Salah Menikah

Salah Menikah
Bab 30 Salahkah Jika Aku Mencintai Istri Orang?


__ADS_3

Selamat membaca😍😍


***


"A-apa?"


"Kenapa pergi dan meninggalkan sejuta pertanyaan yang berada dibenakku?" tanyanya dengan masih menatap lekat wajah wanita yang berada dihadapannya.


Belum Aurelia menjawab suara tembak😜n terdengar oleh keduanya. Sontak keduanya pun langsung berbalik.


Dooorrr


Suara tembakan menyadarkan keduanya dari alam bawah sadar. Keduanya pun tersadar dari apa yang mereka lakukan.


Aurelia merutuki kebodohannya yang dengan suka relanya mau dici😜mi oleh lelaki yang sudah berstatus suami orang.


Keduanya pun tidak berdebat untuk apa yang sudah mereka lakukan. Mereka langsung terfocus dengan arah tatapan menatap tajam lurus kedepan.


"Heh, apaan sih itu dimainin, kalo penduduk sekitar kemari bagaimana?" hardiknya dengan gemas kepada orang disampingnya. Gemas ingin melempar batu kemukanya.


"Nggak bakal disini hutan, bukan perumahan kompleks," lontarnya dengan memainkan benda itu.


Orang itu dengan santainya memainkan benda itu, tanpa peduli bahayanya jika benda itu ditembak😜n.


Huuhh


Antonio dan Aurelia mengelus dada dengan penuh kelegaan. Mereka berfikir orang-orangnya yang tengah tertangkap basah diketahui oleh penculik.


Mereka pun kini terfocus dengan niat apa yang akan mereka lakukan ditempat itu. Urusan pribadi Antonio, kali ini akan mengenyampingkan sejenak. Yang lebih penting saat ini adalah baby Alwi.


"Tuan Antonio anda sudah mengawasi penjaga yang berada didepan?" tanyanya pada Antonio.


"Ya tenang saja apa kalian sudah berhasil membawa anakku?"


"Anda tidak usah khawatir. Anak anda sudah berada dalam pelukan nona El,"


Ya memang sudah berada dalam pelukan El. Penyamaran berhasil dengan mengelabui penjaga untuk El menjadi baby sitter gadungan.


Gadungan?


"Eh, kok gue rasa itu siWilly yah? ngapain tuh sibos dihutan belantara macem begini? apa itu orang frustasi karna gadisnya menikah dengan pamannya?" tanyanya pada orang disebelahnya.


"Yang bener? mimpi lu yah? lu kesurupan? eh buset merinding gue," ucapnya dengan bergidik merinding.


"Tapi loe tau kan yang didalam itu nona El, katanya juga yang diculik itu anaknya?" tanyanya dengam berbisik.


"Eh bener tuh." jawabnya meyakinkan.


"Lah ini tuh semua gara-gara pamanmu yang memaksa kita untuk menjadi penjahat."


Dari jauh sana pun Willy mengamati dua orang yang tengah berjaga, untuk memastikan apakah benar dua sahabatnya? atau matanya saja yang sedikit bermasalah karna kegelapan.


"Mau kemana tuan? jangan gegabah tadi saja sudah ada suara tembakan!" ucapnya dengan menahan Willy.

__ADS_1


"Saya hanya ingin memastikan saja, apa anda membawa obat tidur?" tanya Willy pada Galih.


"Saya membawanya tuan,"


Dengan bermodalkan untuk meyakinkan apakah penglihatannya tidak salah, dia pun celingak-celinguk untuk memastikan situasi aman. Barulah dia akan bergerak untuk mendekat pada penjaga itu.


Penglihatan Willy memang masih normal dan tidak salah mengira ataupun matanya bermasalah karna kegelapan.


Mereka adalah dua sahabat Willy. Dua kurcaci yang selalu Willy pusingkan jika tengah berada disekitaran mereka. Namun Willy tetap menyayangi mereka.


"Kurang ajar kalian berdua yang menculik anak gue," sungut Willy dengan rahang mengeras.


"Salah paham Will," sanggah Restu dengan wajah memelas.


"Iya Will bener kata siEtu," sambung Sastra dengan menyambar obat ditangan Willy.


Seperti sudah mengerti dengam situasi yang terjepit Sastra pun sudah berhasil membawa obat dari tangan Willy.


"Serahkan semuanya pada kita, dan loe pergi gih nanti kesini lagi kalo sudah beres," Saran Sastra mengusir Willy.


Willy pun mulai bersembunyi ketempat semula. Dua sahabat Willy pun membuatkan minuman untuk seluruh penjaga.


"Hey kemari ayo, minum dulu. Pegel jadi patung terus," pinta Restu untuk mereka membawa minuman yang dipegangnya.


Namun rencana tak sesuai yang diharapkan. Antonio, Galih, Willy tidak menyangka jika perempuan yang berjalan memasuki rumah itu adalah baby sitter aslinya.


💬 "Cepat bantu nona untuk keluar dari rumah itu bagaimanapun caranya,"


"Permisi tuan," sapa wanita itu dengan ramah.


"Siapa kamu?" tanya penjaga A.


"Saya baby sitter, maaf jika saya terlambat," jawabnya dengan membungkukkan badannya.


"Lalu yang didalam siapa? CEPAT KEDALAM CARI WANITA ITU," sungutnya memerintah dengan geram.


