
Mobil milik Dina berhenti disebuah rumah, yang aura pekarangan nya suram. Rumah itu besar, tapi entah kenapa tidak ada aura kemewahan yang terlihat di rumah besar tersebut. Gisella menatap kearah Dina. Perasaan nya jadi tidak nyaman.
"Ini rumah tu dukun...?"
Tanya nya, kepada Dina. Dina mengangguk.
"Kok nggak ada papan nama nya sih Din..!"
Dina tertawa mendengar ucapan sahabat nya.
"Gila lu. Niat ya dukun pake papan nama segala...? Yang ada di boikot warga bodoh..!!"
"Eh, Sialan lu ngatain gue bodoh..!"
"Abisnya, jabatan lu doang sekretaris, tapi otak lu nggak dipake, emang ada dukun pasang papan nama didepan rumah nya "DUKUN SANTET, TERIMA JASA MENYANTET ORANG"..!"
Sungut Dina sembari membuka pintu mobilnya. Gisella mau tidak mau tertawa mendengar ucapan sahabat nya.
Benar juga ..
Katanya dalam hati. Ia ikut ikutan keluar dari mobil. Meski terpaksa, diikutinya juga langkah kaki Dina yang mengajaknya untuk masuk ke area rumah besar tanpa gerbang penjaga didepannya tersebut.
Dina memencet bel yang ada didekat pintu.
Pasti jelek dukunnya..
Kata Gisella dalam hati. Ia jadi tidak sabar, ingin melihat seperti apa rupa dukun andalan Dina ini.
Pintu terbuka. Seorang pria dengan tubuh atletis berdiri dihadapan mereka.
Waow, punya bodyguard juga ni dukun..
Gisella lagi lagi membathin. Pria itu menatap kearah Dina. Lalu beralih kearah Gisella.
"Masuk..!"
Katanya dengan nada dingin. Dina dan Gisella patuh. Mereka mengikuti langkah kaki pria itu dan segera duduk, ketika mereka sampai disebuah ruangan khusus. Disebut ruang khusus, karena ruangan itu berbeda seperti ruang tamu yang tadi mereka lewati. Ruang ini berada ditengah ruangan, dengan pintu didesain unik. Melambangkan sebuah kekuatan gaib, dengan gambar yang menurut Gisella tidak ada bagus bagusnya.
"Katakan apa mau kalian kesini..!"
Pria itu kembali bersuara ketika mereka sudah duduk berhadapan. Gisella mengerutkan keningnya.
"Maaf, saya hanya menceritakan keinginan saya, didepan orang yang berwenang menangani ini.."
Ucapan Gisella membuat pria bertubuh atletis itu tersenyum dingin.
"Saya orang yang anda maksud..."
"What...?"
Gisella tidak bisa menahan keterkejutan nya, ketika mendengar ucapan pria tersebut. Ia berpaling menatap kearah Dina. Dina hanya mengangguk. Makin melototlah Gisella mendapati fakta didepannya sekarang.
Ada ya, dukun begini modelnya...? Walau nggak setampan Revand, tapi tubuhnya oke juga, biasanya dukun itu jelek, brewokan, item. Kenapa ini beda..
Dina tersenyum simpul melihat Gisella bengong. Ia sudah menduga, sahabat nya ini pasti akan terkejut melihat dukun andalannya.
"Oh, maaf. Saya kira, anda ini bodyguard disini. Ternyata anda dukunnya, saya harus memanggil apa..?"
Gisella berucap seperti itu, agar sidukun tidak tersinggung dengan sikapnya.
Bisa bisa gue kena santet kalo kurang ajar didepan ni dukun...
Katanya dalam hati.
__ADS_1
"Panggil saya Ki Robius Aleptuss, dan katakan apa yang kamu mau..!"
Gisella tidak bisa menahan tawanya, ketika mendengar pria itu mengucapkan nama.
Astaga, gaje. Robius Aleptuss gunung meletus..
Gisella seenaknya menyambung nama pria itu didalam hati.
"Berhenti mentertawakan nama saya. Kalau tidak ingin saya akan membuat kepala anda ikut meletus..!"
Glek. Seperti disumbat sebongkah batu, Gisella mendadak menghentikan tawanya.
Setan....!
"Saya memang pengabdi setan, dan kenapa kamu datang kesini menemui saya...?"
Nada suara sang dukun meninggi. Gisella kagok. Dina menendang kaki Gisella supaya temannya itu tidak lagi seenaknya membathin. Gisella paham isyarat yang diberi kan Dina. Buru buru ia minta maaf. Setelah itu, Gisella mulai menceritakan maksud kedatangan nya tersebut dihadapan sang dukun.
"Kamu tidak hanya merusak rumah tangga mereka, tapi juga ingin memiliki pria tersebut...?"
