SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 1. SEBUAH JANJI.


__ADS_3

"Apa kamu sudah memikirkan ini masak masak, kamu tau sendiri dimata orang, kita ini seperti bumi dan langit. Terlalu banyak perbedaan yang mereka bilang nggak bisa membuat kita saling melengkapi, apalagi sekarang karir kamu sedang naik naik nya, aku khawatir, kalau nanti aku jadi istri kamu, aku terlihat memperburuk pandangan orang terhadap kamu,!"



Sherlin kembali mengucapkan kalimat yang sama dihadapan Revand. Kalimat yang entah sudah berulang keberapa kali diucapkan nya, setelah beberapa waktu yang lalu, kekasihnya Revand melamar nya, setelah setahun usia mereka berhubungan. Semakin difikirkan, semakin membuat Sherlin jadi stres. Padahal ia tahu. Revand tidak pernah mempersoalkan masalah apapun kepada nya. Pria tersebut menerima Sherlin apa adanya. Baik dari segi status sosial, penampilan sederhana Sherlin, dan pendidikan Sherlin yang hanya lulusan SD. Sherlin berasal dari keluarga broken home. Sejak orang tuanya bercerai, Sherlin hidup berdua dengan ibunya. Sejak itu pula, kehidupan keras sudah dijalani Sherlin. Perkenalannya dengan Revand setahun yang lalu, bisa dikatakan sebuah hal yang tidak disengaja. Revand yang saat itu sedang terlihat stres memilih berlama lama duduk di restoran tempat dimana Sherlin bekerja, dihampiri oleh Sherlin. Awalnya, Sherlin mendekati hanya untuk meminta pria tersebut untuk beranjak, karena restoran akan segera tutup. Akan tetapi, dari sanalah perkenalan itu terjadi. Berlanjut menjadi sebuah pertemanan. Hingga akhirnya, Revand mengutarakan perasaannya setelah seminggu mereka berteman. Bukan hal yang mudah untuk Revand mendapatkan hati Sherlin. Sifat tidak pede gadis itu adalah faktor utama, kenapa cinta Revand belum berlabuh juga. Sherlin dengan berbagai latar belakang masalah hidup nya, merasa tidak pantas bersama Revand yang saat itu masih seorang karyawan biasa disebuah kantor bonavit. Dimata Revand, daya tarik Sherlin adalah cara gadis itu mensyukuri hidup. Meski pun berbagai liku hidup membuat gadis itu tersungkur, namun ia tetap berusaha bangkit, tersenyum, dan berusaha untuk melangkah kembali. Disamping itu, sifat Sherlin yang tenang, pandai mengendalikan emosi, juga pandai menenangkan hati orang lain juga salah satu daya tarik gadis itu dimata Revand. Tentu saja. Sherlin punya wajah yang menarik meski pun gadis itu tidak pernah berdandan atau melakukan perawatan disalon. Menurut Revand itu sudah cukup. Soal yang lain, Revand tidak perduli. Untuk itulah, Revand menggunakan segala cara untuk meyakinkan Sherlin agar gadis itu mau menjadi kekasih nya. Dan, bukan Revand namanya jika tidak bisa membuat seorang gadis bertekuk lutut. Karena Revand tidak punya sejarah buruk menjadi seorang pria. Dia bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta. Jika sudah jatuh cinta, maka segala cara akan dilakukan Revand untuk mendapatkan nya.




Dan sekarang, Revand diberi ujian lagi untuk meyakinkan hati Sherlin. Mau menerima lamaran nya, agar mereka segera bisa menikah. Bukan lewat Sherlin saja, Revand menempuh cara. Ia juga meminta bantuan ibu Sherlin untuk bisa meyakinkan putri nya tersebut. Hingga akhirnya, sekarang mereka kembali membahas hal itu dengan tujuan, akan menemukan sebuah keputusan. Sherlin juga sudah berjanji untuk memberikan nya keputusan. Revand akan menerima, apapun keputusan Sherlin, karena buatnya, memberikan waktu untuk wanita berfikir saat mengambil keputusan itu juga penting.




Revand meraih jemari tangan gadis didepannya. Dan menggenggam nya erat. Ditatapnya Sherlin dengan tatapan yang sangat serius. Ia ingin Sherlin tahu satu hal yang amat penting bahwa, ia benar benar tidak ingin ditolak untuk hal ini. Anggaplah kali ini Revand memohon. Tidak perduli akan dikatakan bucin...? bodoh amat. Yang penting, Revand mampu meyakinkan wanita ini untuk menerima lamaran nya.

