Salah Menikah

Salah Menikah
Bab 32 Hatiku Hancur.


__ADS_3

Merindumu disetiap malam panjang.


Kesunyian dimalam gelap gulita datang ketika matahari mulai bersembunyi memancarkan sinarnya.


Aku kesepian tanpa sosok dirimu disampingku.


Sunyi jiwaku ketika kau pergi memberikan sejuta luka.


Bukankah kita saling mencintai lantas mengapa pergi?


***


Sedangkan Antonio kini tengah menatap layar ponsel sosok wanita yang selalu menjadi pengisi kekosongan dihatinya. Hatinya kembali tergores.


Bagai ribuan jarum menusuk hatinya. Harus bagaimana dia membuat wanitanya agar bisa menceritakan, sebab dan alasannya pergi dengan keadaan tengah mengandung anaknya.


Kilatan masa lalu masih bersarang Indah dimemory ingatan. Akankah dapat terulang kembali? Harapannya tentu saja ingin kembali lagi membina kisah Cinta yang sempat terputus. Namun bukan karna keinginan keduanya.


FlashBack💦


Dikantor NUGRAHA GROUP diruang tunggu, seorang gadis tengah menunggu orang yang menjadi Presdir dikantor itu. Matanya sembab, wajahnya pucat. Bisa dipastikan gadis itu semalaman tidak tertidur dengan nyenyaknya, terlihat dikantung matanya yang menghitam.


Ketika para karyawan sudah berhamburan keluar dari ruangan rapat, resepsionis pun memberi tahukan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Presdir dikantor itu.


"Ya, suruh saja datang untuk keruangan pak Antonio," titahnya pada resepsionis itu.


Resepsionis itu pun mengantar gadis itu untuk keruangan Antonio. Antonio tampak tengah sibuk dengan map-map yang bertumpuk diatas mejanya.


Matanya pun menyapu sosok yang selalu dipujanya. Sosok kekasih yang selalu menjadi pengisi hati dan jiwanya. Namun keningnya berkerut ketika melihat sosok gadis itu terlihat pucat dan berantakan.


Antonio pun beranjak dari duduknya untuk mendekati gadis itu. Gadis itu mulai berkaca-kaca dan meneteskan air mata.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Antonio dengan menuntunnya untuk duduk disofa.


Gadis itu tidak menjawab. Namun dengan ragu-ragu dia mengeluarkan sebuah tespeck bergaris dua yang berarti gadis itu tengah mengandung. Dengan wajah bahagia Antonio mengecup sekilas bibir ranum itu.


"Aku akan bertanggung jawab atas kandunganmu," dengan menangkup kedua pipi gadis itu. "Maafkan aku karna telah memaksamu untuk melakukannya! Tapi aku sungguh takut dirimu pergi. Sebentar lagi aku akan melamarmu,"


Setelah beberapa hari datangnya gadis itu, Antonio sangat antusias dan bangganya akan melamar gadis itu. Namun harapannya musnah, Antonio mendapat kabar bahwa gadis itu sudah berpindah rumah.


FlashBack💦


"Mas," panggilnya dengan mengusap lembut pundak suaminya.


"Ya Anandita!" jawabnya dengan menarik jari jemari tangannya lalu mencium punggung tangannya.


El mematung dengan mata mulai meneteskan air mata. Mungkin selama hampir 4tahun membina rumah tangga dengannya, El bisa memakluminya jika suaminya tak mau menyentuhnya.


Namun kali ini tak ada toleransi bagi El. Jika tidak mencintainya kenapa harus tetap mempertahankan ikatan pernikahan tanpa berlandaskan Cinta?

__ADS_1


El pun menghapus buliran air mata yang tersisa dipipi mulusnya. Mencoba bertanya siapa nama wanita yang dipanggil suaminya.


"Anandita?" El mengulang nama yang dilontarkan Antonio.


Deg


Jantung Antonio seakan berhenti berdetak. Perlahan-lahan dia mencoba memutar badannya untuk menoleh. Dia berdo'a agar wanita dibelakangnya bukan El. Setelah menoleh.


Duaaarrr


Bagai tersambar petir Antonio ketika menoleh, namun gadis itu sedikitpun tak terlihat gurat kemarahan diwajah cantiknya. Dia kini tersenyum sangat manis dihadapan suaminya. Meskipun kini hatinya sangat hancur.


Untuk air mataku bersahabatlah dengan keadaan, jangan sampai aku terlihat menyedihkan dihadapannya, meskipun kini hatiku hancur. Batin El.


El pun membelai lembut tangan suaminya untuk melepaskan tautannya. Lalu El pun duduk ditepian ranjang bersebelahan dengan Antonio suaminya.


Keduanyapun tak berbicara untuk beberapa saat, hingga keheningan tercipta. Antonio gugup bercampur takut untuk memulai pembicaraan.


"D-dia siapa mas?" tanya El memecah keheningan didalam kamar itu.


"Siapa?" Antonio balik bertanya, dengan gaya cool nya menyembunyikan semua rasa ketakutannya.


"Ehmm, yasudah jangan dibahas saja."


