
Ketika Antonio membuka matanya untuk terbangun dari tidur lelap dengan berkelana didunia mimpi indah yang tengah dilaluinya.
Dia mendapati El yang tengah sibuk menyiapkan pakaian untuk dirinya.
"Sudah bangun Mas? Ayo cepat mandi," titah El yang masih bersikap seolah apa yang dia ketahui tidak pernah mengetahui tentang kelakuan mereka.
"Hmm." Antonio pun beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.
Dan seperti biasanya si tampan yang tak lain adalah Alwi kini tengah bersama El-Nuri.
"Tuan Alwi coba kamu berbicara memanggil namaku?" titah El-Nuri.
"Aku bisa El-Nulli... "
Gelak tawa didalam kamar itu menggema, "Sudah kubilang 'R' tuan Alwi," ucap El-Nuri untuk mengajarkan Alwi.
"L---"
"Jangan tertawa lagi kakak, aku akan berusaha," oceh Alwi dengan masih menyebutkan huruf abjad yang dititah El-Nuri.
"Rrrrrrrrrrrr,"
"Coba ulangi lagi tuan!"
"Rrrrrrrrr,"
"Yeeeeee, aku bisa kak nulli," ungkapnya lagi dengan bertepuk tangan. Sontak membuat El hanya mengulum senyum.
"Kamu bisa menyebutkan 'R' namun ketika menyebut namaku 'R' itu berubah kembali menjadi 'L' tuan Alwi,"
Alwi pun tak henti-hentinya belajar untuk menyebutkan huruf abjad tersebut.
Tap Tap
Suara orang berjalan menghampiri kamar Alwi. "Sayang cepat sarapan dulu yah nanti kamu terlambat," titah Aurelia pada anak gadisnya.
"Tuan Alwi ayo," ajak Aurelia dan menggendong tuan Alwi.
***
Kini semua telah berada dimeja makan untuk menyantap sarapan pagi. Seperti biasanya tidak ada percakapan ketika mereka tengah menyantap makanan.
Setelah semuanya selesai sarapan.
"Mommy...," sapa Alwi kepada El.
"Apa sayang," jawab El memandang buah hatinya.
Alwi pun menunjuk kearah El-Nuri. "Aku mau ikut kakak sekolah," pintanya pada El.
El-Nuri hanya mengulas senyum dibibir cantiknya, ke empat orang dewasa itu juga sama mengulas senyum.
"Sayang ... Kamu belum bisa ikut kak Nuri nak," ucap Antonio memberi pengertian.
"Kenapa Dad?" tanya Alwi dengan raut wajah sedih.
"Kamu belum waktunya masuk SD tuan tampan, bagaimana kalau belajarnya nanti sepulang kak Nuri dari sekolah?" sambung Willy memberi pilihan pada Alwi.
__ADS_1
Aurelia dan Putri hanya menyimak tanpa memberi saran. Karna mereka sadar mereka hanya tamu bukan bagian keluarga Nugraha.
Alwi tertunduk larut dalam kesedihan karna keinginannya ditentang oleh orang tuanya. El yang memahami kesedihan putra nya dengan sigap menggendong buah hatinya. Alwi menangis dipangkuan mommy-nya.
Antonio dan El-Nuri pun perlahan berlalu meninggalkan ruang makan. Putri pun terlebih dulu pergi untuk menuju kantor. Dan Aurelia membantu bibi untuk membereskan piring.
Lalu Willy? Dia sedang berusaha membujuk Alwi untuk tenang.
"Kata Daddy Willy lelaki harus apa?" tanya Willy dengan menepuk punggung Alwi. Alwi pun berbalik untuk menatap Willy.
"Tidak boleh cengeng," jawab Alwi dengan mengusap sisa air matanya.
Willy hanya tersenyum kearah Alwi. "Mommy aku mau ikut Daddy Willy saja?" pinta Alwi meminta izin pada El.
"Sayang kamu akan mengganggu kerja Daddy Willy. Tunggu kak Nuri pulang saja yah?" bujuk El kepada Alwi. Alwi tidak menjawab namun bersedekap dia merajuk.
"Tidak apa El, Kakak bawa saja Alwi kekantor!"
"Tapi kak---,"
Tanpa mendengar omelan dari El. Alwi pun digendong Willy untuk kekantor.
Ketika Willy menggendong Alwi raut wajah kagum dari para karyawan terpancar. Bagaimana tidak Willy tampak sebelas dua belas ketampanannya dengan Alwi. Mereka pun mengira bahwa Alwi adalah anaknya Willy.
"Mirip yah."
"Wah sebelas dua belas tampannya."
"Kok kayak Anak sama Ayah yah, bukan paman dan keponakan."
