
Gisella duduk dihadapan ibu Revand, setelah mencium pipi kiri dan kanan wanita tersebut. Ibu Revand mengawasi penampilan Gisella yang dimatanya sangat intelek. Pancaran kekaguman terlihat jelas dimata wanita itu, dan Gisella puas melihat nya.
"Apa kamu bisa mengembalikan posisi Revand seperti semula Gisella, ibu tidak suka melihat dia yang sekarang. Jadi waiters, lalu model segala. Apa yang bisa diharapkan dari sebuah pekerjaan entertainment..? Dihari tua tidak akan mendapatkan apa apa..!"
Gisella tersenyum mendengar ucapan ibu Revand.
"Bisa dong Tante, apapun bisa didapatkan Revand kembali asal dia mau bersama dengan saya..!"
"Jangan panggil saya Tante, panggil ibu saja..!"
Potong ibu Revand, dan langsung diiyakan oleh Gisella.
"Ibu memberikan kamu izin untuk melakukan apapun asal Revand bisa kembali menjadi direktur seperti dulu. Lalu bisa mempunyai istri yang mampu memberikan keturunan, ibu malu dengan semua rekan ibu, mereka semua menjadikan ibu bahan gosip karna punya anak tunggal yang belum juga memberikan cucu..!"
"Sherlin itu tidak subur Bu. Karena dia tidak pernah bisa memuaskan Revand secara bathin, apa ibu tahu hal itu...?"
"Apa..?"
Gisella tersenyum puas melihat ekspresi terkejut wanita didepannya. Dari ekspresi itu saja, ia bisa menyimpulkan, ibu Revand tidak tahu menahu soal apa yang tadi diucapkan nya.
"Revand pernah curhat, Sherlin itu pasif, dia bahkan tidak pernah meminta Revand saat melakukan hubungan intim, Revand pernah berfikir, Sherlin tidak pernah mencintai nya karena hal itu, saya pernah mencium putra ibu, saya melakukan itu karena saya sangat menginginkan putra ibu, dan pada saat itu, dia tidak bisa memungkiri, apa yang saya lakukan membuat dia sangat terbakar gairah, berbeda dengan Sherlin, selalu Revand yang mendominasi, saya rasa karena itulah, sampai sekarang Sherlin belum hamil. Dia tidak bergairah bersama Revand, hingga Revand tidak bisa membuahi dia..!"
Paras ibu Revand merah padam mendengar ucapan Gisella.
"Jadi selama ini putraku tersiksa bathin..? Dia tidak pernah diinginkan...? Jadi untuk apa pernikahan mereka dipertahankan..! Sherlin itu, menyesal saya sudah merestui pernikahan mereka dulu. Saya fikir, hanya karena putra ibu mencintai dia, rumah tangga mereka akan bahagia..!!"
"Jadi, sekali lagi saya menanyakan hal ini pada ibu. Apakah ibu memberikan saya izin untuk melakukan apapun agar bisa memiliki putra ibu..?"
"Apa kamu bisa menjamin, rahim kamu sehat. Dan apa kamu bisa menjamin Revand kembali menjadi direktur di perusahaan nya yang dulu..?"
"Tentu saja..!"
"Lakukan. Saya memberikan kamu izin penuh untuk melakukan itu..!"
"Juga akan menjadi saksi jika sekira kira diperlukan..?"
"Tentu saja..!"
Gisella tersenyum puas mendengar kata kata ibu Revand.
Perduli amat masalah anak, gue bisa kok menipulasi kehamilan ..
Gadis itu membathin sembari tersenyum penuh arti.
Wanita seperti apa kamu Sherlin, sampai kamu tidak bisa membuat suami kamu puas diatas ranjang..
Geram ibu Revand didalam hati hingga Gisella bisa menyaksikan, betapa besar emosi yang menguasai wanita itu sekarang.
__ADS_1
***
Zill kaget saat ia baru saja keluar dari mobilnya sembari menggendong kucing kesayangan nya, yang baru saja ia bawa ke dokter hewan, Gita sudah berdiri diteras rumah nya.
"Kenapa anda sampai kerumah saya..?"
Zill mengucapkan hal itu dihadapan wanita itu. Gita tersenyum kecut menerima perlakuan dingin putra tunggal rekan bisnis nya tersebut.
"Gitu ya, adap menerima tamu keluarga besar Mahendradatta...?"
"Tidak usah menyangkut pautkan nama keluarga besar saya dengan perlakuan saya kepada anda..!"
