Salah Menikah

Salah Menikah
Bab 54 Apakah Mereka Mencoba Berkhianat.


__ADS_3

El dan Galih tengah memantau gerak-gerik tawanannya. Apakah mereka akan membuat lelaki itu mati perlahan? Tentu saja tidak! Sampai Antonio sadar akan tanggung jawabnya tentang orang itu.


Mereka masih menatap layar dari semua penjuri cctv yang terpasang diruang bawah tanah. Ya, ruang tempat Antonio untuk memberi pelajaran kepada orang yang telah curang.


Apakah Antonio mengetahui bahwa El selalu kesana? Tentu saja tidak! Yang dia tahu bahwa Galih lah yang telah menangkapnya. Namun kenyataannya El lah yang telah lebih dulu sigap dan menangkap lelaki paruh baya yang sangat licik bagai srigala berbulu domba.


Itulah yang pantas untuk julukan orang itu. Orang yang sangat tidak tahu dirinya, meminta hak untuk kesuksesan perusahaan Ananda. Dia hanya pekerja dan pengatur jadwal tuannya. Lantas apa yang harus diberikan Ananda untuk penghormatan itu?


Tentu saja Ananda juga tidak pernah membedakan dia dengan Galih dahulu. Tetapi kenapa bisa dia berpikiran picik seperti itu?


"Mas, orang suruhanku sudah kau beri imbalan? Mereka sangat membantu ketika mas Tino kecelakaan, kalau tidak ada mereka, mas Tino mungkin tidak akan selamat," ungkap El.


Galih masih Setia menatap layar disaat beberapa adegan disana terlihat penjaganya ternyata musuh dalam selimut. Galih nampak mengulang-ngulang video tersebut untuk memperjelas bahwa dugaannya tidak benar.


"Nona!!!"


"Kenapa mas?"


Galih memperlihatkan video tersebut pada El, hingga El menyandarkan punggungnya kekursi. Sungguh pengawalnya itu tidak bisa dipercaya.


"Mas coba kamu panggil mereka kemari," titah El.


Dengan sigap Galih langsung memerintahkan penjaga itu untuk keruangannya. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya mereka pun datang dan memberi hormat kepada keduanya.


Galih nampak sudah emosi. Terlihat dari rahang wajahnya yang mengeras. Hampir saja Galih akan memukuli keduanya. Namun dicegah oleh El.


"Bisa kalian jelaskan tentang kalian yang mencoba mengkhianati kami?" perintah El.


"Kami tidak akan berkhianat pada nona, apalagi pada keluarga besar tuan Ananda," jawabnya.


"Lalu maksud kalian apa mau membantu mereka?" hardik Galih.

__ADS_1


Keduanya menceritakan tentang orang suruhan El, dan merekapun memperlihatkan potret kedua lelaki itu. El tahu betul kedua lelaki itu, lelaki yang bekerja sama dengannya. Mereka memang masih bersama musuh keluarga Ananda.


Tetapi mereka memihak kepada Keluarga Ananda. El nampak tersenyum puas dengan penjelasan penjaga itu.


"Jadi, kalian disuruh mereka untuk berpura-pura bahwa kalian akan mengkhianati kami? Bagus sekali rencananya! Mas kita tidak perlu turun tangan ada penjagaku yang akan tetap mengawasi mereka. Kita hanya memeriksa sesekali saja."


Kedua penjaga itu pun mengangguk, mereka pun berlalu pergi. Setelah pertanyaannya telah selesai. El dan Galih bernafas lega. Pikiran mereka salah, telah meragukan mereka.


***


Sore hari kini Antonio tengah berkendara melajukan kuda besinya untuk menuju rumah. Beberapa menit dia menunggu karna lampu merah. Disaat itu juga dia teringat dengan lelaki itu.


Dia sedang memikirkan bagaimana untuk membuat mereka menyerah dan membuat jera. Beberapa kali Antonio memukul setir dengan kasar. Mengapa bisa dia sampai lupa?


Apakah karna tuan Ananda yang telah mengetahui semua masa lalu Antonio? Sungguh otaknya tidak dapat berpikir jernih. Setelah lama merutuki kebodohannya, dia pun akan menelpon Galih. Namun sebelum Antonio memanggil Galih, ponselnya berdering dengan nomor tidak diketahui oleh Antonio.


