
"Sher..."
Suara Zill membuyarkan lamunan Sherlin tentang persoalan yang sekarang tengah ia hadapi. Bergegas, Sherlin mengusap sudut matanya. Ketika dirasa, genangan air mata itu mulai menetes perlahan turun ke pipinya. Ia tidak ingin, Zill melihat airmata itu.
"Sherlin. Aku minta maaf, kalau kejujuran ku ini bikin kamu marah, aku akan terima konsekuensi nya, yang jelas aku mengatakan ini bukan bermaksud apa apa, aku hanya ingin jujur dengan perasaan ku aja,"
"Aku yang harusnya minta maaf sama kamu. Aku nggak bisa merespon perasaan tulus kamu itu Zill, karena aku mencintai Revand. Tapi buatku, kamu pria yang baik. Kamu juga sahabat yang baik, sebagai pria kamu sangat menghormati wanita, sebagai teman kamu juga setia kawan, dicintai orang seperti mu itu hal yang luar biasa, tapi maaf. Aku benar benar hanya bisa menganggap kamu teman..!"
Sherlin bicara dengan suara terbata. Zill menarik nafas sesaat.
"Aku tahu. Sebelum kamu mengatakan ini pun, aku tahu perasaan kamu. Aku bisa melihat kamu dan Revand sama sama saling mencintai. Aku jelas nggak boleh merusak hubungan indah itu. Seperti yang aku bilang tadi, aku mengatakan ini bukan karena untuk menuntut mu, aku hanya ingin jujur, itu saja, jangan diambil beban, aku juga akan menerima konsekuensi nya,"
"Konsekuensi apa...? Aku nggak berencana melakukan itu padamu..?"
"Ohya..?"
Sherlin mengangguk.
"Kamu masih mau menganggap ku teman...?"
"Kenapa tidak...? Kamu teman yang baik, rugi kalau aku kehilangan teman sebaik kamu..!"
Senyum Zill mengembang. Hanya mendengar pujian seperti itu saja dari Sherlin, Zill merasa sangat bahagia. Hingga ia tidak bisa menahan sudut bibirnya untuk mengukir senyum. Sesuatu yang jarang ia lakukan. Tersenyum.
"Thanks ya, kamu masih memberikan aku kesempatan untuk jadi teman kamu setelah apa yang aku lakukan..!"
"Zill. Orang sebaik dirimu pasti akan mendapatkan jodoh yang baik juga. Jodoh itu cerminan diri kita, percaya lah, kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik..!"
Terima kasih Sherlin, mendapat pengakuan darimu bahwa aku pria yang baik itu saja, aku sudah bahagia, setidaknya, dimatamu aku benar benar pria yang baik..
Zill membathin. Sembari sesekali mencuri pandang kearah wajah imut Sherlin disebelah nya.
"Gimana kabar kucing kamu ..?"
Tanya Sherlin kemudian.
"Dia baik. Mungkin mulai sekarang, aku harus kembali kerumah, nggak tinggal dihotel lagi. Mimi, aku bawa kerumah, semoga ibuku bisa menerima Mimi sebagai pengganti kamu..!"
"Alhamdulillah, kamu emang harus pulang Zill, kasian ibu kamu. Beliau pasti sangat kesepian,"
"Soal akting kita, biar aku yang bicara dengan beliau, kamu nggak usah mikirin hal itu, nanti setelah aku bicara dengan beliau, aku akan gelar jumpa pers, biar semua gosip tentang kita lenyap, tapi apakah aku boleh punya satu permintaan...?"
__ADS_1
Sherlin berpaling saat mendengar pertanyaan Zill.
"Apa itu...?"
"Datanglah berkunjung ke rumah, jangan menganggap ibuku jadi orang asing, karena mungkin ini sulit untuk beliau terima, beliau sudah sangat menyayangi kamu..!"
Sherlin terdiam sejenak. Wajah keibuan ibu Zill terbayang. Kenapa wajah mertuanya tidak sesejuk wajah ibu Zill setiap kali menatap nya...? Sherlin ingin sekali sikap lembut ibu Zill dimiliki oleh ibu mertua nya. Namun berfikir sampai disana, rasanya Sherlin jadi durhaka juga. Biar bagaimanapun, ibu mertua nya tetap ibunya juga.
"Iya, aku tau. Nanti aku akan berkunjung setelah semua sudah kamu jelasin kebeliau..!"
