
"Semuanya, seperti pesan ibu Sherlin tadi, bagaimana kalau kita membaca ayat kursi agar kaki kita ini tidak lagi dibelit kekuatan iblis itu...? Kita tidak bisa seperti ini saja melihat dukun itu menantang iblis yang membantunya, bisa bisa kita ikut celaka disini...!"
Zill berseru seperti itu kepada yang lainnya, dan saran dari pria itu diterima baik oleh semua yang ada disitu. Mereka segera membaca ayat tersebut dengan penuh perasaan yakin, kalau iblis tidak terlihat itu, bisa dikalahkan oleh kekuatan Tuhan.
Tapi, tidak disangka, bukan hanya iblis yang tidak terlihat itu saja yang merasa terganggu atas ayat yang dibaca oleh semua yang ada disitu. Namun juga Ki Robius. Pria itu berteriak kesakitan, seolah-olah ayat itu membakar dirinya.
"Tolong hentikan, kalian bisa membunuh suamiku, jangan diteruskan...!"
Teriak wanita yang disebut Yulia oleh Ki Robius tadi, dengan suara meninggi. Bersamaan dengan itu, sebuah tawa membahana diruangan tersebut. Tawa yang berat, membuat semua yang ada disitu merinding mendengarnya, sementara bau anyir semakin memenuhi ruangan tersebut, membuat semua yang ada disitu mual, bahkan Roy, tidak tahan untuk tidak muntah, begitu juga ibu Revand.
Disaat Roy dan Ibu Revand sibuk muntah, Ki Robius justru tiba tiba saja terjajar membentur dinding, seolah-olah tubuhnya didesak oleh kekuatan besar yang membuatnya membentur tembok dibelakang nya.
" Dasar manusia ingkar, kau sudah bersekutu dengan ku, kau ingin melawanku, kau mau mengingkari semua peraturan ku, bukankah aku sudah memberikan apa yang kau mau, kekuatan, kekayaan, tapi ini balasanmu, aku akan membuat mu membayar semuanya...!!"
Suara asing itu menggelegar diruangan tersebut. Tidak ada yang bisa melihat seperti apa sosok yang tadi melontarkan kata kata mengerikan tersebut. Yang bisa mereka lihat, tubuh Ki Robius tertekan ditembok dengan tubuh sedikit demi sedikit terangkat naik. Seperti ada yang menariknya dari atas. Melihat fenomena ganjil seperti itu, semua yang ada disitu semakin panik.
Tanpa memperdulikan larangan wanita bernama Yulia itu, Roy, Zill, dan ibu Revand juga Revand kembali membaca ayat kursi dengan suara lantang.
Diwaktu yang bersamaan, di hotel tempat dimana Sherlin dan Gisella terbaring. Ibu Sherlin dan ibu Zill serta Sari yang berjaga disana terkejut, melihat Sherlin dan juga Gisella sama sama mengeluarkan darah dibagian hidung mereka.
Ibu Zill, meminta Gita untuk memanggil ustaz yang ia kenal untuk datang melihat kondisi Sherlin juga Gisella. Namun, belum sempat Gita beranjak, Pram muncul bersama seorang pria tua berpakaian serba putih, yang dari penampilannya saja bisa ditebak, bahwa pria itu adalah seseorang yang ahli di agama.
Ibu Zill segera mempersilahkan keduanya masuk. Ibu Sherlin masih sibuk membersihkan darah yang keluar dari hidung putri nya sembari tidak henti hentinya meminta putrinya untuk bertahan.
Pram, meminta izin untuk meminta orang yang dibawanya untuk memeriksa Sherlin dan juga Gisella. Semua yang ada disitu menanti, apa yang akan diucapkan oleh pria tua tersebut.
"Putri ibu, sedang melawan kekuatan jahat yang sedang mengintai nyawa suaminya..!"
Pria itu mengucapkan kalimat tersebut sesaat setelah membuka mata, usai memeriksa Sherlin yang tengah terbaring dengan hidung kembali berdarah.
"Apakah menantu saya, sudah menemui dukun yang disewa wanita yang terbaring disana...?"
Ibu Sherlin bertanya demikian dengan suara gemetar.
"Benar, saat ini disana terlibat perkelahian antara dukun itu dengan iblis yang membantunya, dukun itu tidak terima karena anaknya menjadi tumbal, hingga menantang iblis yang membantunya tersebut...!"
