SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 104. REZEKI BERKAH.


__ADS_3

Kabar tentang Revand diangkat langsung menjadi direktur di perusahaan milik keluarga besar Mahendradatta, sudah tersebar luas. Beberapa orang sesama rekan dikantor lama, yang dulu mencibir, kini berdecak kagum. Secara perlahan, nama baik Revand kembali diakui setelah sempat ternodai oleh berita miring, tentang pemecatan tidak sopan yang mengatakan, Revand tidak mau mengikuti aturan yang berlaku diperusahaan.


Revand, baru saja keluar dari sebuah pusat perbelanjaan, sepulang dari kantor, karena tadi istrinya memintanya untuk mampir untuk membeli beberapa buah buahan untuk dijadikan salad. Semenjak hamil, Revand sedikit khawatir dengan sang istri, karena istrinya itu tidak mau makan nasi sedikitpun.


Wanita itu hanya bisa menelan buah buahan, jika memakan nasi, pasti akan muntah, dan itu membuat Revand jadi khawatir dengan kondisi istri dan janin yang dikandung oleh Sherlin.


Saat ingin masuk kedalam mobil, seorang tukang parkir mendekatinya sembari menagih jasa parkir dihalaman pusat perbelanjaan tersebut. Revand mengeluarkan sejumlah uang, dan ingin memberikan uang itu kepada sang tukang parkir, akan tetapi niatnya terhenti saat melihat siapa yang sedang menjadi tukang parkir tersebut.


"Bapak...!"


Tukang parkir itu mengangkat topi yang menutup wajahnya, lalu wajahnya ikut terkejut melihat siapa yang sekarang memanggilnya dengan sebutan bapak itu.


"Revand...!"


Menyadari, pria yang ada didalam mobil itu adalah Revand, tukang parkir yang ternyata adalah mantan bos Revand diperusahaan yang dulu hendak berbalik dan beranjak meninggalkan Revand, tanpa memperdulikan uang yang diberikan Revand untuk jasa parkir.


Revand turun dari mobil, dan mengejar pria tersebut, hingga pria itu tidak bisa lari lagi dari hadapan Revand yang memotong langkahnya dengan sangat cepat.


"Bapak tidak mau bicara sama saya...?"


Revand melontarkan kata kata itu dihadapan pria yang pernah, memperkerjakannya beberapa tahun lamanya diperusahaan yang lama itu sebelum pria itu memecatnya.


"Bukan seperti itu Revand, aku hanya malu, aku malu dengan kamu karena keadaan aku seperti ini..!"


Pria itu bicara sembari menundukkan wajahnya dalam dalam.


"Pak, saya sudah melupakan semuanya, apa yang pernah terjadi sekarang sudah saya petik hikmahnya, seandainya bapak tidak memecat saya dulu, mungkin saya juga akan terseret kasus hukum karena perusahaan bapak...!"


"Maafkan aku Revand, seharusnya, aku menuruti kata kata kamu tentang perusahaan, agar perusahaan selalu melakukan hal yang jujur, hanya karna tidak mau rugi, aku tamak, dan sekarang semua habis, hartaku habis, perusahaanku juga habis, aku terlilit hutang dan jika aku tidak diberi kesempatan oleh bos kamu, mungkin sekarang aku sudah berada dipenjara, entah untuk waktu yang berapa lama..!"


"Maksudnya, Presdir Zill tidak membawa kasus itu kejalur hukum...?"


"Dia hanya ingin aku bertanggung jawab atas semua kerugian yang aku timbulkan baik pada lingkungan, maupun pada semua karyawan...!"


"Karena itulah harta bapak habis...!"

__ADS_1


Pria setengah baya itu mengangguk.


"Hartaku habis, istriku juga meninggalkanku, dia tidak mau hidup susah bersamaku, aku benar benar sendiri sekarang Revand, anak anakku semua menyalahkan aku, mereka bilang aku tidak becus membuat perusahaan jadi maju, tidak bisa aku percaya, semua yang aku susah payah kumpulkan ternyata habis dalam sekejap, aku seperti sekarang untuk menyambung hidup, aku yang dulu jadi bos sekarang jadi tukang parkir Revand, sedang kamu, orang yang aku zalimi, justru mendapat kan hidup yang lebih baik, lihat penampilan kamu sekarang, sangat gagah dan berkarisma, aku benar benar minta maaf padamu...!"


"Sudahlah pak, semua sudah berlalu, saya sudah memaafkan bapak, apapun yang terjadi, saya sudah melupakannya, saya turut prihatin dengan apa yang menimpa bapak..!"


"Sewaktu kamu bekerja menjadi pelayan di restoran, aku menertawakanmu Revand, aku merasa puas dengan penderitaan kamu, aku membuat kamu tidak bisa diterima di perusahaan manapun, semua itu kulakukan bersama Gisella, aku ingin menghancurkan karir kamu sampai habis karena aku kecewa padamu, tapi ternyata perbuatan jahatku berbalik kepada diriku sendiri. Aku bahkan lebih terpuruk daripada kamu yang hanya bekerja sebagai pelayan, sedang aku jadi tukang parkir seperti ini, dengan penghasilan yang sangat minim...!"


