SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 56. SERANGAN PERTAMA.


__ADS_3

"Hay, sayang kebetulan banget lu ngajak gue bicara, gue juga lagi ada rencana ngajakin lu buat ketemu Pram ntar malam, bisa kan...?"


Revand membalikkan tubuhnya, ketika Gisella sudah masuk kedalam ruangan nya, dan langsung menyapa nya dengan nada mesra seperti itu.


Tidak hanya bersikap seperti itu. Gadis itu juga menghampiri Revand, dan langsung meraih lengan Revand, namun segera dilerai Revand.


"Ini kantor Gisella. Walau ini jam istirahat, tolong jaga sikap lu, biar gimana gue ini suami Sherlin, jangan seenaknya menyentuh gue..!"


Kata Revand, lalu melangkah menuju tempat duduk. Menghempaskan tubuhnya ke atas sofa tersebut, dan menyandarkan punggungnya, dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat stres.


Gisella mengikuti. Duduk disamping Revand, dan wanita itu memandangi wajah Revand dengan tatapan serius.


"Berantem dengan bini lu..? Atau beberapa hari ini, Sherlin nggak ngasi lu jatah...?"


Sial...


Revand mengumpat didalam hati, mendengar ucapan terakhir yang diucapkan Gisella. Salah satu penyebab, tidak bersemangat nya ia sekarang memang beberapa hari ini, ia dan Sherlin tidak melakukan hubungan intim. Revand tidak tega, meminta Sherlin melayaninya ketika istrinya tersebut sedang dilanda rasa kalut yang sedemikian rupa, karena tekanan yang dihadapi sang istri.


Ia memanggil Gisella dijam istirahat, karena ingin mengurangi tekanan batin sang istri. Apapun resikonya.


"Itu masalah gue, lu kagak usah ikut campur. Gue cuma mau membicarakan tentang akting kita beberapa waktu terakhir ini. Gue, kagak bisa meneruskan ke bohongan ini Sell. Gue kagak mau, pernikahan gue jadi taruhan nya, lagian lu juga harus belajar berdamai dengan masa lalu lu, berikan kesempatan buat pria itu untuk memperbaiki kesalahannya ama lu dimasa lalu...!!"


"Kok gitu sih...? Lu mau ingkar janji..? Apa Sherlin yang ngelarang lu melakukan ini...? Lu nggak lihat berita...? Dia itu selingkuh dengan Zill. Lu mau mempertahankan rumah tangga lu sedang istri lu sendiri mendua dengan pria lain...?"


"Cukup Gisella...!! Lu kagak usah mengomentari hal yang kagak lu tau apa masalahnya. Masalah kita yang harus dibahas, tolong hargai keputusan gue, gue tetap percaya lu bisa berubah, tapi gue juga harus memprioritaskan istri gue. Berdamai lah dengan masalalu lu, insya Allah, lu kagak akan merasakan benci itu lagi..!"


Gisella bangkit, ia mengambil vas bunga yang ada diatas meja, lalu..


"PRANKK...!!"


Vas itu pecah berantakan dilantai saat Gisella membanting nya dengan penuh luapan emosi. Melihat apa yang dilakukan Gisella di ruangannya, Revand kaget. Ia seketika berdiri.


"Apa yang lu lakukan...? Gue bilang jaga sikap lu...!! Gue ini atasan lu...!!"


Revand mengucapkan itu dengan nada suara meninggi. Gisella makin kalap menerima ucapan Revand yang penuh nada emosi. Mendadak, tangannya membuka satu demi satu kancing baju kemejanya sendiri, hingga memperlihatkan bagian dadanya dihadapan Revand. Revand seketika berpaling, tidak ingin melihat hal yang tidak seharusnya ia lihat tersebut.


Sementara itu Gisella semakin nekat. Dihampiri nya Revand dengan kemeja atasnya yang terbuka. Mendesak pria itu untuk menyentuh bagian sensitif nya tersebut, jujur Revand kesulitan untuk menahan nafsu yang membuat kelelakian nya meronta untuk mendapatkan pelampiasan.


Ditambah lagi, beberapa hari belakangan ini ia dan Sherlin tidak melakukan hubungan suami istri, hingga pria itu memang sedang haus belaian kasih sayang. Akan tetapi, wajah Sherlin yang berlinang air mata melintas dibenak Revand. Membuat Pria itu mendorong tubuh Gisella, yang membabi buta ingin menc*umi nya dengan kondisi bagian kemeja atas terbuka, menampakan aset wanita itu yang tertutup bra berenda miliknya. Menggoda kelelakian Revand.


"Makin galak lu makin nafsu gue liat lu Vand, lu mau mengakhiri akting kita, oke, tapi beri gue kenikmatan yang gue mau dari lu, gue tau lu sekarang lagi pengen kan, istri lu itu nggak ngasi nafkah batin buat lu kan, gue bisa memberikan lebih dari yang istri lu beri keelo Vand, lu bakal gue buat ketagihan. Gue bisa muasin lu 1000 kali lipat dibandingkan istri lu yang kaku itu...!!"