"Ini yang terakhir kali. Karena saya mencintai dia. Saya tidak pernah seperti ini sebelumnya mencintai seseorang, ketika saya dulu pernah patah hati dicampakkan..!!"
Kamu punya fotonya...!"
Gisella mengangguk. Ia membuka tas kecilnya, lalu mengambil dompet miliknya, setelah itu mengeluarkan foto milik Revand yang diambil Gisella secara diam diam.
Ki Robius Aleptuss, menerima foto yang diberikan Gisella padanya. Pria itu meneliti foto milik Revand ditangannya. Wajahnya terlihat serius.
"Ini sulit.."
Katanya pada Gisella.
"Kenapa sulit...?"
"Dia tipe pria yang setia. Dia tidak pernah mempermainkan wanita sebelum menikah dengan istri nya yang sekarang. Bahkan dia hanya memacari satu wanita saja yaitu istrinya yang sekarang meskipun, banyak wanita yang menyukai nya saat masih lajang, tipe pria seperti ini mempunyai hati yang sulit untuk di rasuki setan. Kecuali dia punya 2 kelemahan...!"
Sepasang mata Gisella membulat mendengar ucapan terakhir, sang dukun. Meski seperti nya sulit untuk membuat Revand jatuh padanya. Namun, mendengar ucapan terakhir dukun tersebut, Gisella merasa ada secercah harapan.
"Katakan 2 kelemahan itu Ki...!"
Gisella tidak sabar untuk mendengarkan kelemahan yang dimaksud sang dukun.
"Dia tidak rajin ibadah, dan dia punya hal yang membuat ia merasa tidak puas dengan istri nya, hanya dua kelemahan itu yang bisa membuat hatinya teralih kan, selebihnya tidak ada celah...!"
Buset. Dibanding laki gue, target Gisella ini ikan besar. Pantes ni anak tergila gila, sampe mo tobat, sejarah pria incaran nya nggak minus sama sekali, gue juga mau kalo ada pria macam itu cinta ama gue..
Dina membathin. Sementara Gisella, ikut berkutat dengan suara hati nya pula usai mendengarkan penjelasan sang dukun.
Revand, jadi pria lurus amat lu, bikin repot gue aja, bandel dikit kenapa. Tapi gue harus dapatin elo Vand. Harus...
"Bagaimana...? Masih ada waktu untuk mundur, jika kamu merasa tidak mampu. Atau cari target baru saja yang lebih mudah di tundukkan..!"
Suara si dukun terdengar, membuyarkan lamunan Gisella dan juga Dina.
"Tidak. Saya tidak mau yang lain. Saya hanya ingin pria ini. Apapun rintangan nya, saya mau dia Ki, tolong lakukan apa saja untuk membuat dia jadi milik saya. Saya bersedia membayar anda berapa pun yang anda mau..!"
Ki Robius tersenyum mendengar ucapan kliennya. Bisa ia lihat betapa wanita ini memang sangat tergila gila dengan pria yang ada difoto itu. Cinta gadis itu sudah menggelap kan mata hati dan fikiran nya.
"Baik. Kita akan coba, apakah dia bisa kita tundukkan lewat 2 kelemahan itu. Sebelum nya, saya akan memberitahu kan syarat utama praktik ini. Selain jumlah pembayaran yang cukup besar, karena orang yang kamu incar ini orang yang sulit, ada syarat utama yang juga harus kamu patuhi..!"
"Apapun itu saya bersedia, asal Ki Robius bisa menjamin pria itu jadi milik saya..!"
__ADS_1
"Syarat utama, kamu harus tidur dengan saya, fungsinya, agar kekuatan menundukkan orang yang kamu maksud bisa masuk dengan sempurna lewat hubungan intim tersebut. Dan lagi..."
"Apa...? Tidur dengan anda ..?"
Gisella memotong ucapan sang dukun, karena ia tidak menyangka, syarat yang diberikan menurutnya sangat konyol.
Gila, dukun ini emang nggak jelek, mirip ****** profesional, dengan tubuh atletis dan wajah yang lumayan, tapikan gue mau tobat, masa gue tidur ama pria selain Revand...? Sama Revand aja gue belum bisa ngajak tu cowok tidur, malah keduluan sama ni dukun. Gila...!!
"Saya memang pernah menjadi seorang ******, tapi itu masalalu saya, ketika saya ingin bertobat, masyarakat tidak pernah memberikan saya kesempatan itu untuk saya, mereka mengusir saya dari rumah saya, membuat saya bercerai dengan istri saya, dengan mengungkap pekerjaan saya, saya kehilangan anak serta istri, padahal saya melakukan pekerjaan kotor itu karena terpaksa, saya tidak tahan melihat anak dan istri saya dihina karena kami hidup miskin, saya memang salah, memakai jalan pintas untuk mencari uang banyak, tapi itu saya lakukan untuk anak dan istri saya. Jadi, jika kamu keberatan dengan syarat utama saya, silahkan pergi dari sini, dan jangan pernah kembali...!!"
