
"Kagak Vand, gue kagak setuju dengan apa yang lu putuskan ini. Ini gila, lu akan membuat Sherlin sedih seumur hidup nya, pria yang dicintai nya itu elo. Ya, benar lu dulu kurang bersyukur, tapi lu tetap setia dengan Sherlin, lu kagak selingkuh, hanya sedikit bermain api karna merasa berfikir Sherlin kagak cinta lu, lu kagak sebejat itu Revand, jadi berhenti mengklaim diri lu paling bersalah dalam hal ini...!!"
Zill, masih tidak terima dengan apa yang diputuskan oleh Revand. Buatnya, kebahagiaan Sherlin lebih penting. Dia memang ingin memiliki wanita itu, karena ia mencintai nya, tapi dia tidak ingin memaksa seseorang untuk bersama dia, sementara orang itu mencintai pria lain. Tidak. Zill bukan Gisella. Mencintai bagi Zill adalah ikut bahagia melihat orang yang dicintai nya juga bahagia, meskipun bukan bersama dirinya, itu sudah cukup.
"Bener kata Presdir Zill, Revand, ini konyol, lu kira istri lu suka dengan tindakan lu yang begini, kalau lu mau nebus dosa, lakukan itu saat Sherlin sadar, jaga dia baik baik seumur hidup lu, itu cara penebusan dosa yang benar..!"
"Kalian kira, gue punya pilihan selain ini...? gue ingin hidup lebih lama bersama Sherlin, tapi sekarang situasi kagak mendukung gue untuk mendapatkan itu semua..! Udahlah, keselamatan Sherlin lebih penting, dia harus bahagia, dia udah banyak menderita selama ini, karena gue...!!"
Revand bangkit, ia menghampiri dukun yang disewa oleh Gisella, dan meminta agar pria itu lekas melakukan ritual pertukaran kehidupan itu.
Ketika situasi sedang memanas, tiba tiba saja dari arah belakang terdengar suara seorang wanita, menghentikan apa yang ingin dilakukan Ki Robius, pada Revand.
"Hentikan. Jangan coba coba sentuh putraku. Kalau ada yang perlu untuk dijadikan korban pertukaran kehidupan itu, akulah orang nya, bukan putraku, karena aku terlibat dalam hal ini terlalu banyak, aku membiarkan Gisella melakukan apapun untuk memisahkan Revand dengan istrinya, karena aku kecewa, Sherlin belum juga memberikan putraku keturunan, aku mengharapkan putraku untuk menceraikan istrinya itu, dan menikah dengan Gisella, tapi cinta putraku dengan istrinya ini terlalu besar, dia lebih memilih melawan ilmu yang menyakiti nya ini hanya untuk tetap bersama istrinya, aku yang bersalah..! Jadi, hukum saja aku. Aku bersedia menebus itu semua dengan nyawaku. Biarkan putraku tetap bersama dengan istrinya, tolong, terima nyawaku saja...!!"
"Mami...!!"
Semua yang ada disitu terperanjat melihat siapa yang baru datang, terlebih Revand. Ditambah lagi, mendengar semua kata kata yang diucapkan oleh wanita tersebut.
Wanita yang baru datang, yang memang ibu Revand itu segera menyongsong Revand dan bersimpuh dikaki putranya sembari mengucapkan kata maaf berkali-kali.
Zill dan Roy, tidak bisa berbuat apa apa karena terlalu terkejut dengan apa yang sudah diperbuat oleh ibu Revand. Bagaimana mungkin, wanita itu memilih Gisella menjadi pengganti Sherlin yang dua kali lebih baik dari pada Gisella..?
Revand membantu ibunya untuk bangkit, meskipun sangat marah dan kecewa dengan apa yang baru saja ia dengar, tetap saja, wanita itu adalah ibunya. Orang yang telah melahirkan nya.
