu banyak mengeluarkan jurus nyonya, sayang sekali tenagamu kalau terkuras dengan sia-sia." ejek penjahat itu dengan langsung keluar kamar untuk membawa baby Alwi.


Namun sayang perlawanan El harus berakhir sia-sia. Karna dari arah belakang, orang itu membawa sapu tangan yang sudah diberi obat bius. El pun terjatuh pingsan.


FlashBackπŸ’¦


πŸ’¬ "Bagaimana keadaan tuan muda Alwi?"


πŸ’¬ "Dia baik-baik saja, kau tahu? dia diperlakukan dengan sangat istimewa. Baby sitter pun disiapkan penculik itu, untuk makanan tuan muda tidak akan kelaparan. Jangan panik sayang!"


Bos Aurelia pun bernafas lega ketika mendapat kabar baik ini. Tentunya dia simpan sendiri kabar baik ini. Senyum kelegaan terpancar diraut wajahnya.


"Tuan Antonio," sapanya dengan mendekat kearah Antonio.


Antonio kini terlihat kusut dan juga berantakan. Galih pun memberikan arahan agar Antonio lebih berfikir jernih. Dengan memberikan pakaian baru Galih menyuruh Antonio berganti pakaian.


Sebenarnya Antonio tengah frustasi, dia tidak ingin kejadian beberapa tahun kembali terulang. Kehilangan sosok buah hati dan buah cintanya sangat membuat hatinya terpukul.


"Galih," panggilnya sambil berjalan mendekati Galih.


"Tuan sepertinya mereka sudah mulai terlelap! kita mulai misi kita,"


Mereka semua berpencar dan sudah membentuk beberapa kelompok. Galih bersama Willy dan Antonio bersama Aurelia.

__ADS_1


Entah takdir, atau semesta ingin melihat mereka bersatu kembali? lalu bagaimana dengan gadis yang telah dinikahi Antonio? Apakah sampai hati menyakiti hatinya?


Kedekatan ini selalu ingin Antonio dapatkan. Tentu saja akan dimanfaatkan kebersamaan ini. Walaupun waktunya yang singkat dan kesempatan ini datang disaat yang tidak tepat tentunya.


"Anda harus focus, untuk masalah pribadi ... cobalah untuk dikesampingkan dahulu," nasehat Aurelia ketika dia menjelaskan apa yang seharusnya Antonio lakukan.


Ya, Antonio hanya menatap lekat wajah Aurelia. Dia sudah menjelaskan semuanya agar lebih berhati-hati. Karna mereka tidak memberikan obat tidur. Namun para penculik tertidur dengan sendirinya. Jadi harus lebih teliti.


Disaat orang-orang Antonio sudah mengerti apa yang dijelaskan Aurelia, Antonio malah mendekati Aurelia memeluk pinggang wanita itu dengan erat.


"Anandita," cicitnya dengan penuh kesedihan diraut wajah tampannya.


Antonio lebih mendekatkan wajahnya dengan Aurelia, kini dahi mereka menyatu. Debaran jantung yang berpacu begitu cepat mereka rasakan kembali.


Keduanya saling memejamkan mata. Merasakan kerinduan yang telah lama hilang. Namun Aurelia teringat dengan baby Alwi.


"Lepas tuan," pintanya dengan mendorong dada bidang Antonio. Seperti tahu apa yang akan dilakukan wanitanya dengan sigap dia langsung mencekal tangan itu.


"Jangan dilepaskan, biarkan begini. A-aku sangat merindukanmu,"


Antonio mulai terhanyut dengan perasaannya hingga melupakan keselamatan baby Alwi. Namun Antonio juga ingin penyemangat hidupnya memberi penjelasan supaya rasa bersalah tak menghantui di kehidupannya.


Antonio pun mengangkat dagu Aurelia, hingga mereka bertukar nafas. Antonio mengecup bibir itu sekilas. Aurelia hanya memejamkan matanya.


Dirasa tidak ada penolakan Antonio mengecup kembali bibir itu dengan mulai mengigit-gigit kecil agar mulut itu terbuka.


Aurelia hanya menikmatinya. Moment yang sangat dirindunya. Belaian lelaki itu. Sentuhannya sungguh menghanyutkan. Ketika keduanya telah kehabisan bernafas perpagutan itu pun terlepas dengan sendirinya.


"Anandita," panggilnya dengan mengangkat kedua pipi wanita itu memaksanya untuk menatap mata Antonio.


"A-apa?"


***


Jangan memberikan aku harapan kembali.


Jangan membuat luka baru didalam relung hatiku.


Aku sungguh tidak sanggup lagi.


Aku sudah membuang seluruh cintaku untukmu.


Namun ketika aku bersamamu...


Rasa itu kembali hadir dan tumbuh kembali.


Bahkan perasaan ini lebih besar dari sebelumnya...


Kumohon tolong pupuk itu kau buang


Jangan sampai membuat aku tersiksa karna menyimpan Cinta untukmu...


🌷🌷🌷


Terimakasih untuk dukungannya yang telah menambahkan ceritaku kedaftar pavoritmu(^_^)

__ADS_1


Semoga tetap suka dengan cerita yang kutuliskan.


Tinggalkan jejak likemu ya sayang 😍😍


__ADS_2