Ah, semakin didengarkan, semakin prihatin Revand pada pria yang pernah membuat dirinya kecewa tersebut, ternyata, Tuhan itu memang adil. Ia tidak pernah menyangka, mantan bosnya ini begitu banyak melakukan sesuatu hanya untuk membuatnya jadi terpuruk. Memang dia terpuruk, tapi ia bersyukur, meski terpuruk ia punya istri yang tetap berada disampingnya, meskipun dia sedang berada dititik nol dalam hidupnya.


Revand pamit, ketika usai memberikan 3 lembar uang seratus ribu untuk pria tersebut. Bukan bermaksud merendahkan, akan tetapi ia tahu, uang itu sangat dinantikan oleh mantan bosnya ini, dan mantan bosnya menerima uang itu dengan hati terenyuh. Kejahatannya dibalas kebaikan oleh Revand.


***


Sesampainya di rumah, Revand meletakkan buah buahan yang tadi dibelinya diatas meja. Mencari istrinya, hingga ia bertemu ibu mertuanya yang mengatakan, sang istri ada diatas. Bergegas Revand menapaki anak tangga menuju lantai atas dan masuk kedalam kamarnya, sembari memanggil istrinya.



Tidak menemukan sang istri didalam kamar, Revand keluar menuju balkon, disana ia melihat istrinya sedang duduk sambil memperhatikan situasi dibawah.


"Lagi ngapain disini...? Jangan ngelamun ditepi balkon gini lho, bahaya...!"


Sedikit kaget dengan kehadiran suaminya, Sherlin agak heran juga kenapa sang suami baru pulang dari kantor sudah melakukan hal itu padanya. Bukan hal aneh memang. Namun, entah kenapa Sherlin merasa, ada yang sedang difikirkan sang suami sekarang ini.


"Ada masalah ditempat kerja...?"


Sherlin melontarkan pertanyaan itu, sembari membalikkan tubuhnya. Kini, mereka sudah saling berhadapan dan saling menatap.


"Aku mau bilang, makasih kamu nggak beranjak pergi saat aku ada dititik nol dalam hidup ku...!"


"Maksudnya...?"


Revand menceritakan semua yang tadi dialaminya kepada Sherlin, tentang nasip mantan bosnya yang benar benar memprihatinkan.


Sherlin menarik nafas mendengar cerita suaminya.

__ADS_1


"Akukan udah bilang, cari rezeki itu yang berkah, aku selalu khawatir kalau kamu mencari rezeki tanpa memperdulikan benar atau salah jalan yang ditempuh, Alhamdulillah, kamu selalu dituntun untuk tetap berada di jalur yang benar, hingga Allah memberikan nikmat-NYA pada kita, kamu dapat posisi kamu yang dulu dirampas Gisella, dan orang orang yang sengaja menzalimi kamu mendapatkan balasan dari perbuatannya sendiri dari Tuhan...!"


"Itu semua berkat kamu sayang, kamu yang selalu membina aku untuk tetap berada di jalur yang benar, kamu mengajarkan aku banyak hal, tentang ketulusan, rasa ikhlas dan tidak boleh mendendam, terpenting, kamu tetap disampingku meski aku sedang tidak punya kedudukan lagi, kamu tetap bersamaku, meskipun perekonomian kita sempat terpuruk, aku semakin mencintaimu Sherlin...!"


Jemari tangan Revand terangkat, membelai puncak kepala sang istri dengan penuh perasaan.


Sherlin memeluk tubuh suaminya dan menyandarkan wajahnya didada sang suami.


"Jadi, kamu nggak bakal nuntut aku lagi harus inisiatif duluan supaya kamu yakin aku mencintai kamu kan..?"


"Nggak, aku janji itu nggak akan kulakukan lagi, yang penting saat melakukannya denganku kamu ikhlas, aku sudah bahagia..!"


"Aku mencintaimu Revand..!"


"Aku lebih mencintaimu Sherlin..!"


Sahut Revand sembari berjongkok dan mencium kening istrinya penuh sayang.


Terimakasih Tuhan kau berikan hambamu istri yang bisa membuat aku merasa sempurna saat mencintai dan dicintainya...


Revand berbisik dalam hati, sembari memeluk tubuh mungil istrinya dengan erat.


Note: Salah satu bukti cinta seseorang yang mengaku mencintai kita adalah, saat kita berada dititik nol dalam hidup kita dia tidak pernah beranjak pergi, bahkan menopang kita untuk tetap bangkit kembali.


👉pembaca yang yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘


👉 Untuk visual novel saya berjudul CINTA SANG PENULIS maaf ya saya sertakan disini saja, karena novel itu terdaftar masuk kompetisi jadi untuk visual tidak dicantumkan dibadan naskah. Cek saja visual Kei dan Mikha diepisode SANG PELAKOR sebelumnya.


👉 bagi kalian yang ingin membaca novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU dan novel fiksi fantasi saya berjudul MAHKOTA DEWA ada diplatform kuning NOV*LME ya, stay terus dikedua novel itu agar bisa berkesempatan mengikuti event nya next dimarkas besar GSB 😎




Bersambung

__ADS_1


__ADS_2