"Apa yang mami perbuat, akan mendapatkan resikonya mami, sekarang aku harus menyerahkan diri demi Sherlin, dia yang banyak menderita disini, semenjak mami terus mendesak nya untuk hamil, semenjak mami selalu mendesaknya untuk meninggalkan ku, dia selalu menyembunyikan airmata nya itu dibelakang ku, berlagak dia baik baik saja padahal hancur, aku juga sudah bersalah padanya, aku juga selalu meragukan ketulusan cinta nya, aku mengabaikan kekhawatiran nya dengan tetap menjalin hubungan dekat dengan Gisella meskipun tidak selingkuh, tapi aku lebih berdosa disini dibandingkan siapapun, biarkan aku yang menerima semua ini mi, relakan Sherlin dengan Zill, dia pria lebih baik daripada aku untuk bisa menjaga Sherlin, dia tidak pernah menyakiti Sherlin, tidak seperti aku, yang selalu membuat airmata dia menetes dibelakang ku...!!"
Revand mendorong halus tubuh ibunya kearah Zill, memberi isyarat pada Zill, untuk menahan ibunya mencegah nya melakukan apa yang sudah ia putuskan. Setelah itu, ia menghampiri Ki Robius, dan mendesak dukun tersebut untuk secepatnya menghabisinya.
"Revand, mami mohon nak, jangan lakukan itu, biarkan mami yang menggantikanmu, kamu harus tetap hidup sayang, Sherlin perlu kamu disamping nya..!!"
Wanita itu berteriak histeris kearah Revand. Berusaha untuk membuat putranya itu mengurungkan niatnya untuk menyerahkan diri pada Ki Robius.
Roy, dan Zill juga tidak terima dengan apa yang akan dilakukan oleh Revand, mereka berdua segera bergerak, ingin menghampiri Revand untuk membuat pria itu menjauh dari dukun yang disewa Gisella.
__ADS_1
Namun kaki mereka tidak bisa digerakkan. Kaku. Seolah olah dibungkus oleh semen.
"Presdir, kenapa kaki ini kagak bisa digerakkan, tolong lakukan sesuatu Presdir Zill, cegah Revand untuk melakukan itu...!!"
Roy berkata seperti itu kepada Zill. Sembari terus berusaha untuk menggerakkan kakinya sekuat mungkin untuk bergerak menghampiri Revand. Namun sia sia, semakin ia bergerak, semakin kuat ikatan gaib itu mengikat kedua kaki nya, dan hal yang sama juga terjadi pada kedua kaki Zill, begitu juga dengan kaki ibu Zill. Rupanya, iblis yang membantu Ki Robius, tidak membiarkan pertukaran itu digagalkan.
"Aku tidak bisa mencegah iblis yang mempunyai ilmu ini, untuk menerima korban pertukaran ini. Revand sudah menyanggupi untuk memutus mata rantai ilmu itu, jadi, apapun yang kalian lakukan, tidak akan bisa mencegah hal ini...!!"
Suara Ki Robius, terdengar membahana diruangan itu.
"Lakukan sekarang juga...!!"
Revand memerintahkan pria dihadapannya itu untuk segera menghabisi nya. Pria itu menjatuhkan diri dihadapan Ki Robius, memejamkan mata. Mengangkat kedua tangan nya yang disilang kan dibelakang kepala nya. Gerakan itu seperti seorang tahanan yang bersiap untuk dihukum mati. Revand sudah mantap untuk melakukan prosesi pertukaran korban, untuk memutus mata rantai ilmu yang digunakan Gisella.
Ki Robius, mengulurkan tangan nya kearah Revand. Memejamkan kedua matanya. Mulutnya komat kamit, entah apa yang ia ucapkan. Hal itu sama persis dengan apa yang dilakukan Gisella pada saat Revand sedang tidak sadarkan diri.
Disaat situasi genting seperti itu. Tiba tiba saja, untuk kedua kalinya, sebuah suara wanita berteriak membuat Ki Robius, serta merta menghentikan ritual yang baru saja ingin dilakukan nya.
Pria itu menyebut wanita itu dengan ekspresi wajah yang sangat terlihat terkejut. Semua yang ada disitu ikut menoleh, melihat kearah wanita cantik yang baru saja masuk. Tidak tahu, siapa sebenarnya wanita yang disebut Yulia oleh dukun yang disewa oleh Gisella. Namun, dari ekspresi wajah nya itu, mereka bisa melihat betapa dukun itu sangat terlihat kaget bercampur shock.
Wanita itu melangkah menghampiri Ki Robius.
"Hentikan semua nya, kamu membuat anak kita mati..! Aku membuat anak kita mati karna ilmu mu itu ...!!"
"Apa maksud mu...?"
