
Bi Sarti lagi lagi melihat majikannya termenung seperti itu seorang diri. Ini bukan yang pertama kalinya ia memergoki majikannya itu seperti itu. Tapi ini sudah yang kesekian kalinya, terutama saat sang majikan kembali dari Jepang. Seolah olah, saat di Jepang majikannya itu bertempur dengan keras hingga membuat gadis itu seperti kehilangan energinya.
"Non, kenapa...? Biasanya non, walau punya masalah juga tetap masa bodoh, tapi sekarang, non jadi berbeda.."
Bi Sarti memberanikan diri untuk bertanya. Sekedar ingin memberikan dukungan moril pada sang majikan nya ini. Gisella menghela nafas. Ia menyuruh asisten rumah tangga nya itu untuk duduk disampingnya. Bi Sarti menurut.
" Bi Sarti nikah sama suami bibi itu saling cinta nggak...?"
Wanita setengah baya itu bengong mendengar pertanyaan majikannya, tapi ia mau menjawab juga.
"Tentu saja non. Kalau tidak, mana mungkin pernikahan kami bisa awet sampai maut memisahkan kami..."
Jawab nya lirih, karena teringat almarhum suaminya yang sudah lama pergi. Gisella menatap asisten nya dengan tatapan serius.
"Kenapa mami dan papi gue lihat berantem terus bi, padahal mereka juga saling cinta kan...?"
"Karena setiap rumah tangga pasti punya masalah, itu wajar, dan setiap pasangan yang menikah harus bisa melewati itu semua ..!"
"Gue kenal satu orang pria Bi, awalnya gue nggak ada rasa sama sekali pada pria itu, tapi makin hari gue ngerasa makin gila karna dia, apa itu berarti gue juga jatuh cinta ama dia...?"
"Non Sella, merasa cemburu kalau melihat pria itu dekat dengan wanita lain...?"
Gisella mengangguk. Senyum bi Sarti merekah.
"Non Sella, sudah jatuh cinta pada dia artinya. Teman kantor ya...?"
"Tapi dia sudah punya istri bi..!"
Wajah bi Sarti seketika pias.
"Duh non. Kenapa non Sella jatuh cinta pada suami orang...? Bibi rasa itu bukan cinta non. Itu naluri non saja yang masih mau bermain main dengan hobi non selama ini. Sudahlah non. Jangan diteruskan. Bibi takut orang tua non tahu reputasi non selama disini...!"
"Ya mana gue tau gue jadi cinta sama dia bi...! Dia masih muda, segar, mapan, tampan pula..!!"
"Tapi non, tetap saja dia suami orang, non akan menyakiti istri pria itu jika non tetap mencintai dia.."
"Emang gue yang ngatur cinta itu kapan datangnya...? Gue juga nggak tau bi, yang jelas makin hari gue makin gila dibuatnya...!"
__ADS_1
"Non Sella bisa mendapatkan pria lajang yang lebih baik dari dia non, hentikan saja...!"
"Tapi gue cintanya sama pria ini bi, direktur dimana gue kerja sekarang. Dia belum punya anak kok, masih baru nikah juga, kalo cerai, istrinya nggak rugi rugi amat juga, kalopun dia nggak mau cerai ama istrinya, gue mau kok jadi yang kedua, gue akan buktikan, gue lebih baik dari istrinya yang sekarang...!"
Duh Gusti...! Kenapa non Sella jadi seperti ini, hamba suka non Sella akhirnya bisa jatuh cinta kembali setelah sekian lama, non Sella anti cinta, tapi kenapa harus jatuh cinta dengan suami orang too..
Bi Sarti membatin dengan logat Jawa nya yang kental.
"Bi, bibikan mau gue berubah jadi lebih baik lagi, gue janji kalau bibi ngedoain gue bisa ngedapatin ini cowok, gue akan berhenti jadi pelakor...!"
Suara Gisella membuyar kan lamunan bi Sarti.
"Tapi non. Bibi tidak setuju, non Sella itu berpendidikan, bermartabat, kalau non Sella melakukan ini, nanti nama baik non Sella akan rusak,"
"Kita nggak bisa hidup kalo terus fokus menjaga nama baik Bi, semua orang yang bisa meraih apa yang ia mau, gue rasa juga pernah melewati hal ini, lagian inikan yang bibi mau. Gue berhenti bermain main dengan suami orang, kenapa bibi malah nggak ngedukung gue sama sekali sih ..!"