Habis berkata begitu, Gisella mendorong Revand secara paksa keatas sofa, tidak membiarkan Revand untuk melawan.Wanita itu menaiki tubuh Revand, jemari tangan nya bergerak membuka resleting celana yang digunakan Revand, diserang seganas itu oleh seorang wanita, dengan kondisi si wanita setengah telanjang seperti itu, Revand merasa jantungnya seolah berhenti berdenyut juga.


Entah kenapa, wajah Gisella dalam pandangan Revand berubah menjadi wajah Sherlin. Hingga untuk sesaat, pria itu terpaku menghentikan perlawanan. Dan kesempatan itu digunakan Gisella untuk bergerak menc*um bibir Revand. Revand terhenyak. Saat bibir mereka bertemu, dan Gisella dengan rakusnya menc*umi nya dengan penuh nafsu seolah ingin membakar nya.

__ADS_1


Namun ia sadar, bibir itu bukan bibir istrinya. Istri nya tidak pernah sebuas dan seliar ini saat menyambut c*umannya. Namun meski begitu, Revand tetap bergairah setiap kali menc*umi bibir sang istri.


Sebagai pria normal, jujur Revand merasa apa yang diperbuat Gisella memang menghanyutkan. Namun, saat sadar bibir itu bukan bibir milik istri nya, spontan Revand mendorong tubuh Gisella hingga wanita itu jatuh terjerembab ke ujung sofa.


Kesempatan itu digunakan oleh Revand untuk bangkit, merapikan kemeja dan dasinya yang berantakan, terutama resleting celana nya yang sempat turun separuh akibat perbuatan Gisella tadi.


Wajah Revand memerah antara menahan marah, sekaligus terangsang.


"Gila lu Gisella..!! Mulai sekarang gue pecat lu. Gue kagak mau punya sekretaris binal seperti lu lagi...!!"


Revand bicara setengah berteriak, sembari melangkah menuju meja kerjanya, membabi buta mencari sebuah map. Dimana ia menyimpan semua berkas berkas penting milik Gisella, lalu melempar kannya kehadapan Gisella yang masih tidak mau memberesi pakaian nya yang berantakan tersebut.


"Lu mecat gue...?"


"IYA...!!"


Gisella bangkit. Mengancingkan kembali kemeja kerjanya, lalu memungut map yang berserak dilantai karena lemparan keras Revand tadi.


"Jadi, udah mau ingkar janji membantu gue, sekarang lu juga mau membuat gue kehilangan pekerjaan...? Apa lu tau sedang berhadapan dengan siapa sayang...? Lu yakin mau pecat gue jadi sekretaris lu...? Lu sadar nggak...! Kalo gue bisa membuat bos percaya gue patut dipertahankan disini, lu bakal nyesel menolak gue Revand, nggak ada gunanya lu pertahankan istri yang membuat kelelakian lu aja nggak sehat...!!"


"Diam lu..! Kalo gue denger, lu menghina istri gue sekali lagi, gue benar benar mencoret nama lu dari daftar teman gue, ingat itu...!"


"Gue benar kan...? Kalian udah lama menikah, tapi belum juga punya anak..! Apa itu bukan sebuah pembuktian, kalo wanita yang lu jadikan istri itu nggak becus melayani lu...!!"


"Tapi lu nggak bisa mecat gue seenaknya Revand...!!"


"Bisa..! Gue bisa mecat lu, karena lu kagak menghargai gue sebagai atasan lu..!!"


Gisella mendengus menahan amarah. Tangannya meremas map yang sekarang ia genggam. Lalu dengan wajah yang masih merah padam, gadis itu berbalik, dan melangkah keluar dari ruangan Revand. Sepeninggal Gisella, Revand menendang kursi kerjanya sendiri dengan emosi yang tidak bisa terbendung.


Hingga, tanpa ia sadari, Roy sahabat nya sudah berdiri didekat meja kerjanya.


"Sejak kapan lu ada disitu..?"


Tanya Revand jutek.


"Sejak tadi. Sejak lu mengomel seorang diri tanpa dengerin gue yang ngetok pintu ruangan lu..!!"


Revand menghembuskan nafas. Perbuatan Gisella masih berkelebat diotaknya. Membuat nya sangat gila. Gila bercampur emosi.


"Lu berantem dengan Gisella..?"


"Gue mecat dia..!"


Wajah Roy berubah mendengar ucapan emosi Revand.

__ADS_1


"Gue harus melakukan itu, karena gue selalu diserang mendadak setiap kali gue lengah..!!"


Sambung Revand, penuh luapan emosi. Roy memandang berkeliling. Pria itu seperti mencari cari sesuatu.


"Lu dengerin gue kagak sih..!!"


Revand bete merasa diabaikan oleh Roy.


"Lu diserang Gisella..?"


Bisik Roy dengan nada serius.


