
Gisella mengetuk pintu rumah Ki Robius Aleptuss dengan tidak sabar. Kali ini, ia menemui dukun tersebut tanpa ditemani oleh Dina. Dina sedang liburan keluar kota bersama suami tercinta nya. Ah, Gisella sangat iri dengan hal itu, Dina bisa dengan mudah mendapatkan pria yang dia sukai, sedang kan ia justru selalu meleset.
Pintu terbuka. Pria tinggi besar itu tidak bereaksi ketika melihat wajah gusar Gisella. Disuruh nya gadis itu masuk kedalam. Setelah itu, ia menutup kembali pintu tersebut.
"Kamu gagal melakukan rencana pertama mu..!"
Belum sempat Gisella menceritakan maksud kedatangan nya, pria itu sudah bicara duluan. Gisella baru ingat, orang ini bisa membaca suara hati seseorang yang ada dihadapannya.
"Terus apa yang harus saya lakukan Ki...? Apa ada efek samping karena target yang saya tuju meleset..?"
Gisella tidak sabar untuk mengetahui apa yang akan terjadi pasca ia justru meniduri Pram, bukan Revand.
"Resikonya...? Pertahanan target kamu semakin kuat, dan sebaliknya kamu yang semakin lemah. Saya sudah bilang, jika dari awal saja sudah meleset, maka selanjutnya, kamu akan semakin sulit untuk menaklukkan target kamu itu..!"
"Dia itu. Pria yang benar benar bikin saya kesal setengah mati, tapi juga gila Ki, kesetiaan nya itu membuat saya makin ingin mendapatkan nya, saya tidak pernah menemui pria dengan pertahanan sekuat ini. Ini menyakitkan Ki..!"
"Sebenarnya, awalnya kamu nyaris mendapatkan kesempatan itu bukan, dia mulai merasa tidak puas dengan istri nya, dan saat itu kamu masuk, sebenarnya itu saat yang tepat, tapi kamu terlalu pongah. Sikap pongah kamu ini yang menjadi petaka. Kamu jadi tidak bisa melihat kesempatan yang bagus, dan justru membuat kesalahan fatal..!"
"Udahlah Ki, jangan bikin mental saya makin down dong. Cari solusi kek, saya tambah bayaran nya kalau anda bisa membuat saya mendapat kan target saya..!!"
"Baik, kita pakai double cara, tapi tetap cara jitu adalah mampu membuat kamu meniduri target kamu itu, karena dari situ, ilmu pengasihan yang saya berikan akan masuk sempurna lewat hubungan intim kalian. Selagi kamu mencari kesempatan itu, saya akan membantu mu lewat cara yang lain, tapi saya minta tambahan bayaran, dan satu lagi, ilmu pengasihan yang sudah masuk ketubuh orang lain lewat hubungan intim nya dengan mu, tidak akan bisa hilang sebelum orang itu sendiri yang punya kemauan untuk menghilangkan nya dengan cara memperkuat ibadah nya, jadi orang yang jadi kesalahan target kamu, akan cukup menghambat kamu, karena sikapnya akan jadi dua kali lebih agresif untuk mendekati kamu, paham..?"
Sial, mana ada sih Pram rajin shalat, diakan brengs*k, tapi kalau dia jadi tergila gila sama gue sebenarnya bodo amat, gue bisa injak injak dia sekalian, masalahnya kalo si cunguk ini bikin perjuangan gue mendapat Revand gagal, mending gue bikin guna guna itu ilang aja kali ya, suruh dia rajin shalat, ngaji..
"Iya, betul. Hanya itu jalan satunya..!"
Gisella tergagap, ketika tiba tiba saja Ki Robius Aleptuss menyahuti suara hati nya.
"Jadi dengan meminta dia rajin shalat ibadah gitu, dengan sendirinya ilmu nya luntur kan...?"
"Benar. Setan tidak suka dengan orang yang dekat dengan Tuhan nya..!"
"Kalau target saya rajin ibadah, apakah saya kesulitan untuk menaklukkan nya..?"
"Saya sudah menerangkan dua kelemahan yang sekira kira bisa menjadi celah target kamu, dia tidak rajin ibadah, dan dia juga tidak merasa puas dengan kondisi istri nya. Target kamu hanya punya dua celah itu, tapi kita tidak tahu apakah dia memiliki dua celah itu."