Semua penjaga pun berhamburan untuk mencari baby sitter yang mungkin menyamar, suasana yang tadinya hening menjadi sangat ricuh. Terjadi kegaduhan karna seorang baby sitter.


Restu dan Sastra kebingungan harus berbuat apa disituasi begini. Dan yang pasti mereka akan membantu Willy untuk menyelamatkan dua orang yang paling berharga untuk hidupnya.


Antonio maupun Willy terpaksa harus memaksa masuk kedalam. Terjadi pertarungan didalam rumah ditengah hutan itu.


Antonio pun kesana kemari untuk menyelamatkan El dan juga baby Alwi. Antonio pun frustasi karna disetiap kamar tidak menemukan orang yang tengah dicarinya.


"Shiiiittt, dimana kalian," rintihnya dengan berlari kesana kemari.


Pertarungan pun dimenangkan oleh pihak Antonio dan Willy. Namun sosok yang dicarinya tidak Antonio temukan.


Orang-orang Antonio dan Willy pun berhasil mengumpulkan semua penculik yang beranggotakan 15 orang untuk berjaga disana. Namun nihil kembali ketika semuanya diintrogasi tidak ada yang mengetahui keberadaan sosok mereka.


Mereka pun mencari sosok Aurelia, namun sebelum mereka khawatir dengan wanita itu, dia lebih dulu datang dan membawa El dengan baby Alwi.


Keterkejutan nampak diraut wajah mereka. Tetapi hanya satu orang yang terlihat datar. Karna dia sudah mengetahui lebih dulu.

__ADS_1


Sudah kubilang kalian tidak akan bisa menyentuh nonaku meskipun sehelai rambut pun," Batinnya dengan tersenyum licik kearah rumah.


Antonio, Willy pun berjalan mendekati mereka. Nampak wajah kekhawatiran pun berangsur hilang dari keduanya. Willy langsung memeluk keduanya dengan erat. Namun Antonio malah menatap lekat kembali sosok yang sudah membantu El kabur.


"Kakak lepas kasian anakku tidak bisa bernafas," lontarnya dengan menggoyangkan badannya.


Willy pun melepaskan pelukannya. Dan meminta maaf pada Antonio karna telah memeluk istri pamannya. Antonio hanya tersenyum kepada Willy dengan menepuk pundak Willy.


Suara klakson pun terdengar dari arah belakang dan itu adalah Galih dan Putri. Mereka berdua mengendarai dua mobil untuk menjemput mereka.


Antonio dan Willy hanya bisa mengerutkan dahinya. Setahu mereka dalam misi ini Putri tidak ikut serta. Namun wanita itu bisa berada disini. Mereka berdua hanya bisa menerka-nerka. Apakah hubungan Putri dan Galih?


"Ayo masuk tuan, nona. Sebelum bos penculik itu datang," titah Galih pada semuanya.


Tanpa memberikan pertanyaan Antonio, Willy pun memasuki mobil begitu pun dengan Aurelia El beserta babby gembil Alwi.


Namun entah kebetulan atau memang karna jodoh yang tertukar? Antonio kembali satu mobil dengan Aurelia dengan pemegang kemudi Putri. Dan Willy bersama El beserta Galih yang berpacu memegang stir kemudi.


Galih hanya tersenyum ketika melihat perhatian yang diberikan Willy dari jok belakang. Galih merutuki keegoisan Antonio yang tetap mempertahankan pernikahannya dengan El.


Apa mungkin laki-laki itu sengaja supaya dapat terus bersama-sama gadis itu?


"Galih," panggil Willy dengan menatap kearah Galih.


Galih nampak mengerutkan dahinya, ketika orang yang berada dijok belakang hanya memanggilnya. Hembusan nafas yang dikeluarkan begitu berat terdengar. Apakah gerangan yang membuatnya ragu?


"Iya tuan," jawab Galih dengan melihat kearah kaca spion.


Galih pun kembali focus kearah depan dikira tuannya hanya memanggil tanpa membicarakan apa maksud dari panggilannya.


"Apakah salah jika seseorang mencintai istri orang?" tanyanya pada Galih dengan Willy menatap El yang tengah terlelap menggendong baby Alwi.


"Itu sangat salah dan berdosa tuan!" jawab Galih tersenyum dengan arah masih menatap kejalan.


"Berarti aku berdosa mencintai istri dari om saya? tetapi om saya seperti tidak mencintai nona mu Galih," seloroh Willy dengan berganti menatap Galih.


"Jika benar begitu, atas dasar apa? dan dengan alasan apa? membuat tuan Antonio menikahi nona saya? dan kenapa juga dia tidak mencintainya?" sambung Galih menjawab dengan nada tegas.


"Itulah yang menjadi titik pusat dari inti masalah!"


"Maksud anda tuan?"


"Nonamu lah yang bisa menjawab semuanya," lontar Willy. Willy pun memejamkan matanya. Ketika membuat Galih kebingungan dengan teka-teki yang berhasil dilayangkan untuknya.


Galih pun berpikir keras untuk maksud dari inti pembicaraan mereka. Galih sudah mengetahui jika Willy memang sangat mencintai nonanya.


Semoga kepintaranmu dapat membuat benang kusut apa yang diderita oleh nonamu Galih!


***


Jangan lupa likenya 😉😉


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2