Salah Menikah

Salah Menikah
Bab 19 Kekhawatiran Part3


__ADS_3

"..."


"Apa???"


"..."


"Iya aku segera kembali kerumah!"


📲


"Kalian urus mereka, bawa ketempat kita. Supaya leluasa." perintah Willy kepada pengawalnya.


"Baik tuan,"jawabnya bersamaan.


***


"Paman, kau sudah pulang?" tanya Willy ketika memasuki kamar El yang tengah menangis. Seketika itu pula Willy hanya mampu menautkan halis seraya kebingungan dengan suasana sedih didalam kamar.


Tentu saja membuat hatinya hancur, remuk redam. Pasalnya Willy sangat mencintai El dengan seluruh kehidupannya. Jika ditanya apakah dia cemburu?


Dan atas dasar apa? Alasannya cemburu, karna Antonio dan El tengah berpelukan. Dan jawabannya adalah cemburu, dan tentunya melibatkan perasaan.


Jika bukan Paman Antonio. Mungkin saja dia akan dengan brutalnya menghajarnya bertubi-tubi. Bahkan mungkin pula membunuhnya.


"Mas Tino. Tidak, aku nggak mau mas," ucap El dengan histeris.


Bagaimana pernikahan ini akan dilaksanakan? Aku mengandung anak kakak, tapi mas Tino yang akan bertanggung jawab atas kehamilanku. Tetapi aku juga tidak mau membuat hati kak Putri hancur seperti ku. Batin El dengan sekilas menatap Willy.


Antonio semakin mengeratkan pelukannya, dan membelai lembut punggung El dengan berbisik.


"Tidak apa-apa, aku akan menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas, jangan menangis lagi," pinta Antonio kepada El.


Mungkin ini Karma ku, untuk kesalahanku di masa lalu. Dimana kalian berada. Batin Antonio lirih.


Setelah drama untuk menenangkan El telah usai, kini tibalah diruang kerja dengan suasana mencekam.


"Kau ceroboh Willy," hardik Antonio kepada Willy.


Willy hanya mampu mendengarkan setiap lontaran yang diucapkan Antonio.


"Sudah kubilang jangan lengah," teriaknya dengan intonasi menggema diruangan, jika belum terbiasa bisa dipastikan, saja akan langsung terkena serangan jantung.


"Kau memikirkan masalah apa hah? Hingga kau tahu setelah El diculik?" cercanya dengan bersungut menahan amarah.


"Kalian berdua tidak berguna,"


Tuan Willy yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan Nona muda, tapi aku pun kena dampaknya juga. Batin Galih.


"Galih sekarang kau siapkan mobil, kita akan kekota T sekarang juga. Aku akan menikahi El besok. Willy tidak bisa aku andalkan." Titah Antonio kepada Galih.


"Dan 1 lagi, tolong belikan beberapa barang untuk seserahan dan juga urus untuk laporan ke KUA." perintah Antonio.


"Baik tuan," Galih pun pergi meninggalkan ruang kerja.

__ADS_1


"Paman, kau akan menikahi El secepat ini?" tanya Willy dengan penuh sejuta pertanyaan dibenaknya.


Antonio hanya menatap tajam pada Willy, lalu menyandarkan punggungnya kekursi dengan mengangkat tangannya memutar tangannya dengan memijat dahinya.


FlashBack 💦


Antonio tengah mengecek laporan perusahaan dan laporan keseharian El. Dia terkejut dengan fakta baru yang diberikan Sekretarisnya. Laporannya mampu membuat aliran lava kemarahannya memuncak.


Kejadiaannya sudah akan hampir 2bulan, namun Antonio belum sempat mengeceknya, karna sibuknya membereskan perusahaan yang berada diluar kota.


Apalagi dengan laporan baru tadi ketika Galih mengabari bahwa El tengah diculik.


📲


"Maksudmu apa Galih, laporan terakhirmu bahwa Willy... ?" Antonio berteriak dengan mengusap kasar wajahnya dan mengacak rambutnya frustasi.


"Itu benar tuan, saya juga sudah mengirimkan laporan beberapa minggu yang lalu, kepada anda. Namun anda belum membacanya. Nona El sudah kembali dengan keadaan baik-baik saja. Hanya ada luka memar dibeberapa bagian karna melawan para penculik. Tuan Willy pun sedang memberikan pelajaran pada para penculik. Nona El kini memang baik-baik saja, dia hanya terlalu berat beraktifitas. Hingga... dia hampir saja kehilangan janinnya." lapornya kepada Antonio.


"Janin?"


Seketika itu pula Antonio melemas dengan tubuhnya beringsut kelantai, hatinya tersentak kembali.


"Ok, saya akan pulang secepatnya."


Panggilanpun berakhir.


📲


"Ada apa?" tanya Imam kepada Antonio dengan mulai mendekat, dan duduk disamping Antonio.


"El diculik paman!" jawabnya dengan ragu-ragu.