"Heeem, istrinya kan tidak pernah bisa meminta duluan setiap kali berhubungan intim, hingga target saya merasa tidak diinginkan, cewek kaku itu, kenapa bisa jadi istri target saya sih. Tapi bagus lah, mungkin ini celah yang bisa saya manfaat kan, apalagi, istri nya juga belum hamil hamil kan, mungkin saja ini kesempatan saya buat merusak rumah tangga mereka, atau setidaknya membuat target saya berpaling dari istri nya..!"
"Iya. Benar. Bisa jadi itu celah yang bagus untuk mu. Ingat jika kali ini kamu salah sasaran lagi, maka kamu harus kembali berhubungan intim dengan saya untuk mempunyai ilmu pengasihan itu lagi..!"
__ADS_1
"Aduh, gila. Saya ini mau tobat, kenapa justru tidur dengan pria lain lagi selain target saya..!"
"Tobat..? Jika kamu mau tobat, maka hentikan saja rencana ini. Kamu tidak perlu merusak rumah tangga target kamu dan membuka pintu hati untuk orang yang mencintai kamu dengan tulus..!"
Wajah Gisella jadi merah padam mendengar ucapan Ki Robius Aleptuss, apalagi wajah Pram tiba tiba saja berkelebat dibenaknya.
"Tidak usah mengomentari hal diluar tugas anda Ki, tobat saya akan saya jalankan ketika saya mendapat kan target saya..!"
Gisella bicara seperti itu, lalu segera mengeluarkan amplop berisi uang dan menyerahkan amplop itu kepada sang dukun.
Ki Robius Aleptuss menerima amplop tersebut, membukanya, dan menghitung jumlah nya.
"Baiklah. Ini cukup. Akan saya lakukan tugas saya sebagai mana mestinya..!"
"Memang seharusnya begitu, kalau tidak anda harus mengembalikan beberapa persen uang yang pernah saya berikan dulu..!"
Sahut Gisella sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Semua juga tergantung usaha kamu, kalau kamu maksimal berusaha, maka kemungkinan berhasil juga akan kamu dapatkan..!"
"Saya pasti akan melakukan nya sekeras mungkin, jadi tolong anda juga melakukan hal yang sama untuk saya..!"
Andai kalian ada bersamaku sekarang, kalian pasti tidak akan kekurangan materi lagi...
Pria itu berucap dalam hati...
***
"Alhamdulillah, akhirnya kamu pulang juga nak. Mami senang sekali kamu memutuskan untuk tinggal disini, sebentar lagi, rumah ini juga akan bertambah satu penghuni lagi bukan, Sherlin istri kamu, setelah kalian menikah nanti..!"
Zill membalas pelukan sang ibu sesaat, setelah itu mengajak ibunya untuk duduk. Wajah nya jadi serius. Berterus terang kepada sang ibu tentang akting ia dan Sherlin benar benar berat untuk dilakukan. Akan tetapi, Zill harus melakukan itu, daripada sang ibu terus berharap. Diraihnya jemari tangan sang ibu. Berharap saat ia usai bercerita, ibunya ini tidak akan shock.
"Aku minta maaf mi, aku minta maaf sudah terlambat menyadari perasaan menyesal ini. Andai aku tidak angkuh dalam benci, mungkin papi masih ada bersama kita..!"
Ibu Zill membalas genggaman tangan putra nya.
"Sudahlah. Yang penting sekarang, kamu sudah menyadari nya. Mami yakin ayahmu disana juga tersenyum melihat mu yang sekarang, apalagi melihat mu kembali kerumah ini sayang..! Mami mengerti, waktu itu cukup berat untuk kamu hadapi, begitu juga mami..!"
"Mari kita benahi keluarga kita yang sempat porak poranda mami. Aku berjanji, aku tidak akan meninggalkan mami lagi..!"
__ADS_1
"Mami percaya, kamu tidak pernah mengingkari janji kamu sendiri sayang, mami percaya itu..!"
"Tapi sekarang, aku sudah mengingkari salah satu janji ku pada mami, tentang Sherlin..!"
"Dia wanita yang baik yang layak jadi istri kamu sayang..!"