__ADS_1




" Apapun yang kamu katakan tentang semua hal yang mereka katakan, aku tetap akan menjawabnya sama seperti dulu. Aku nggak akan merubah semua janji yang pernah aku katakan setahun yang lalu saat memintamu jadi kekasih ku. Sher, cobalah untuk melihat aku aja untuk masalah ini, abaikan pendapat orang lain tentang ketidak cocokan kita. Mereka nggak tahu apa apa. Kita yang menjalani hubungan ini. Kita yang tahu mana yang membuat kita bahagia, mana yang tidak,!"



Sherlin tertunduk dalam menerima ucapan tulus pria yang sedang menggenggam erat jemari nya ini. Ia tahu. Ucapan itu pasti akan dikatakan Revand, jika ia mengulang kalimat ragu yang sama. Setahun sebenarnya waktu yang cukup untuk saling memahami satu sama lain. Sherlin bukan meragukan Revand. Akan tetapi, ia hanya takut. Kebahagiaan ini hanya berupa janji semu semata. Sherlin takut untuk menerima luka kembali. Luka demi luka sudah kerap ia terima. Ia memang bisa menerima dengan lapang dada. Akan tetapi, apakah ia terlalu berlebihan jika berharap, jangan ada lagi luka yang menggores hatinya dimasa depan...? Meskipun hidup memang sebuah perjuangan, dan sebuah perjuangan pasti identik dengan luka, akan tetapi Sherlin benar benar berharap, Tuhan memberinya kesempatan untuk bahagia, setelah sekian lama ia berusaha untuk pura pura bahagia, hanya untuk membuat orang orang disekitar baik baik saja, terlebih ibunya. Dan dengan Revand, Sherlin merasa bagai menyulam kebahagiaan di istana mimpi yang indah. Ini memang nyata. Revand sudah memberikan nya kebahagiaan. Akan tetapi, ia takut ini hanya mimpi semata. Ketika ia sudah menikmati kebahagiaan tersebut, Revand pergi meninggalkan luka yang menganga, saat Sherlin tidak punya kekuatan untuk menyembuhkan lagi luka hatinya sendiri seperti dulu. Dan pernikahan, adalah titik point' tertinggi yang bagi Sherlin bisa membuat ia tersadar dalam mimpi indah nya setahun ini. Sherlin takut.





__ADS_1


Sepasang mata Sherlin berkaca kaca. Janji yang diucapkan Revand benar benar membuat nya tergugah. Keraguan nya seketika hilang. Ia melihat betapa tulus pria tampan dihadapan nya ini untuk memintanya untuk melangkah bersama. Kenapa ia bisa menjadi seorang wanita pengecut...? Jika tidak ada luka, bukankah kita tidak bisa menghargai sebuah rasa bahagia....?



" Baiklah. Aku mencoba untuk percaya pada kamu Vand, seperti setahun yang lalu, aku mempercayakan hatiku untuk kamu jaga, dan memang selama ini, kamu nggak pernah membuat hatiku terluka. Kamu benar benar menjaganya. Kenapa aku harus merasa ketakutan, jika kamu nanti melukai ku,!"



Sherlin bicara sembari berusaha menahan, agar airmata yang hanya menggenang di pelupuk mata nya turun membasahi pipinya. Airmata bahagia. Bercampur rasa haru. Revand tersenyum hangat. Dipererat nya genggaman tangan nya dijemari tangan Sherlin. Diciumnya lembut punggung telapak tangan gadis itu. Berharap, dari apa yang ia lakukan, Sherlin bisa merasakan betapa tulus dan besarnya cinta nya kepada gadis ini. Mengalahkan rasa cintanya pada dirinya sendiri....




" Besok, kita harus sudah memulai susunan rencana. Aku akan menggelar satu pesta indah khusus untuk kamu. Agar kamu bangga, sudah dipersunting Revand Saputra Kurniawan,!"


__ADS_1



Sherlin mengulas senyum manis. Kali ini ia tidak bisa menahan butiran bening itu turun membasahi pipinya. Sherlin menitikkan air mata. Tapi Revand tahu. Airmata itu adalah airmata bahagia.....


__ADS_2