"Lalu, apakah itu berarti anak anakku akan selamat karena dukun dan iblis itu saling bertarung...?"
"Tidak. Justru iblis itu ingin meminta tumbal lebih banyak, putri ibu, wanita yang terbaring disana, suami putri ibu, besan ibu, juga dukun itu akan menjadi tumbal kemarahan iblis tersebut..!"
__ADS_1
"A, apa...?"
Ibu Sherlin tidak bisa menahan rasa terkejut nya mendengar apa yang diucapkan oleh sang ustaz.
"Apakah kita bisa mencegah itu terjadi ustaz, tolonglah, selamatkan anak anak kami...!"
"Hanya putri ibu yang bisa membuat semua yang menjadi target iblis itu selamat ..!"
"Kenapa...? Kenapa demikian...? Putri ku anak yang lemah, dia tidak mungkin melakukan perlawanan sebesar itu untuk makhluk seperti iblis itu...!"
"Tidak Bu. Justru putri ibu yang sangat kuat disini. Hatinya suci, penuh dengan ketulusan, tidak ada dendam, hingga iblis juga sulit untuk menguasai hati dan fikiran putri ibu..!"
"Tapi, apakah kita hanya bisa diam saja melihat dia terancam keselamatannya seperti ini ustaz...!!"
"Kita bisa membantu nya, dengan memanjat kan doa, mari semuanya ambil air wudhu, kita lakukan doa bersama, kita bantu putri ibu dengan doa, kita bantu putri ibu untuk melawan makhluk itu. Percayalah, hati yang tulus tanpa penyakit hati akan menjadi lawan tersulit iblis jenis apapun. Mari kita lakukan doa bersama, lakukan dengan khusu, karena kita tidak bisa melakukan hal lain selain itu, hanya putri ibu yang bisa masuk kealam bawah sadar untuk menembus kekuatan iblis yang disembah dukun tersebut...!"
Semua yang ada disitu menuruti apa yang diperintahkan oleh pria berpakaian serba putih tersebut. Mereka bergiliran mengambil air wudhu, lalu duduk melingkar sesuai arahan ustaz yang dibawa oleh Pram. Tidak mau terjadi apa apa dengan Sherlin, yang terlihat berjuang untuk melawan kekuatan iblis yang ingin mengambil beberapa nyawa dalam satu waktu sekaligus itu.
Kembali, kerumah milik Ki Robius. Revand seketika dibuat terkejut karena ia melihat bayangan istrinya menghampirinya. Karena bantuan doa dari ustaz dan beberapa orang yang ada dikamar hotel milik Zill, dimana ada tubuh Sherlin dan Gisella yang terbaring tidak sadarkan diri, Sherlin mendapatkan kekuatan penuh untuk melawan iblis yang ingin memakan korban banyak sekaligus itu.
Jika pada awal nya wanita itu hanya melawan dialam bawah sadar, kini wanita itu bisa terlihat oleh orang yang dicintai dan mencintai nya yang ada disitu, kecuali Yulia yang memang tidak bisa melihat perwujudtan Sherlin, karena tidak mengenal wanita tersebut.
"Kamu disini sayang, jangan disini, berbahaya kembalilah ke tubuh mu, jangan disini...!"
"Presdir, apa itu berarti, Sherlin sudah mati..?"
Roy mengucapkan kalimat tersebut dihadapan Zill.
"Aku juga tidak tahu, aku benar benar tidak pernah melihat fenomena ini sebelumnya, aku tidak bisa menjelaskan nya padamu..!"
Zill menjawab dengan nada suara terbata. Sebagai pria yang hidup di zaman modern, tentu hal seperti ini, tidak bisa ia percaya begitu saja, tapi jika tidak percaya, apa yang sekarang ia lihat begitu nyata.
Sementara Sherlin, yang mendengar ucapan yang diucapkan Revand, hanya bisa tersenyum. Meski terlihat oleh mata, wanita itu tidak bisa berkata kata. Hanya ekspresi yang bisa diberikan oleh Sherlin, Revand ingin memeluk tubuh membayang istrinya yang ada dihadapan nya, namun kedua tangan nya tidak bisa menyentuh tubuh itu. Tubuh itu tembus tidak bisa disentuh.