"Tidak mi. Lupakan itu. Aku dan Sherlin hanya berpura pura, saat itu aku hanya ingin membantu Sherlin untuk membalas perbuatan suaminya, aku hanya ingin membuat suami Sherlin sadar, kalau ia punya istri yang harusnya dijaga, jadi aku dan Sherlin berpura pura. Maafkan aku mami, jangan salahkan Sherlin. Ini rencana ku, dia tidak bersalah..!"
Ibu Zill terdiam lama saat mendengar penuturan jujur dari putranya. Raut wajah nya seketika suram. Wanita itu menarik nafas panjang.
"Sebenarnya mami tau, kalian cuma akting, dan jujur itu menyakiti mami. Sakit karena mami ingin itu bukan akting, mami sangat berharap, kalian tidak sedang berakting, hingga membenarkan itu semua, mami menutup mata untuk itu semua, mami benar benar sayang dengan Sherlin, dia wanita lugu, yang punya hati yang tulus. Sulit mencari wanita seperti dia di zaman seperti sekarang..!"
"Apa...? Mami tau kalau kami pura pura..?"
Sang ibu mengangguk lemah.
"Mami melihat dia menangis saat malam itu dirumah ini. Mami juga melihat, pria bernama Revand itu memandang mu penuh rasa cemburu setiap kali kamu bersama Sherlin. Hanya saja, mami sengaja menutup mata, mami ingin egois saat itu, mami biarkan kalian berpura-pura, mami ingin tahu, seberapa tulus kalian dalam menyikapi sebuah hubungan. Ternyata, perkiraan mami benar, kamu pria yang baik sayang, Sherlin juga wanita yang baik, sangat mudah untuk jatuh cinta pada pria seperti kamu. Baik, tampan, kaya, tapi Sherlin memilih setia dengan suaminya, meski ini terdengar menyakitkan, tapi mami tidak salah merasa sayang pada wanita itu, hanya saja, karena kalian sudah berani membohongi mami, bolehkah mami memberi kan hukuman pada kalian...?"
"Hu, hukuman apa itu mami..?"
"Jadi lah model satu sesi pemotretan untuk butik mami, mami akan meluncurkan gaun pengantin terbaru, mami Ingin kalian jadi modelnya, mami yakin ini akan mendongkrak penjualan butik mami,"
"A, apa..?"
"Iya kenapa...? Tidak mau...?"
"Ini konyol Mi, aku bukan model, dan belum tentu Sherlin juga bersedia, apalagi suaminya itu sangat pecemburu..!"
"Saat akting berpura pura pacaran, kalian juga bisa menghadapi sifat pecemburu suaminya bukan..? Lagipula ini pekerjaan. Bukan akting kalian yang konyol itu. Mami tidak perduli, kalau kamu dan Sherlin memang ingin menyadari kesalahan kalian sudah membohongi mami, maka lakukan apa yang mami minta..!"
Habis berkata begitu, sang ibu berdiri dan beranjak meninggalkan putranya yang masih bengong tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar tuntutan yang ia ucapkan tadi.
Maafkan mami Zill, akting kalian menyakiti mami, mami tau, ini sebenarnya tidak boleh. Berharap kalian benar benar menikah, kenyataan nya, apa yang kalian lakukan justru membuat khayalan mami semakin besar untuk kalian, memotret kalian dengan gaun yang mami rancang adalah salah satu pengobat rasa terluka mami, karena harapan mami mengambil Sherlin jadi menantu musnah sudah, hanya selembar foto, tidak masalah bukan Zill...?
NOTE: Diam bukan berarti tidak tahu apa apa. Terkadang saat seseorang dibohongi, namun tetap diam, hanya ingin mengetes seberapa jauh ia terus dibohongi, hingga ia mampu mendapatkan celah untuk memutar balik keadaan...
👉 Jangan lupa like, vote n komen pemberi semangat ya❤️
👉Buat yang ingin story hidupnya dibukukan, silahkan hubungi wa saya ke 085250658157 (hanya yang serius, dan hanya menerima chat, karena calling cukup mengganggu aktivitas saya ) tentunya bagi yang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku plus yang sesuai tarif, karena buat buku tidak sesimple membacanya ya. Membukukan perjalanan hidup, adalah salah satu jejak abadi yang kita tinggalkan, yang penting tujuan nya baik. Dan tentunya bukan versi online ya, hanya melayani versi cetak saja.
__ADS_1
Bersambung