Zill segera duduk dikursi teras rumah nya. Mimi, ia letakkan diatas meja dengan kandang nya. Gita mengawasi hewan berbulu itu dengan wajah sedikit bergidik.
"Maaf deh. Aku tadi cuma bercanda, sebenarnya aku kesini atas izin Bu Stella kok, ada yang kami bahas secara pribadi mengenai pekerjaan, dan di butik bu Stella nggak ada waktu. Ohya, kamu suka kucing..?"
Zill mengangguk mendengar pertanyaan Gita.
"Kenapa...? Ada banyak waktu buat mengurusnya...?"
"Akan selalu ada waktu kalau niat mengurusinya..!"
Ralat Zill cepat. dari ekspresi Gita, Zill bisa tahu, kalau gadis didepannya ini tidak menyukai kucing, namun gadis itu tetap berusaha untuk mendekatkan dirinya kekandang Mimi. Mimi beringsut mundur melihat Gita yang mendekati nya. Berbeda saat kucing itu melihat Sherlin, yang langsung bertingkah manja saat ia menyerahkan kucing itu kepada Sherlin.
Ah, Sherlin, kenapa begitu banyak hal yang menyenangkan tercetak dalam memori ini..
"Tidak usah memaksakan diri untuk suka dengan hal yang tidak kamu suka, itu akan membuat hidup kamu terasa tertekan, kunci hidup bahagia itu adalah bisa menjalani apapun jauh dari rasa terpaksa, jadi jangan suka memaksa kan diri, hasilnya juga tidak akan baik..!"
Habis berkata begitu Zill bangkit dari tempat duduknya, meraih keranjang kucing miliknya dan bersiap untuk masuk meninggalkan Gita, namun suara Gita membuat Zill menghentikan gerakan nya.
"Tapi memaksa kan diri agar bisa terbiasa itu juga nggak buruk kok, yang penting tahu resiko dan mau menerima resiko dari hal itu..!"
"Itu tergantung pribadi masing masing, karena setiap orang punya pilihan yang dianggap nya tepat..!"
Sahut Zill tanpa menoleh, lalu benar benar melangkah meninggalkan Gita untuk masuk kedalam rumah nya.
Ditinggal begitu saja oleh Zill, Gita membathin..
Dia sengaja menciptakan zona tidak nyaman untuk menolak halus seseorang yang mencoba mendekati nya, biasanya aku merasa sakit diperlakukan seperti itu, tapi kenapa dengan pria satu ini berbeda ya, mungkin karena dia bisa menghargai wanita, hingga meski pun dia bersikap dingin, aku tidak merasa diinjak..
Gita mengucapkan kalimat itu didalam hati sembari memandangi punggung Zill yang lenyap dibalik pintu rumah nya.
***
Gisella menghentikan langkahnya ketika ia baru saja masuk kedalam rumah nya, ia melihat ibunya sudah duduk diruang tamu.
"Mami. Selalu aja datang mendadak, hobi banget sih. Kenapa? Mau memergoki aku melakukan apa lagi...? Aku sekarang nggak suka keluar malam mi, tugas direktur membuat aku cuma bisa kerja, lalu pulang kerja aku istirahat itu aja...!"
__ADS_1
Gisella bicara sembari duduk disamping ibunya. Sang ibu menghela nafas.
"Kamu mendapatkan kedudukan itu dengan cara yang curang kan, kamu merampas kursi itu dari Revand, kenapa sayang. Kenapa kamu jadi seperti ini...? Apakah karakter kamu ini karena kamu tidak puas dengan situasi rumah tangga ibu dan ayah kamu. Revand itu suami orang, berdosa rasanya mami saat pernah merestui kamu dengan dia Gisella, ibu berharap diatas penderitaan istri Revand..!"
"Cukup Mi. Papi pernah bilang, jangan melewatkan kesempatan yang ada, aku hanya mempraktekkan apa yang pernah papi tekankan sama aku, di perusahaan papi, aku nggak pernah punya kesempatan itu, lalu saat aku punya kesempatan itu ditempat lain kenapa aku harus menolak nya..?"
"Tapi, mami tidak pernah mengajarkan kamu menjadi seorang pelakor Gisella. Kita wanita, sesama wanita pantang untuk saling menyakiti, kenapa kamu bisa buta hati karena ingin menuruti obsesi kamu, Gisella mami mohon kamu sudah dewasa, kamu bisa memilih pilihan yang tepat untuk hidup kamu, tapi mami harap, pilihlah pilihan yang benar, pulanglah nak. Mami dan papimu berjanji akan merubah situasi rumah menjadi lebih baik lagi, agar kamu tidak kesepian lagi, pulanglah...!"