Antonio masih masa bodo dengan penelpon misterius itu. Setelah panggilan ke lima akhirnya dia mengangkat telponnya. Karna mengganggu perjalannya. Apalagi dengan macetnya jalanan ibu kota dan lalu lalang mobil serta sepeda motor membuat Antonio semakin pusing.


Wanitu itu terus saja mengomel pada Antonio. Ia bahkan tidak ada celah untuk menjawab. Jangan coba-coba menipu emak-emak Antonio.


The power of emak-emak emang tidak bisa dilawan oleh para kaum abg. Tapi Antonio bukan lagi abg tapi pria matang yang plin-plan.


Antonio nampak pengang dengan ibu muda yang cerewet melebihi ibu kost. Sungguh Antonio ingin menyumpal mulutnya yang suka berprasangka buruk, terlebih tidak dia ketahui asal dan pakar masalahnya.


"Sudah mengomelnya mba?" tanya Antonio.


"Ya sudah, saya lelah ngerocos terus," jawabnya disebrang dengan ketus.


Antonio ingin sekali tertawa menanggapi. Tetapi jika dia tertawa sekarang akan membuat mama muda itu meraung lagi seperti singa yang kelaparan, atau bahkan akan mengomel lagi bagai kereta api yang panjang tak terhingga.


"Kirimkan norek mu mbak! Dan kirimkan nominal yang harus kubayar untuk mengganti kerugian motormu yang lecet,"

__ADS_1


Mama muda itu pun menyebutkan nominalnya dan telpon pun berakhir, wanita itu mengirimkan norek beserta nota nya. Supaya Antonio lebih percaya.


Antonio pun langsung mengirimkannya. Dia sudah tidak ingin diteror lagi emak-emak kompleks. Antonio sesaat tertawa untuk kekonyolan ibu muda itu yang sekitar usia kekasih masa lalu nya.


Setelah itu dia langsung menelpon Galih, dan menceritakan semua rencanya. Dan dia memutuskan tidak akan membawanya keranah hukum. Setelah mempertimbangkan pasti hanya akan beberapa tahun saja dia dibalik jeruji.


Tentunya akan ada masa lelaki itu keluar dari sel. Galih pun mengerti dan memperketat lagi penjagaan. Antonio pun meminta Galih untuk ketempat rahasianya.


Antonio membelokan arah jalan yang dilalui untuk ketempat itu. Dia ingin memastikan penjagaan aman, supaya lelaki itu tidak mendapat celah untuk kabur.


Galih lebih dulu sampai, dia telah menunggu kedatangan Antonio. Setelah mobil Antonio terlihat oleh penglihatannya, dia pun mendekati dan membukakan mobil Antonio. Mereka berjalan beriringan menuju kedalam.


"Aku ingin menemuinya!" seru Antonio.


Mereka pun berjalan menuju tempat lelaki itu disekap. Dia pun berhadapan dengan lelaki itu. Meskipun keadaannya terikat. Antonio terlihat tidak merasa iba meskipun keadaannya menghawatirkan.


"Paman... Maafkan, bukan saya tidak merasa iba. Tetapi, kamu hampir saja membuatku celaka. Aku sangat menghormatimu, tetapi caramu yang begini membuatku tidak bisa lagi untuk bersikap baik padamu!" lontar Antonio.


Lelaki itu sekilas tertawa. Tertawa dengan mengejek lontaran Antonio.


"Terserah kau saja. Memang aku peduli, cuih." lelaki itu meludahi Antonio tepat diwajahnya.


Antonio pun mengelap wajahnya yang terkena ludahan air liurnya. Sungguh tidak membuatnya merasa kesal atau marah. Dia masih santai menanggapi.


"Ingat sebentar lagi kau tidak akan bisa bertemu lagi dengannya," ucap lelaki itu.


Galih mengernyit, siapa yang dimaksud lelaki paruh baya itu. Galih ternyata belum detail mencari tahu tentang sosok Antonio.


'Siapa yang dimaksudnya? Apa mungkin ...,'


"Dia keponakanku, kau telah menghamilinya dan meninggalkannya. Jangan berharap bisa kembali lagi padanya karna aku tidak akan merestui kalian," seru Dian dan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.

__ADS_1


***


__ADS_2