Sherlin bicara seperti itu pada akhirnya, dan Zill lega mendengar nya.
***
Saat pulang kerumah, Sherlin dibuat kaget ketika melihat mobil suami nya sudah ada di garasi. Padahal belum jam pulang kantor, Sherlin berfikir, jangan jangan karena ia keluar menemui Zill, sang suami segera buru buru pulang. Berfikir sampai disitu, wanita itu segera masuk kedalam rumah. Belum lagi ia mencapai anak tangga untuk naik kelantai atas menuju kamarnya, ibunya memotong langkah nya.
"Ma, Revand udah pulang...?"
Tanya Sherlin kepada ibunya.
"Udah. Dari tadi. Mukanya kusut sekali, dia juga banyak membawa barang. Seperti nya suami kamu sedang punya masalah berat dikantor nya sayang, lekas temui dia..!"
Sherlin mengangguk. Segera ia menaiki anak tangga, untuk mencapai kamar. Tidak sabar untuk menemui sang suami.
Perlahan, Sherlin menghampiri sang suami. Ibunya benar, penampilan serta wajah suaminya benar benar kusut berantakan.
"Vand. Kenapa kamu begini...?"
Revand mendongak mendengar suara istri nya. Mata mereka bertemu. Jelas sekali, Sherlin bisa melihat begitu stresnya Revand sekarang.
"Gisella sudah menghancurkan karirku Sherlin.."
"Apa...?"
Sherlin ikut terduduk lemas dilantai ketika mendengar ucapan lirih suaminya. Tanpa diminta, mengalirlah cerita Revand dihadapan sang istri. Suara Revand bercampur emosi saat menceritakan itu semua. Dan Sherlin bagai bermimpi mendengar cerita Revand. Ia tahu, begitu panjang perjuangan Revand untuk bisa mencapai posisi nya yang sekarang.
Karir yang diraih Revand, adalah buah dari kerja keras pria itu. Dan sekarang tanpa penjelasan yang masuk akal, karir suaminya hilang begitu saja. Sherlin bisa merasa kan betapa hancur dan kecewa nya sang suami sekarang. Meskipun jauh di lubuk hati nya ia bahagia, suaminya melakukan itu demi melindungi pernikahan mereka. Tapi disatu sisi, Sherlin juga tahu dan paham sekali, pasti itu sangat membuat hati Revand hancur berkeping keping.
Perlahan, Sherlin merengkuh bahu suami nya. Mencoba memberikan kekuatan, karena sadar suaminya sekarang sangat merasa terpuruk atas keadaan tersebut.
"Kamu yang kuat ya, mungkin itu ujian buat kamu, aku yakin nanti ada hal indah yang menanti kamu kalau kamu ikhlas menerima ini semua..!"
__ADS_1
Sherlin berbisik ditelinga sang suami sembari mengusap lembut pundak pria itu. Revand balas memeluk tubuh istrinya, meleburkan perasaan hancurnya didalam dekapan hangat sang istri. Sungguh, ini berat buatnya. Berat karena pengorbanan nya selama ini diperusahaan ternyata tidak dianggap sama sekali oleh bosnya.
"Maafkan aku Sherlin, sekarang suami kamu ini bukan siapa-siapa lagi. Bukan direktur yang bisa buat kamu bangga lagi, aku benar benar sudah membuat kalian semua kecewa, aku nggak bisa menjaga apa yang sudah aku capai setengah mati, gara gara aku terlalu bodoh percaya kalau wanita itu bisa berubah baik...!!"
"Vand, kamu udah benar. Apa yang sudah kamu putuskan sekarang udah benar. Aku yang berterima kasih pada kamu, karena kamu bersedia melakukan itu untuk melindungi pernikahan kita. Pengorbanan kamu besar sayang. Kamu melakukan itu sementara aku belum bisa membuat kamu merasa sempurna. Aku belum bisa memberikan keturunan buat kamu, kenapa kamu harus minta maaf untuk hal luar biasa yang sudah kamu lakukan untuk ku..?"
Sepasang mata Sherlin menghangat kembali saat mengucapkan kalimat tersebut. Setiap kali, ia membahas hal itu, setiap kali itu pula rasanya ia merasa sangat hancur dan tercabik.
"Apa kamu nggak akan meninggalkan aku setelah kondisi ku seperti ini Sherlin..?"