"Aku akan pulang kalau aku berhasil mendapatkan Revand mami..!"
"Cukup Gisella. Mami mohon,demi sesama wanita, hentikan obsesi kamu merusak rumah tangga Revand, pikirkan perasaan istrinya, bagaimana jika posisi itu dibalik. Bagaimana perasaan kamu. Apa yang kita perbuat akan berbalik pada diri kita sendiri sayang, jadi berbuatlah hal hal baik, agar nanti kamu juga akan mendapatkan kebaikan itu...!"
"Aku nggak perduli mami. Selama ini kalian kemana aja...? Kalian nggak pernah menganggap apa yang aku perbuat itu benar, meskipun aku selalu berusaha untuk melakukan hal yang benar, sekarang aku lelah berusaha melakukan hal benar hanya untuk diakui kalian, sekarang aku mengikuti kata hatiku sendiri mami, pilihan ku tetap Revand, aku tetap ingin mendapatkan Revand, ibunya aja suka sama aku, kenapa mami malah sebaliknya. Aku capek Mi,"
"Pram itu serius ingin menikahi kamu Gisella. Kalian bahkan sudah berhubungan intim, kalau kamu sampai hamil bagaimana...?"
"Pria yang kuinginkan itu Revand mami bukan Pram. Pram, pria yang membuatku bisa begini. Dia yang pernah menginjak harga diriku sampai habis, buat apa aku menikah dengan pria yang seperti itu...?"
"Semua orang punya masalalu sayang, tolong maafkan dia, yang terpenting sekarang adalah dia menyadari kesalahannya, tolong Gisella, pilihlah pilihan yang tepat untuk hidup mu. Ini demi kebaikan kamu juga..!"
"Bukan demi kebaikan ku. Kalian melakukan itu hanya untuk kebaikan kalian aja. Aku nggak mau...!!"
"Tapi kondisi papi kamu sudah mengkhawatirkan Gisella. Kamu harus menikah dengan Pram, karena perusahaan ayahmu akan dikelola oleh kalian berdua...!"
"Apa...? Aku dan Pram...? Aku anak kalian, kenapa bukan aku saja yang melakukan nya..!"
"Apa kamu punya pengalaman untuk mengelola perusahaan...? Sikap keras ayahmu selama ini untuk menggembleng kamu Gisella, agar kamu bisa diharapkan, tapi ternyata kamu mengecewakan ayahmu, lalu sekarang banyak hal yang kamu lakukan sudah mencoreng keluarga besar kita, masih untung keluarga Pram mau berbesar hati menerima itu semua, Gisella, ada hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa kita miliki seluruh nya. Kamu harus ingat itu. Yang jelas, yang sudah diberikan Tuhan adalah yang terbaik untuk kita...!"
"JANGAN SEBUT NAMA TUHAN DISINI MAMI...!!!"
Gisella berteriak histeris. Sembari menutup kedua telinganya. Lalu gadis itu bangkit dan berlari meninggalkan ibunya, naik kelantai atas menuju kamar nya, meninggal kan ibunya yang menatap nya dengan perasaan yang sangat terkejut.
Note: Setiap pilihan ada resikonya. Orang bijak akan menerima resiko dari pilihan yang ia pilih, namun orang bijak juga tidak akan sembarangan membuat pilihan, karena ketika ia memilih sebuah keputusan, ia tahu baik buruk keputusan tersebut untuk orang lain terpenting untuk diri sendiri.
👉 terima kasih sudah setia stay disini dan terus memberi kan dukungan nya untuk karya saya ini❤️ Bagi kalian yang melihat orang lain menjiplak karya saya ini harap untuk menginformasikan kepada saya ya.
👉jangan lupa baca juga novel nonfiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS klik profil saya untuk cek
👉Buat yang ingin membeli novel versi cetak saya (bukan novel yang terbit online) silahkan pm saya untuk melakukan pembelian atau wa kenomor 085250658157 novel cetak saya sudah terbit 10, dan yg ke 11 masih tahap proses penerbitan.
👉 Dan buat yang bertanya episode berapa virus Corona muncul di novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU, virus itu muncul diepisode 25 ya, sekarang novel itu sudah update 31 episode 😎 novel itu terbit online di No*elme❤️ akan ada event khusus pembaca setia novel DOKTER ITU KAKAKKU next di-markas besar GSB, yang disponsori oleh $ INTERNATIONAL, jadi buruan baca ya❤️
bersambung
__ADS_1