Belum juga Imam menjawab, kedua pasutri itu datang dengan wajah panik.


"Apa? Anakku diculik?" sambung kedua pasutri itu.


"Ayo sekarang kita keibu kota mas, aku ingin melihat keadaan anak kita." pinta Ima kepada suaminya dengan suara parau.


"Tenanglah dulu, kita belum mendengar penjelasan dari mereka."


Antonio pun mulai memberikan penjelasan kepada ketiganya, awal mula El diculik dan kini telah berada dirumah kembali dengan keadaan baik-baik saja. Meskipun ada beberapa luka memar ditubuhnya.


Namun masalah El tengah mengandung Antonio tidak akan memberitahu kepada orang tua El.


"Tidak bisa nyonya. Kalian harus tetap disini. Jika kalian kesana persembunyian kalian akan diketahui. Percayalah padaku, ini hanya jebakan untuk memancing kalian bertiga, kemungkinan besarnya mereka sudah tau jika kalian baik-baik saja, aku akan langsung kemari untuk menikahi El restuilah dan terima lamaran saya. Untuk menikahi anak anda tuan Ananda." pinta Antonio.


Ke3 nya hanya tersenyum dengan kelegaan dan menganggukan kepala.


FlashBack 💦


Bagaimana aku harus menghukummu Willy? Kau keponakanku. Biarlah aku yang akan bertanggung jawab atas kesalahanmu. Untuk menebus kesalahanku.


"Iya, untuk apa aku selalu menyuruhmu untuk menjaga El padamu. Kau tidak becus untuk menjaganya." sungut Antonio dengan menggebrak meja.

__ADS_1


"Sekarang, kau boleh pergi. Untuk bersiap." titah Antonio kepada Willy.


Dengan menghela nafas berat, Willy keluar dari ruangan kerja. Perasaannya sedih, hatinya hancur. Bumi yang kini Willy injak terasa mengguncang dan mengubur tubuhnya.


Lamunannya terbuyar ketika ponselnya berbunyi, dan notifikasi itu tanda adanya pesan masuk.


💬 "Bro, yok kita keluar. Mumpung si Sastra sudah pulang!" isi pesan dari sahabat Willy Restu Kusuma.


Willy pun membalasnya dengan menelfon Restu.


📞 "Gue gak bisa malam ini, tapi gue pastikan kalian berdua akan gue hajar." Tersenyum menyeringai.


📞 "Heh gila lu, dia yang salah gue juga kena imbasnya. Jangan begitu Will," ucap Restu dengan nada menghiba.


📞 "Dongkol gue sama kalian berdua, bodohnya gak ilang-ilang sejak dulu," ejek Willy pada Restu.


📞 "Sialan loe, mentang-mentang sering dicontekin kita berdua, tapi iya juga sih kenapa juga gue gak pinter-pinter kayak loe Will. Bagi-bagi dikit Will otak jenius loe," jawab Restu panjang lebar.


📞 "Apaan sih loe, gak jelas kayak hidup loe. Geli gue dikirimin pesan sama loe, makanya gue telfon. Loe gak punya pulsa? Loe juga kesepian, Loe juga suka sesama jenis? Loe homo? sampe tengah malam kirim pesan, sorry gue masih normal tutung," cerca Willy pada Restu.


📞 "Kurang ajar loe sama temen sendiri ngatain homo."


Willy pun mematikan telfon sepihak, baginya sangat tidak penting saat ini ketika meladeni temannya yang sedikit konyol.


El, apa aku sanggup melihatmu menikah dengan paman-ku? jika kamu mau, aku akan meninggalkan Putri untuk bertanggung jawab atas kesalahanku. Batin Willy lirih.


***


Malam itu pun mereka langsung berkemas untuk menemui kedua orang tua El. Tentunya untuk malangsungkan pernikahannya. Pepatah mengatakan lebih cepat lebih baik. Ini niat baik menurut Antonio jadi untuk apa ditunda-tunda.


Mengingat ada janin yang bertumbuh dirahim El. Tentunya semakin hari pun perut El akan membuncit. Semoga keadaan memihak kepada Antonio dan juga El. Jangan membenci Willy El. Willy mencintaimu sangat dalam.


📞 "Assalamu'alaikum, kau akan kemana sayang kenapa tidak memberi tahu ku?" tanya Putri pada Willy.


📞 "Wa'alaikumsalam, sekarang kan kau sudah tahu! Bersiaplah, nanti kujemput,"


📞 "Baiklah,"


***


Tengah malam mereka langsung melanjutkan perjalanan, ini semua dilakukan agar esok hari mereka sudah dapat melakukan ijab qobul.


Untuk Putri dan Galih tentunya tidak berangkat malam ini. Karna mereka berdua lah yang bertanggung jawab untuk persiapan seserahan.


Setelah pagi hari dengan keadaan setengah tersadar, dirinya membuka email yang masuk menampilkan photo yang membuat rahang wajahnya mengeras.


"Mereka."


***


.......


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2