Revand mengangkat wajahnya, ditatapnya wajah sang istri dengan tatapan penuh harap. Bayang bayang menjadi pria pengangguran begitu bermain main diotaknya dan itu sangat mengerikan baginya.
"Aku bersama dengan kamu saat kamu belum menjadi siapa siapa Vand, jadi nggak usah persoalkan hal itu. Aku yakin, kamu bisa sukses lagi karena kamu pria yang ulet dan pekerja keras, kejujuran kamu itu akan mendatangkan berkah, percayalah. Kalau kamu punya fikiran, aku akan meninggalkan kamu karena sekarang kamu bukan direktur lagi, bagaimana dengan ku. Apakah kamu tetap akan bersamaku meskipun aku belum juga bisa memberikan kamu keturunan...?"
Jemari Revand terangkat, dan menyeka air mata Sherlin yang turun perlahan membasahi pipi sang istri.
"Aku nggak akan meninggalkan mu sampai kapanpun. Bagaimana pun kondisi kamu, istriku hanya kamu sayang, dan lagi, aku yakin nanti juga kamu akan hamil. Kalaupun belum bisa hamil juga, kita bisa adopsi seorang anak untuk membuat rumah tangga kita akan sempurna, yang jelas nggak ada sejarah dalam hidup ku untuk berpoligami. Aku nggak akan melakukan nya sayang, percaya lah..!"
"Meskipun nanti ibu kamu meminta kamu melakukan nya..?"
Revand mengangguk.
"Kenapa kamu mempertahankan wanita yang nggak bisa membuat orang tua kamu bahagia Revand, itu akan membuat kamu dan orang tua kamu akan bertengkar..!"
"Aku akan memberikan pengertian pada mereka tentang ini..!"
"Kalau nanti, mereka tetap bersikeras meminta kamu menikah lagi, turuti aja apa kata mereka, tapi jangan menikah dengan Gisella, masih banyak wanita yang lebih baik yang bisa menjadi istri kamu dan akan mewujudkan impian orang tua kamu Revand, tapi, aku minta maaf, aku nggak punya hati untuk dipoligami, lepaskan saja aku untuk kebahagiaan orang tua kamu..!"
"Cukup. Aku nggak mau mendengar kata kata itu lagi keluar dari mulut kamu. Aku sudah bilang apapun kondisi kamu, aku tetap mempertahankan kamu Sherlin. Bagaimana jika ternyata yang tidak subur itu aku..? Kenapa kamu beranggapan bahwa kamu yang nggak bisa memberikan ku keturunan.. ? Sekarang aku kembali kan pertanyaan kamu itu, apakah kamu tetap mempertahankan aku jika nanti yang nggak bisa memberikan keturunan itu aku..?"
Sherlin tidak bisa merespon apa yang diucapkan oleh sang suami. Tangisnya pecah. Dipeluknya sang suami dengan erat. Revand membalas pelukan istrinya dengan penuh perasaan. Mereka sama sama menumpahkan perasaan mereka satu sama lain dalam dekapan erat mereka masing masing. Perasaan tidak ingin terpisah kan, meskipun kenyataan seperti ingin memisahkan mereka berdua..
NOTE: Ujian dalam berumah tangga datang berupa apa saja. Baik itu dari segi ekonomi, anak, mertua sampai orang ketiga, namun jika sadar pernikahan adalah penyempurnaan ibadah, maka seberat apapun ujian yang dihadapi, pasangan yang terikat dalam ikrar suci pernikahan, akan mampu melewati ujian tersebut. Percayalah, ujian yang hadir akan memperkuat hubungan satu sama lain, jika mampu melewati itu dengan baik. Kuncinya...? Saling menguatkan, bukan saling menuntut.
👉 pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉Nantikan novel non-fiksi terbaru saya yang segera terbit di lapak ini berjudul "CINTA SANG PENULIS"
👉Buat kalian yang menyukai karya nonfiksi saya diplatform lain, Nov*lme berjudul DOKTER ITU KAKAKKU" terus setia membacanya ya, buat yang belum baca, yuk ikutan baca ❤️karena akan digelar event khusus pembaca setia DOKTER ITU KAKAKKU next di-markas besar GSB follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA 😎 dan sedikit bocoran pemeran tokoh Bryan adalah Ji Chang Wook,
__ADS_1
bersambung