"Gue kan tadi udah bilang. Kagak usah diperjelas terus tau, gue tabok juga lu lama lama...!!"


Sahut Revand dengan nada gusar. Setiap kali mengingat, Gisella sempat menciumnya tadi, rasa bersalah nya pada Sherlin semakin menguasai hati nya. Tidak ada wanita lain yang pernah mencium dan dicium nya selain Sherlin dan ibunya. Gisella sudah merusak semuanya, meskipun tadi ia sempat terbakar gairah karena memang sedang merasa kesepian akibat beberapa hari tidak melakukan hubungan intim dengan sang istri. Tetap saja, Revand sudah merasa telah menodai pernikahan mereka.


"Mulai sekarang, lu harus hati hati sob, Gisella kayaknya pengen melet lu..!"


Suara Roy, membuyarkan lamunan Revand yang penuh rasa bersalah.


"Maksud lu...?"


"Dia make guna guna buat bikin lu tunduk sama dia..!"


Revand melotot mendengar ucapan sahabat nya.


"Jangan ngaco lu. Hari gini masih percaya hal gituan, lagian cewek seperti Gisella yang berfikiran intelek, masa make gituan segala..!!"


Revand berusaha membantah meskipun hatinya merinding juga mendengar penjelasan Roy.


"Ada hal aneh kagak waktu lu tadi bareng dia..?"


Revand terdiam. Ia mengingat ingat. Semua hal tentang Gisella tadi diruangan ini. Rasanya ia tadi tidak melihat Gisella melakukan ritual aneh seperti yang pernah ia lihat di film film tentang guna guna atau ilmu pelet.


Hanya saja, sikap Gisella tadi memang terlampau liar. Namun bukankah ini bukan yang pertama yang dilakukan oleh wanita itu padanya. Setiap kali ada kesempatan, wanita itu selalu memancing kelelakian nya membara.


Akan tetapi, Revand teringat sesuatu yang tadi tidak bisa ia mengerti, tiba tiba saja, ia melihat wajah Gisella berubah menjadi wajah istrinya hingga membuat ia lengah sampai Gisella mampu mencium nya seperti tadi. Apakah itu bisa dikategorikan wanita itu memang sedang berusaha untuk mengirimi nya guna guna...?


NOTE: Setiap keputusan ada akibatnya, bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan karena sebuah keputusan yang telah diambil adalah sebuah tindakan yang paling benar, dibanding kan lari dari tanggung jawab menghadapi resiko akibat keputusan yang telah diambil.


👉 Jangan lupa dukungannya untuk karya saya ini jika suka ya❤️


👉Mohon disimak baik baik, cerita ini bukan fiksi ya, tapi nonfiksi, arti nonfiksi itu adalah cerita nyata, jadi cerita tidak bisa dibuat layaknya cerita fiksi hanya untuk memenuhi keinginan beberapa dari kalian yang mungkin tidak suka salah satu tokoh tertentu didalam cerita ini. Mohon jangan meneror author untuk melakukan hal hal yang bisa merubah jalan cerita ini, karna saya tipe orang yang ketika sudah membuat satu cerita, awal dan akhir itu sudah diperhitungkan sebelum mempublikasikan nya. Jadi, cerita tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dan dari pihak manapun. Yang jelas tujuan dibuatnya cerita ini menjadi konsumsi publik, agar kita semua bisa bijak menyikapi setiap polemik dalam kehidupan ini, terutama yang sudah berumah tangga. Karena ujian rumah tangga itu banyak ya. Dari sisi mana saja. Jadi kita perlu sama sama untuk memetik hikmah dari cerita ini bersama. Hak kalian untuk membenci salah satu tokoh cerita ini, itu artinya saya sebagai penulis berhasil membuat cerita yang bisa memainkan emosi kalian. Hanya saja, sekali lagi saya tegas kan, ini bukan fiksi tapi NON-FIKSI. Saya menulis sesuai yang terjadi. Tentu saja saya juga tidak asal tulis yang nantinya akan menimbulkan kemudaratan, karena beban penulis itu besar ya, jika tulisan yang dia buat menjadi mudarat bagi yang membaca nya, maka itu artinya penulis tersebut memberi contoh buruk untuk pembacanya. Namun pembaca yang bijak bisa memilah mana yang baik dituruti mana yang buruk untuk dijadikan pelajaran. Karena, guru terbaik adalah belajar dari sebuah kesalahan. Baik itu kesalahan orang lain, ataupun diri sendiri. Dengan segenap kerendahan hati, saya menulis pesan ini agar bisa dipahami bersama. Kalau saya diteror mulu ntar saya hiatus gimana😂 toh, dari tulisan ini juga saya ga mandi dolar😭 😭tapi saya tulus membuat cerita ini dengan tujuan agar kita semua bisa memetik hikmah 😊 terima kasih sudah selalu setia disini❤️ terima kasih sudah terus menantikan "SANG PELAKOR" update ❤️ mohon maaf jika ada salah kata🙏


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2