Dina lagi lagi menginjak kaki Gisella. Sahabat nya itu seperti lupa, kalau pria didepan mereka ini, bisa mendengar kata hati kliennya. Gisella menekap mulutnya. Nyalinya ciut juga melihat betapa pria didepan nya ini seperti nya marah.
Mati gue. Kalo cari masalah sama dukun, bisa bisa gue dikutuk tonggos seumur hidup..
"Tidak hanya mengutuk kamu jadi tonggos seumur hidup, tapi juga bisa membuatmu tidak akan merasakan nikmatnya mencapai klimaks saat berhubungan intim,"
"What.."
"Sell, please, kondisi kan hati lu, Ki Robius, bisa mendengar apa yang lu katakan didalam hati...!!"
Dina tidak tahan untuk memperingatkan sahabatnya. Ia takut, Gisella membuat marah dukun andalannya ini. Gisella buru buru minta maaf. Meski ingin sekali mengomentari kisah hidup pria tersebut, Gisella terpaksa mengurungkan niatnya, karena takut dukun unik didepan nya ini semakin marah.
"Baik. Kalau kamu setengah setengah menyanggupi nya, maka kamu akan mendapatkan kerugian mu sendiri, ingat itu..!!"
"Baik Ki, maafkan saya, saya siap menyanggupi syarat utama yang Ki Robius katakan tadi..!"
Gisella menjawab dengan penuh keyakinan.
"Ya sudah. Saya beri kesempatan kamu sekali ini. Dan ingat, kamu harus patuh dengan apa yang aku katakan..!"
"Saya akan patuh Ki..!"
"Ada hal lain yang juga harus kamu ketahui, jika ini gagal, karena mungkin 2 hal yang jadi celah pria itu, tidak kita temukan dalam pria itu dengan kata lain, pria itu ternyata menjaga ibadahnya, selalu puas dengan keadaan istri nya, maka kemungkinan gagal itu ada, saya akan mengembalikan 30 persen uang pembayaran kamu, ingat hanya 30 persen. Tapi jika berhasil, kamu harus siap menerima konsekuensi nya,"
"Apa konsekuensi yang harus saya terima Ki..?"
Gisella semakin tidak sabar untuk mendengarkan seluruh ucapan pria dihadapannya.
"Kamu mungkin berhasil mendapatkan pria itu, tapi kamu tidak akan pernah mempunyai anak dari pria tersebut, karena setiap kali janin tumbuh dirahim kamu, maka itu sebagai syarat yang akan saya serahkan pada kekuatan iblis yang membantu saya...!"
"Apa...?? Tunggu dulu. Teman saya bilang, Ki Robius tidak akan meminta tumbal, kenapa harus ada tumbal...? Sayakan nggak minta pesugihan, ini ngaco deh...!!"
Shock hati Gisella mendengar konsekuensi yang harus ia tanggung dari sang dukun.
"Memang tidak ada tumbal, saya tidak menyuruh kamu untuk membunuh seseorang setiap tahun kan..? Hanya menyerahkan calon anak kamu dengan kekuatan iblis yang membantu kamu, sebagai imbalan nya, gairah kalian semakin kuat, kamu juga dicintai habis habisan oleh pria ini, dan dia juga bisa menceraikan istrinya yang sekarang untuk kamu...!!"
Kalimat terakhir yang diucapkan sang dukun dihadapan nya, membuat Gisella mau tidak mau jadi terbang melayang..
Bercinta hot dengan Revand, menjadi istri satu satunya Revand, astaga ini kan yang gue mau....
Gisella lagi lagi bersuara dalam hati, tidak sadar lagi, kalau suara hatinya bisa didengar oleh Ki Robius Aleptuss, hingga dukun itu tersenyum penuh arti.
"Iya, impian kamu akan tercapai jika kita bisa menemukan 2 celah dari pria yang menjadi target kamu..!"
Indahnyaaaaa...
Gisella semakin mabuk mendengar nya. Hingga..
"Baik, saya siap menerima konsekuensi nya..!"
Bodo amat soal anak, kan bisa adopsi, nggak harus lahir dari rahim gue kan, yang penting Revand jadi milik gue selamanya...
Note: Setan memang punya kekuatan untuk membantu manusia mencapai keinginan nya. Akan tetapi, kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada setan yang notabene adalah makhluk ciptaan- NYA.
__ADS_1
👉 Terima kasih tetap stay disini 💖 pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
Bersambung