Sekali lagi, Sherlin hanya bisa memberi isyarat agar semua yang ada disitu untuk menjauh, Zill paham dengan kode itu, karena kedua kakinya yang tadinya dijerat oleh tali pengikat iblis Ki Robius telah putus saat mereka tadi serentak membaca doa, pria itu segera menyeret Revand yang tidak mau beranjak dari tempat nya, karena tidak ingin meninggalkan istri nya.
"Kita tidak bisa meninggalkan Sherlin disini sendirian kan..! Pergi saja kalian...!!"
Revand bersikeras untuk tetap berada ditempat nya, meskipun Zill berusaha untuk menyeret nya untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, wanita yang bernama Yulia tidak mengerti apa yang dilihat oleh orang orang yang ada disitu, wanita itu hanya memperhatikan sang suami, Ki Robius yang masih ditarik keatas oleh iblis yang dipujanya.
"Sherlin, ini mama sayang, mama minta maaf, mama salah padamu, tolong jangan disana, jangan korbankan dirimu sayang, Revand butuh kamu untuk menjalani hidup nya...!!"
Ibu Revand berteriak seperti itu kepada Sherlin. Sepasang mata Sherlin berkaca kaca, mendengar apa yang diucapkan oleh mertuanya tersebut. Dari raut wajah nya, bisa dilihat, ada perasaan haru sekaligus bahagia terpancar di wajah itu, saat mengetahui mertuanya ternyata sudah bersikap lunak padanya.
Tapi seperti tadi, wanita itu tetap memberi isyarat untuk semua yang ada disitu untuk menyingkir. Tidak ingin membuang waktu, Zill segera memaksa Revand dan ibu nya untuk menyingkir. Sementara Roy, berusaha membujuk wanita bernama Yulia itu untuk ikut serta, meski wanita itu menolak, karena khawatir dengan keselamatan suaminya.
Setelah semuanya menyingkir lebih jauh, Sherlin melayang seolah mendekati makhluk yang sedang mendesak Ki Robius yang terus menarik tubuh Ki Robius keatas.
Sinar putih terpancar dari tubuh membayang Sherlin, sinar itu terpancar, karena bantuan doa doa yang dibaca oleh semua yang ada dikamar hotel tempat dimana tubuh Sherlin terbaring.
"Zill, kenapa Sherlin seperti nya ingin melawan dukun itu...?"
Revand tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Gue lihat, bukan dukun itu sasaran utama istri lu, tapi iblis yang dihadapan istri lu...!!"
Sahut Zill dengan nafas tersengal. Karena aura diruangan itu semakin pengap seolah oksigen disedot habis oleh kekuatan abstral yang tidak terlihat oleh mata.
"Gaes, kalian lihat makhluk itu kagak, gue mual bener ini...!"
Roy bicara seperti itu sembari memuntahkan isi perutnya kembali karena tidak tahan dengan bau anyir yang semakin santer menyelimuti ruangan tersebut.
"Seperti nya cuma Ki Robius dan Sherlin yang bisa melihat makhluk itu, kelihatan nya Sherlin emang mau melawan iblis itu agar kalian bebas dari pertukaran tumbal tersebut...!"
Zill berseru seperti itu, karena ia melihat bayangan Sherlin terlihat sedang menekan kekuatan iblis berbau anyir itu, terlihat dari ekspresi wajah wanita itu yang terlihat seperti sangat berjuang keras untuk melawan makhluk yang mereka semua tidak bisa melihat seperti apa wujud nya...
Note: Hati yang bebas dari penyakit hati, adalah salah satu kunci untuk membuat perilaku manusia jadi terkontrol. Apa itu penyakit hati...? Penyakit hati adalah, rasa iri, dendam, benci, sirik, dengki,kemunafikan, ketidak jujuran yang mana terkadang manusia tidak sadar memiliki penyakit tersebut.
👉 pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉 baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS dilapak ini ya.
👉 buat yang ingin baca novel online saya yang lain, diplatform kuning NOV*LME disana ada 3 novel saya yang berjudul
- FACE ( sudah tamat roman fiksi)
- DOKTER ITU KAKAKKU ( non-fiksi masih on going, yang artinya update tiap hari)
__ADS_1
- MAHKOTA DEWA ( fiksi fantasi yang juga masih on going artinya update tiap hari juga ) dukung karya saya selalu ya agar saya terus semangat berkarya 💗
bersambung