
Dokter berusaha untuk melakukan pertolongan pada Sherlin. Memompa jantung Sherlin dengan alat kejut, agar membuat jantung itu kembali berdenyut. Semua yang ada disitu menahan nafas, namun tidak bisa menahan airmata.
Semua meneteskan airmata, semua meneriakan kata "jangan pergi" untuk Sherlin. Revand, tidak mau menjauh dari tepi pembaringan sang istri, betapapun dokter juga suster memintanya untuk menjauh. Setiap detik waktu yang dilewati sang istri, tidak ingin dilewati Revand tanpanya.
Meskipun sang isteri terbaring tidak berdaya diatas ranjang tersebut.
Sementara itu diluar, Rei dan Amel yang terburu buru datang, mengurungkan niat mereka masuk kedalam ruangan dimana Sherlin dirawat. Melihat tim medis melakukan hal yang membuat otak mereka berfikir negatif, Amel melangkah mendekati Zill, yang masih terduduk begitu saja dilantai koridor rumah sakit, tanpa perduli situasi kiri kanannya lagi.
"Zill, Sherlin baik baik ajakan..!?"
Amel memberikan pertanyaan itu pada Zill.
"Iya, dia baik baik aja...!"
Sahut pria itu parau.
"BOHONG...!! kalau emang dia baik baik aja, kenapa lu mewek...! Kenapa lu kayak gembel disini...? Gue nanya lu, karena lu anti berbohong Zill, kenapa lu bohong ama gue...!"
Amel histeris, dipukuli nya bahu Zill dengan perasaan hancur. Diperlakukan begitu oleh Amel, Zill hanya diam. Ia bahkan tidak bisa merespon kata kata sahabat Sherlin itu. Pria itu juga putus asa.
"Sherlin itu korban. Dia yang menderita disini, kenapa dia yang harus mati, lu lihat, lihat kedalam, dokter udah kagak bisa lagi mengembalikan Sherlin, tim medis juga udah nyerah, Sherlin pergi, katanya lu mencintai dia, kenapa lu biarkan Sherlin pergi begitu aja, lu jahat Zill...!!!"
Amel mengamuk, hingga beberapa orang yang ada di koridor disekitar tempat itu memperhatikannya. Beberapa suster berusaha untuk menegur, agar gadis itu tidak membuat keributan. Zill diam bagai batu. Hanya kedua matanya yang makin digenangi air mata. Ia tidak perduli, airmata itu akan terlihat oleh banyak orang. Yang jelas, ia sekarang benar benar merasa sangat hancur.
Rei, segera memeluk Amel yang masih tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Mata pria itu juga merah. Seumur hidup, Rei jarang sekali meneteskan air mata. Tapi kali ini, Rei, lemah. Airmata nya mulai berkumpul membuat genangan hingga membuat pandangannya jadi berkabut. Airmata untuk Sherlin.
Bersamaan dengan itu didalam...
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi pasien ini tidak bisa kami selamatkan lagi, dia sudah meninggal. Tabahkan hati kalian...!"
Dokter yang memberikan pertolongan pada Sherlin mengucapkan kalimat tersebut, karena tidak berhasil membuat detak jantung Sherlin kembali berdenyut.
Mendengar ucapan dokter tersebut, Revand tidak terima, ia berlari menuju pembaringan istrinya, berteriak memanggil nama sang istri berulang kali, sembari mengguncang tubuh Sherlin sekuat mungkin.
"Dokter, tolong, lakukan pertolongan lagi buat istri saya dokter, dia pasti masih hidup, tolong jangan pergi dokter...!"
__ADS_1
Revand mencegah dokter yang memeriksa Sherlin itu untuk berlalu. Pria itu memaksa sang dokter untuk kembali melakukan hal untuk membuat istrinya hidup lagi. Tapi dokter itu melerai pegangan tangan Revand sembari berkata...
"Tolong jangan seperti ini, Anda hanya membuat yang meninggal akan sedih dengan apa yang Anda lakukan itu, terimalah kenyataan, istri Anda sudah meninggal, tubuhnya saja sudah kaku, jantung nya juga sudah tidak berdenyut lagi, saya akan mengurus kepulangan jenazah agar kalian bisa membawa almarhumah kembali kerumah..!"
Habis berkata begitu dokter itu berlalu dari hadapan Revand dan ibunya. Membuka pintu, yang langsung juga disambut oleh beberapa orang diluar yang menanti situasi terkini Sherlin.