Itulah bisik-bisik sesama karyawan yang Putri dengar untuk menyambut Willy.
Putri sampai menggeleng-gelengkan kepalanya kekanan dan kekiri atas pikirannya yang tak masuk akal.
"Tuan Willy---," sapa Putri ketika dia membuka ruangan pintu kerja Willy.
"Eh, tuan kecil Alwi?"
"Putri kamu jaga Alwi dulu, biar meeting aku saja yang handle," ujar Willy pada Putri. Putri pun hanya menganggukan kepalanya.
***
"Sepertinya tuan Dian ingin menghancurkan proyek yang tengah kita garap?" ungkap Galih pada Antonio.
"Jadi maksudmu, dia mengirimkan orang untuk menjadi kuli diproyek kita, dan dengan sengaja melukai pekerja proyek dan... meminta konpensasi?" jawab Antonio dengan gusar.
"Iya tuan,"
Antonio dan Galih memilih untuk menolak proposal yang diajukan Dian. Namun siapa sangka rencana liciknya dapat tercium juga oleh keduanya.
"Lalu apakah orang suruhan paman Dian sudah diketahui?" tanya Antonio.
"Sudah tuan sudah saya amankan," ungkap Galih berbangga diri.
"Aku tidak pernah meragukan kehebatanmu Galih." Antonio tersenyum penuh kekaguman kepada Galih.
FlashBack💦
__ADS_1
Galih sedang memeriksa proyek yang tengah ditanganinya, dia tidak sengaja melihat pegawai baru yang mencurigakan.
Orang itu celingak-celinguk dan diatas sana sudah ada orang yang dengan sengaja menaruh besi dijendela dengan ditaruh tidak sesuai mestinya.
Jika besi itu disentuh dijadikan pegangan, tentunya besi itu akan jatuh kebawah bersama orang yang tengah berpegangan kepada besi itu.
Belum orang itu melakukan aksinya namun sudah tertangkap basah oleh Galih. Al-hasil orang suruhan Dian pun dibawa oleh orang-orang Galih.
FlashBack💦
"Saya memang hebat tuan." Dengan bangganya Galih merapikan kerah bajunya dihadapan Antonio.
"Ck, baru dipuji begitu saja sudah besar kepalamu, so cool begitu apaan?" Antonio berdecak.
"Saya tidak besar kepala tuan, kalo besar kepala susah memasukan helm," jawabnya dengan santai.
"Ya, ya, ya terserah kau saja," ucap Antonio.
Setelah perbincangan mereka terhenti.
Brakk
Seseorang membuka pintu ruangan Antonio dengan kasar. Keduanya pun menoleh. Keduanya hanya membuang nafas dengan kasar atas tamu yang tidak sopan datang kekantornya.
"Anda menolak bekerja sama dengan perusahaan saya?" tanyanya dengan terlihat emosi.
"Itu hak perusahaan kami tuan. Bukankah diterima atau tidaknya itu sudah menjadi resiko," Sambung Galih dengan tegas.
"Lalu kenapa menolak? Anda bisa menceritakan alasannya?" tanya nya lagi dengan mulai melunak.
"Perusahaan anda tidak apa, meskipun tidak bekerja sama dengan kami! perusahaan anda juga tidak sedang mengalami kendala dalam masalah dana!" ungkap Galih.
Datang hanya ingin mengacaukan perusahaan kami? Hmm jangan bermimpi. Tamu arogan. Batin Galih.
"Iya benar paman, anda tidak perlu repot-repot datang keperusahaan saya hanya untuk menanyakan hal ini." tegas Antonio.
"Jadi maksud anda saya tidak diperbolehkan bertamu diperusahaan mu ini?" tanya nya dengan menggebrak meja.
"Berhenti tuan," tegas Galih dengan mulai maju beberapa langkah. Namun diberi kode gelengan kepala supaya Galih tidak melanjutkan langkahnya.
"Anda harus sopan tuan kepada Presdir kami," lontar Galih yang masih bisa mengontrol emosinya supaya tidak menyeret paksa tamunya keluar.
"Tuan mu saja tidak sopan kepada tamunya," hardik tamu itu.
"Bisa anda menceritakan perkataan tuan saya yang tidak sopan atau menyinggung anda? Dari tadi yang menjawab saya. Saya yang mewakili tuan saya," ungkap Galih memberi pencerahan.
"Kurang ajar kalian," lontarnya lagi dengan menggebrak meja kembali.
"TUAN... "
***
Terimakasih masih tetap setia dengan ceritaku. Aku kecup yah 😘😘😘
Berikan like dan komentar kalian tentang ceritaku😍😍
Karna kalian pula aku tetap semangat menulis meskipun up nya jarang maafin yah author amatir ini😂😂
__ADS_1
***
BERSAMBUNG