El pun berdiri dan berlalu pergi dari samping Antonio. Semoga para malaikat tidak melaknatmu Antonio, sebab kau masih mencintai orang lain disaat dirimu sudah berstatus suami.


***


El tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, menyiapkan pakaian, memasakan makanan dan semua kebutuhan Antonio.


Meskipun El tidak pernah mendapatkan nafkah batinnya. Wanita cantik itu bersabar untuk mendapatkan Cinta suaminya. Meskipun entah sampai kapan dia akan bisa sanggup bertahan hidup bersama dengan orang yang mencintainya setengah hati.


Tidak ada tegur sapa dipagi hari dan seterusnya. El berharap Antonio dapat menceritakan siapa gadis yang dilamunkannya waktu itu.


Seperti biasanya Antonio pun selalu pulang larut malam, menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kantor. Meskipun Galih sudah berbicara bahwa semuanya bisa besok untuk dikerjakan.


"Tuan, selama beberapa hari anda lembur! Jika tidak selesai biar saya saja yang menyelesaikan pekerjaan anda," saran Galih pada Antonio.


"Baiklah, aku pulang. Kau pulang saja biar besok dilanjutkan," ujarnya dengan berlalu pergi meninggalkan ruangan.


💬 "Sayang coba kau ikuti tuan Antonio apakah laki-laki itu menemui wanita masa lalunya." Pesanpum terkirim dan tanpa ada balasan hanya dibaca saja.


"Huhh, merepotkan ku saja, pekerjaan ku banyak ditambah tugas tambahan dari Presiden Utama cintaku," gerutu nya dengan menelfon orang-orangnya untuk mengikuti mobil Antonio.


Ciiiiittttt.


Mobil berwarna hitam itu terparkir cantik dihalaman rumah kontrakan sederhana. Gadis kecil itu mengintip dari arah jendela. Dia penasaran siapa yang bertamu dimalam hari kerumahnya.


Antonio pun keluar dari dalam mobil lalu berjalan menuju pintu untuk mengetuk pintu rumah itu. Meskipun kini waktu sudah menunjukan pukul 20:30 malam, namun suasa sekitar terasa sudah tengah malam.

__ADS_1


"Mommy itu daddy nya tuan Alwi kemari." El kecil menarik tangan mommy nya untuk melihat tamunya.


Tok Tok Tok


Ceklek


Pintu rumah kontrakan pun terbuka menampilkan sosok pujaan hatinya.


"Selamat malam," sapa Antonio kepada keduanya.


"Ada apa tuan? apa ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu dengan memasang wajah serius.


"Daddy---"


"Haii, gadis kecil. Apa kamu merindukanku?" tanya Antonio pada gadis kecil itu. Berjongkok untuk mensejajarkan tinggi gadis kecil itu.


"Tentu saja." menarik tangan Antonio untuk memasuki rumahnya.


Gadis kecil itupun bermain dengan Antonio, setelah kurang lebih selama satu jam bermain gadis kecil itu pun terlelap dipangkuan Antonio. Dia pun menidurkan gadis kecil itu.


"Apa kita bisa berbicara?" tanya Antonio memecah kesunyian malam itu. Wanita itu hanya menganggukan kepalanya.


Mereka berdua pun berjalan keluar rumah dan duduk dihalaman depan. Waktu berputar semakin lama mereka berdiam akan semakin larut juga malam ini. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Dengan ragu-ragu Antonio pun mulai bertanya.


"Aku mengenalimu, dan gadis itu ... anak itu anakku kan?" tanya Antonio dengan tegas.


Wanita itu menundukan kepalanya dan tak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan Antonio. Setelah beberapa saat terdiam Antonio melihat bahu wanita itu bergetar menandakan dia tengah menangis atau pun bisa juga menahan tangis.


Antonio membelai pucuk kepala wanita itu dengan penuh Cinta. Dengan sesekali dia mencium pucuk kepala wanitanya untuk menenangkan. Antonio berusaha mengangkat kepala wanitanya agar tak tertunduk terus menerus.


"Jangan hanya air mata yang menjawab, tapi berbicaralah dengan mulutmu. Mulutmu yang harus menjelaskan. Bukan tangisan," seloroh Antonio dengan mengusap lembut bibir ranum itu.


"Mau seperti dulu lagi? Apa bibir ini ingin kucium lagi seperti dulu? Apa kamu merindukan sentuhan ku?" tanya nya dengan menggoda.


Dengan memutar bola mata malas, wanita itu hanya mendelik dengan mata sembabnya.


"Apaan sih? kamu masih mesum seperti dulu!" sungutnya mencebik.


"Tetapi itu semua hanya kepada mu," lontarnya dengan menatap langit yang Indah penuh Bintang.


"Ma-maksudmu?"


***


Semoga tetap menunggu kisah dari El&Willy 😍😍


Yang sudah memberikan jempolnya makasih banyak.♥


Tetap dukung aku dengan memberikan like mu ya😍😍 disetiap babnya... hehe maaf maksa nih .. tapi gakpapa yah😊

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2