Mendengar apa yang diucapkan oleh dokter tersebut, Rei, Amel, Zill segera masuk kedalam ruangan dimana Sherlin dirawat. Mata mereka nanar melihat tubuh Sherlin sudah tertutup kain putih. Revand memeluk jasad sang istri sembari terus memanggil nama istrinya. Airmata kembali membanjiri mata mereka yang melihat kenyataan itu.
Sherlin benar benar sudah meninggal. Dokter pun sudah meresmikan jam meninggalnya wanita tersebut.
Revand benar benar tidak menyangka, ia akan kehilangan istri yang sangat dicintainya dalam keadaan seperti itu. Istrinya meninggal untuk menyelamatkan ia dengan yang lainnya. Sedangkan semasa hidup, Revand merasa, selalu membuat wanita itu meneteskan air mata.
"Sherlin, maafkan mama sayang, mama berdosa sudah menyakiti hatimu selama ini, andai Tuhan bisa merubah segalanya, mama ingin mama saja yang ada diatas pembaringan itu menjadi mayat, bukan kamu sayang, maafkan mama...!"
Ibu Revand mengucapkan kalimat itu sembari terus meremas kain putih yang menutupi jasad menantunya.
"Sherlin bangun sayang, meskipun kamu tidak bisa menjadi menantuku, tapi tetap melihatmu hidup bahagia itu sudah kebahagiaan tersendiri buat ibu, bangun sayang, kembalilah..."
Lirih ibu Zill mengucapkan kata kata itu sembari mengusap air mata yang tidak mau berhenti menetes sejak tadi.
Zill membisikkan kalimat tersebut, sembari menyentuh ujung kedua kaki Sherlin yang tertutup kain putih.
"Bangun Sherlin, lu tega ninggalin gue saat gue belum married begini...! Lu pikir, lu bisa pergi begitu aja dari dunia ini tanpa seizin gue...!!"
Amel, kembali histeris melihat tubuh sahabat nya terbujur kaku diatas pembaringan tersebut. Lagi lagi, Rei berusaha untuk menenangkan hati Amel, meskipun sebenarnya dia juga sedang merasa hancur melihat Sherlin sudah terbujur jadi mayat.
"Sherlin, sayang dengerin aku sayang, kembalilah, kamu becanda kan, kamu nggak benar benar meninggalkan aku kan..? Aku tahu aku salah, aku banyak berbuat kesalahan sama kamu, aku rela kamu hukum dengan apa aja, asal jangan tinggalkan aku..! Aku mencintaimu Sherlin, kumohon kembali...!"
Revand mengucapkan kalimat itu sembari terus memeluk jasad istrinya. Hati ibu Revand semakin hancur melihat kondisi putranya yang begitu terpuruk. Sementara ibu Sherlin meskipun tidak menyentuh jasad putrinya karena ada Revand yang terus memeluk jasad itu, wanita itu berbisik untuk sang anak.
"Sherlin, jika kamu merasa bahagia pergilah dengan bahagia, ibu akan merelakannya, tapi jika kamu merasa masih ingin bersama dengan orang orang yang mencintaimu disini, kembalilah sayang, berikan kesempatan orang orang yang telah melukai mu untuk bisa mencurahkan cintanya kepadamu, lihat mereka sayang, mereka semua menangisi mu, airmata mereka penuh cinta, berikan kesempatan untuk mereka untuk menebus kesalahannya padamu sayang, kembalilah, ibu tahu ini mustahil, tapi ibu yakin tidak ada yang mustahil jika Tuhan sudah berkehendak, kembalilah sayang, berikan kesempatan untuk mereka agar mereka menebus kesalahannya padamu...!"
Airmata terus mengalir membasahi pipi wanita setengah baya itu. Wanita itu hanya pasrah. Pasrah, jika memang putrinya memang harus meninggal, akan tetapi, ia juga tetap mengharapkan adanya sebuah keajaiban terjadi untuk putrinya. Biar bagaimanapun, tidak adil rasanya putrinya meninggal sebelum merasakan kebahagiaan dicintai oleh orang orang yang sudah bersikap buruk pada sang anak selama masih hidup.
Pintu terbuka, sejumlah suster meminta semua yang ada disitu untuk menyingkir, karena jasad Sherlin akan segera dipersiapkan untuk dimasukkan kedalam peti jenazah. Revand menolak saat suster itu memintanya untuk menyingkir. Ia bahkan mendebat suster tersebut agar tetap membiarkan Sherlin tetap terbaring disana.