Ki Robius tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh wanita didepannya. Bertahun tahun, ia mencari keberadaan wanita yang kalau boleh jujur masih sangat dicintainya itu, sekarang tahu tahu, wanita itu berdiri dihadapannya, menggagalkan rencana nya, dan menyebut anak nya juga mati...
"Apa maksud mu dengan kata mati itu...?"
Ki Robius melewati Revand yang masih duduk bersimpuh seperti tadi, meskipun ikut menyimak apa yang dukun itu bicarakan dengan wanita bernama Yulia tersebut.
Wanita itu duduk bersimpuh dihadapan Ki Robius, sepasang mata wanita itu berkaca kaca.
__ADS_1
"Aku bersalah, aku meragukan mu Rob, aku meninggalkan mu disaat kamu justru memperjuangkan kehidupan kita untuk jadi lebih baik. Kamu seperti ini karena aku terlalu banyak menuntut mu. Padahal, kunci hidup bahagia itu bukan selalu punya harta banyak. Tapi kebahagiaan itu adalah saat kita sekeluarga bersama tanpa saling membenci...!"
Ki Robius membantu wanita yang masih sah menjadi istri nya itu untuk bangkit. Tidak percaya dengan apa yang ia dengar sekarang. Benarkah, sang istri membuat pengakuan seperti itu dihadapan nya...?
"Setiap kali kamu melakukan hal ini pada orang lain, anak kita merasa tersakiti, aku berusaha untuk mencari mu, tapi aku kesulitan untuk mencarimu, ilmu yang kamu kuasai ini, berefek buruk pada anak anak kita, iblis itu mengincar anak kita, itu karena aku dan kamu tidak terhubung dalam sebuah pertalian cinta yang tulus, kamu bisa memutus mata rantai ilmu yang dipakai klienmu, dengan meminta pria ini mengorbankan diri, tapi jika itu terjadi, anak kedua kita juga akan mati, hentikan semuanya Rob, aku akui aku salah, aku terlalu menuntut mu, dan saat kamu mendapatkan masalah karna tuntutan ku itu, aku malah pergi meninggalkan mu, tolong, aku tidak mau kehilangan anakku lagi, cukup anak kita yang pertama menjadi korban keegoisan orang tuanya. Jadi tolong hentikan....!!"
Kini ganti Ki Robius yang terduduk dilantai mendengar apa yang dituturkan oleh sang istri.
"Tidak mungkin. Ini tidak mungkin..!! Anakku tidak boleh mati...!!"
Teriak nya, lalu memandang berkeliling, seolah olah menantang sesuatu dihadapan nya. Semua yang ada disitu tidak bisa melihat apa yang dilihat oleh Ki Robius.
Namun, Revand, Zill, Roy, Yulia dan ibu Revand bisa mencium ada bau anyir yang semakin santer memenuhi ruangan luas tersebut. Bau anyir itu datang ketika Ki Robius, memasang sikap menantang kepada seseorang yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa...
^^^Note: Mengakui kesalahan yang pernah diperbuat akan melebur seribu kebencian yang tercipta akibat kesalahan tersebut.^^^
๐ pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya ๐
๐ Baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS ya
๐ Juga novel terbaru saya yang baru terbit berjudul MAHKOTA DEWA diplatform kuning NOV*LME
๐ Dan novel nonfiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU, perjuangan seorang dokter yang berjuang menghadapi virus Corona
Semua novel online saya ini update tiap hari ya๐ Jika tidak update mungkin author sakit parah, hingga jari ga bisa ngetik, kalo masih bisa ngetik biasa semua novel online saya selalu update tiap hari, kayak sekarang oleng karna kurang vit, tapi tetap update karena tangan masih bisa ngetik ๐dan satu hal yang harus kalian ketahui juga, setiap episode itu melewati sistem review pihak platform ya, jadi ga langsung bisa update meski udah disetor, jadi kalo misal ga update ada dua hal yg terjadi, review nya lama, atau sayanya yang sakit parah, jadi mau update terus tiap hari doakan aja author nya sehat dan review nya gak terhambat, jadi kalo sehari ga keliatan update jangan ngomelin author nya dulu ya๐karna dua kemungkinan itu bisa terjadi. Tapi saya yakin, pembaca sejati tetap stay disini๐
bersambung
__ADS_1