
Selamat membaca ๐
Semoga tetap menunggu dan menyukai cerita recehku๐
***
"Ingin dicium?" lontar Willy dengan menggoda Putri lagi.
"Bukan Will, ih kamu ya!" Putri dengan ketus dan menepuk lengan Willy.
"Lah, terus? Dari tadi ingin-ingin terus kamu Put?"
"Aku mau minta cuti selama dua minggu tidak apa-apa?" pinta Putri.
"Mau kemana?" tanya Willy penasaran.
"Ada urusan keluarga!" ungkap Putri pada Willy.
Willy menghembus nafas, dengan permintaan Putri. Karna dia berfikir pasti akan kewalahan tanpa bantuan dari Putri sekretarisnya. Dia pun menatap Putri seraya berfikir.
"Boleh ya Will?" rengek Putri dengan bergelayut dilengan Willy.
"Kamu manis Put? Kalo ada maunya doang," cibir Willy dengan melepaskan gelayutan tangan Putri dari tangannya.
Putri pun tak tinggal diam, dia terus saja merengek seperti bayi yang ingin digendong. Willy hanya acuh tak menanggapi. Dia tak mendengarkan ocehan-ocehan Putri yang terus meracau supaya diberi izin.
Padahal ini masih jam kerja. Namun kali ini Willy tak menegurnya. Alasannya hanya ingin melihat seperti apa rayuan Putri ketika dia mempunyai keinginan.
Setelah hampir satu jam berlalu Putri merengek, dia pun mulai kelelahan. Tampak dari dahinya yang mulai meneteskan keringat. Dia menghentakkan kakinya kelantai, hingga Willy menahan tawa karna berhasil mengerjainya.
Ketika Putri akan keluar dari ruangan Willy. "Ya, kau boleh cuti. Selama dua minggu!" ujar Willy dengan mengangkat tangannya dan membentuk 'V'.
Putri pun berbinar-binar nampak kegirangan dengan lontaran Willy. Dia pun berjalan kembali mendekati Willy.
"Makasih Willy tampan," ucap Putri merayu.
Willy pun masih bersikap santai seolah-olah dia mengizinkan. "Tapi ada syaratnya?" tungkas Willy kepada Putri.
Seketika itu pula wajah Putri kembali garang. "Kamu tuh yah! Nggak peka banget orang ada urusan keluarga. Keterlaluan kamu Will!" sungut Putri.
Willy tak menanggapi ocehan Putri lagi. Dia malah bernyanyi.
"Sayang tolong jang marah marah
Tolong katong baku percaya
Serius yang bera su tanam
Seng mungkin akang mau baroba
Sayang tolong tetap percaya
Cinta ini seng kan kamana
Serius yang beta su tanam
__ADS_1
Cinta ini dalam dalam."
Ketika Putri tengah marah dan ingin menggertak Willy, seketika itu Putri pun menutup mulut supaya tidak terdengar dia menertawakan Willy. Marah nya dia tertutup dengan candaan dari Willy. Namun tetap saja tertawanya dapat terdengar oleh Willy.
"Kenapa tertawa? Bagaimana suaraku Bagus tidak?" ucap Willy berbangga diri sambil merapikan dasinya dan menaik turunkan halisnya.
"Multi talent ya aku? Sudah tampan, suaranya merdu seperti Musisi,"
"Memuji diri sendiri, cih," ujar Putri mencibir.
***
Keesokan paginya pun Putri sudah berlalu pergi dari rumah kediaman Willy. Dan hari ini pun Putri sudah tak bersama Willy kekantor.
Ketika Willy sedang bergulat dengan dokumen-dokumennya. Ketukan pintu ruangan kerja Willy nyaring terdengar.
Tanpa menunggu jawaban dari sang penghuni ruangan, seorang anak laki-laki tampan belingsatan berlari kedalam menuju kearah Willy.
"Daddy Willy," sapanya ketika ia memasuki ruangan.
"Ada apa?" tanya Willy menghampiri anak lelaki itu dengan menggendongnya.
"Aku akan membantu Daddy Willy!" serunya dengan menampilkan serentetan giginya yang sebagian baru tumbuh.
Halis Willy menaut, mencerna kalimat yang dilontarkan sang keponakan. "Maksudmu?" tanya Willy lagi keheranan.
Anak kecil itu tidak menjawab namun hanya tertawa digendongan Willy. Dari arah pintu datang lagi seorang wanita cantik sang pujaan hati Willy.
"Aku akan membantumu," seru El ketika berhadapan dengan dua lelaki tampannya. Willy hanya mangangguk tanda mengerti sebenarnya ini adalah keinginannya.
Flasback ๐ฆ
"Kamu harus membujuk El supaya dia mau menjadi sekertaris dadakan dikantorku," ucap Willy tertawa garing.
Dia merasa permintaannya konyol kepada Putri. "Hmm." Putri hanya berdehem sambil merapikan bajunya kedalam koper.