__ADS_1
Ibu Revand berusaha untuk membujuk putra nya untuk keluar dari ruangan. Mematuhi apa yang diperintahkan oleh beberapa suster tersebut. Tapi Revand tetap bersikeras untuk menolak siapapun menyentuh atau memindahkan jasad istrinya dari tempat semula.
Hal ini membuat situasi dalam ruangan itu jadi memanas, ketika perdebatan itu nyaris berujung perkelahian, tiba tiba saja alat pendeteksi jantung yang ada ditepi pembaringan Sherlin berbunyi. Alat itu belum sempat dilepaskan oleh para suster yang baru datang tersebut, karena didebat oleh Revand.
Melihat detak jantung istri nya kembali berdenyut Revand buru buru menyingkap kain putih yang menutup kepala sang istri, ada tanda tanda kehidupan terbayang diwajah pucat itu, para suster yang menyaksikan fenomena itu kaget bukan main, segera beberapa dari mereka keluar untuk memanggil dokter.
Tidak berapa lama kemudian, dokter yang tadi merawat Sherlin kembali datang. Segera melakukan pertolongan untuk pasien nya yang tadi sempat dinyatakan meninggal.
Semua yang ada disitu diminta keluar, agar dokter bisa fokus untuk melakukan pertolongan, meski masih meneteskan air mata, namun semua yang menyaksikan fenomena itu seakan akan diberi keajaiban.
Tidak henti hentinya mereka berdoa, agar kali ini, dokter bisa membuat Sherlin kembali.
Tidak berapa lama kemudian, dokter yang merawat Sherlin keluar dari ruangan, wajahnya memancarkan perasaan takjub.
Revand segera menyongsong dokter itu dengan wajah penuh harap.
"Bagaimana kondisi istri saya dokter...?"
"Ini keajaiban, istri Anda hidup kembali karena doa dan airmata penyesalan beberapa dari kalian, Tuhan memberikan kesempatan pada kalian yang mungkin membuat kesalahan pada pasien untuk menebus kesalahan itu. Ini memang tidak selalu terjadi, tapi dalam dunia kedokteran ini memang pernah terjadi, meski tidak selalu, dan hanya orang orang yang terpilih saja yang bisa mendapatkan kesempatan untuk hidup lagi seperti ini, selamat ya, istri anda sekarang hidup kembali, tapi kondisinya belum stabil, tolong jangan buat keributan disekitar tempat peristirahatan dia...!!"
Semua yang ada disitu serempak mengucapkan kalimat Alhamdulillah. Bahkan Revand, menjatuhkan diri kelantai koridor rumah sakit bersujud karena tidak menyangka Tuhan masih memberinya kesempatan untuk melihat istrinya hidup kembali...
Sayang, cepatlah bangun, cepatlah sehat, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu, aku berjanji tidak akan pernah meragukan ketulusan cinta mu lagi, aku mencintaimu sayang. Aku mencintaimu..
Note: Terkadang, seseorang baru akan merasa kehilangan jika sudah benar benar, kehilangan. Untuk itulah, sebelum benar benar kehilangan, jaga dan rawat hal yang sudah dimiliki sebaik mungkin, karena penyesalan selalu datang belakangan, dan kesempatan hanya akan ada satu kali.
👉 Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉 Baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS ya, bagi yang ingin tahu visual Kei, tokoh utama pria novel CINTA SANG PENULIS baca aja episode terbaru novel saya tersebut yang terbit dilapak ini. Saya sudah menyertakan episode terbaru plus visual.
👉 jangan lupa baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU ( update tiap hari) fiksi roman saya berjudul FACE ( tamat) novel fiksi fantasi saya berjudul MAHKOTA DEWA ( update tiap hari) diplatform kuning NOV*LME, berikan dukungan kalian untuk karya saya, agar saya terus bisa berkarya 💗
👉 SEKARANG MARAK PLAGIAT, JIKA KALIAN MELIHAT ORANG MEMPLAGIAT KARYA SAYA, HARAP INFORMASI KAN KESAYA, BISA CHAT SAYA MELALUI SOSMED SAYA ATAU WA SAYA 085250658157. PLAGIAT TIDAK PANTAS DISEBUT PENULIS. KARENA PLAGIAT MERUGIKAN PENULIS...!!
BERSAMBUNG
__ADS_1