Willy terus saja mengecoh dihadapan Putri. Kepala Putri pun hampir ingin pecah dengan omong kosong yang Willy lontarkan. Ketika acara berkemasnya selesai. Putri pun meninggalkan Willy tanpa permisi.
"Nggak sopan Puput orang lagi ngomong main pergi," umpat Willy ketika Putri sudah keluar kamar. Putri hanya meng-oh kan saja. Dia pun berjalan menuju kamar El.
Putri mengetuk kamar El dengan hati-hati, dia takut penghuni kamar itu sudah tertidur. Dan membangunkan penghuninya. Tapi apalah daya dia ingin liburan saat ini.
Pintu kamar pun dibuka. "Kenapa kak Putri?" tanya El yang terlihat kelelahan dengan muka bantalnya karna hari sudah menunjukan pukul 10 malam.
"Apa aku mengganggu istirahatmu nona? Maafkan aku?" ucap Putri merasa bersalah namun apalah daya dia tidak punya pilihan lain.
"Tidak apa kak! Kenapa? Ada yang bisa aku bantu?"
Mereka berdua pun berjalan menuju kearah sofa yang berada di balkon. Putri menceritakan tentang dirinya bahwa dirinya harus meminta cuti selama dua minggu.
Tanpa perdebatan El merasa iba dia pun meng iya kan keinginan Putri dengan senang hati.
Baik hati sekali nona El. Batin Putri.
Flasback ๐ฆ
__ADS_1
El pun dengan cekatan membantu Willy. Seperti yang dilakukan Putri. Mengerjakan apa yang dikerjakan Putri, dan Willy tentunya merasa senang karna pekerjaannya terbantu.
Apalagi yang membantunya orang yang sangat berarti dalam kehidupannya. Sikecil Alwi pun tidak mengganggu pekerjaan El dan Willy. Dia bermain dengan antengnya diruangan Willy.
Semua yang dikerjakan El nampak memuaskan bagi Willy. Dia pun semakin mengagumi El. Tak terasa telah waktunya pulang. Mereka pun kembali kerumah dengan satu mobil. Dan sikecil Alwi pun sudah tertidur pulas di gendongan El.
Hening! Suasana yang tercipta didalam mobil itu. Willy merasa canggung saat ini.
"El," panggil Willy memecah keheningan didalam mobil itu.
El pun menoleh. "Kenapa kak?" tanya El.
"Kamu tidak kelelahan bukan? Mambantu kakak dan mengurus Alwi?" ujar Willy berbasa-basi. El pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan Willy hanya mengangguk.
***
Disebuah caffe tampak Putri sedang menunggu seseorang. Orang itu telat 15 menit dan pastinya akan mendapatkan omelan bahkan kemarahan yang akan membuat seisi caffe rusak.
Lelaki itu celingak-celinguk mencari keberadaan Putri. Ketika mata indahnya menangkap sesosok gadis pujaannya dia pun menghampiri.
Dia menarik kursi dan mendudukan bokongnya dikursi. Ketika dia telah sampai dia pun sudah mendapat teguran yang sangat garang.
"Aku membencimu!" hardik Putri.
"Aku tidak mau lagi membantumu?" gerutu Putri dengan ketus.
"Jelaskan alasannya kenapa? Baru sampai sudah marah-marah!" ucap lelaki itu masih bersikap santai dengan gerutuan kekasihnya.
"Aku tidak akan lagi tinggal dirumah tuan Willy!" ancam Putri. Lelaki itu hanya manautkan halisnya dengan lontaran kekasihnya.
"Kamu sedang marah?" godanya dengan mencolek dagu Putri. Putri pun mengusap-ngusap dagunya dengan tisu. Seolah-olah bekas sentuhannya menjijikan. Lelaki itu semakin terkekeh dengan prilaku Putri.
"Kamu!!" hardik Putri dengan menunjuk.
"Apa sayang?" tanya lelaki itu.
"Kenapa bisa aku tidak mengetahui kejadian rahasia besar itu? Kamu pun tidak memberi tahu ku? Kamu tidak menganggapku? Aku sudah mengetahui semuanya!" Putri berbicara dengan intonasi yang mulai meninggi.
Lelaki itu hanya mendengarkan tanpa memotong pembicaraan Putri. Ketika Putri sudah mulai tenang, kekasihnya pun mencoba memberikan pengertian kepada Putri.
Dia tidak ingin hanya karna masalah ini kekasihnya marah besar padanya.
"Itu diibaratkan aib. Dan apa aku harus mengumbar aib nonaku sayang?" tanya lelaki itu dengan lembut.
***
Kejujuran adalah pondasi terkuat dalam hubungan.
Jangan pernah membohongi,
Rasakanlah jika kamu dibohongi.
Pasti rasanya akan sangat menyakitkan.
***
__ADS_1
****BERSAMBUNG****