Karena pria yang non cintai itu suami orang non Sella, apa mungkin bibi ini memberikan restu bibi...
Lagi, hanya suara hati Bi Sarti yang menyahut ucapan Gisella. Wanita itu tidak punya stok kata kata lagi untuk merespon ucapan majikannya. Hanya doa yang ia panjatkan dalam hati, semoga majikannya ini bisa diberi hidayah dari Tuhan agar sadar dengan apa yang sudah ia perbuat.
Membuang penat Gisella membawa dirinya kesalon. Sudah lama ia tidak creambath, akibat terlalu sibuk dengan cara menaklukkan hati Revand, Gisella jadi lupa kegiatan nya ini, padahal salon adalah modal Gisella juga untuk meraih perhatian kaum Adam. Semua pria suka wanita cantik. Untuk itulah, Gisella sadar sekali, perawatan salon itu sangat penting.
"Gisella...!"
Saat sibuk menunggu rambutnya di Creambath sebuah suara memanggil Gisella. Suara wanita yang duduk disebelah nya. Wanita itu juga seperti nya sedang melakukan perawatan wajah, majalah yang ia baca diturunkan. Dan Gisella dibuat kaget saat melihat siapa pemilik suara yang menyapanya itu.
Sialan. Kenapa saat badmood begini ketemu orang yang gue nggak suka sih ..
Gisella mengomel dalam hati. Yang menyapanya itu ternyata istri mantan bosnya.
"Bu Ani. Anda disini.."
Sahut Gisella berpura pura merasa surprise.
"Aku dengar kamu tidak bekerja lagi diperusahaan suamiku..?"
Ini bukan pertanyaan, tapi sindiran, apa maksud nya sih. Mau cari ribut ..
__ADS_1
Gisella semakin merasa tidak nyaman.
"Iya. Suami anda tidak lagi memerlukan kinerja saya diperusahaan milik nya.."
"Yang benar, suami ku tidak lagi membutuhkan mu memuaskan dia. Benarkan...? Tidak usah bersikap formal padaku Gisella. Karena kamu bukan wanita bermartabat yang bisa bersikap seperti itu...!!"
Br*ngsek..!!
Gisella memaki dalam hati. Untung salon sedang sepi pengunjung, hanya ada mereka disana, karena seperti biasa nya Gisella membooking ruangan tidak ingin banyak pengunjung yang datang kesalon selama ia sedang dilayani.
"Jadi kamu sudah tau permainan cantik suami mu...? Lalu baru sadar pentingnya merawat diri hingga kamu ada disalon ini...?"
Dari cermin salon dihadapan nya, jelas sekali wajah istri mantan bos Gisella merah padam menahan amarah, tapi wanita ini berusaha untuk menahan emosi nya.
"Aku bukan wanita bodoh Gisella. Aku hanya seorang wanita yang berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah aku miliki. Walaupun untuk itu, aku menderita sakit sampai berdarah darah, itu tetap kulakukan karena aku tidak ingin kalah dari wanita murahan seperti mu...!!"
Gisella spontan berpaling kearah wanita disebelah nya sembari tertawa sinis.
"Murahan...? Kamu lupa...? Yang lebih murahan itu suami kamu...? Suami kamu yang tergoda padaku, karena aku lebih menarik dibanding kan kamu yang tidak bisa membuat suami kamu suka pulang kerumah, karena kamu tidak pandai merawat penampilan kamu...!!"
"Diam kamu...!! Kamu belum pernah menikah. Kamu bahkan tidak pernah merasakan bagaimana tanggung jawab sebagai istri dan juga ibu. Apakah salah jika aku lalai sedikit dengan penampilan ku..? Karena aku sibuk mengurus rumah tangga ku dengan tangan ku sendiri...? Aku lebih suka mengurus suami dan anakku dengan tanganku sendiri, asisten rumah tangga hanya mengerjakan hal hal yang tidak ada hubungannya dengan suami dan anakku, apa itu salah...!!"
"Buktinya, apa yang kamu lakukan itu membuat suami kamu tergoda dengan wanita lain kan...? Tubuh kamu bau keringat, bau bawang, bau aroma masakan, sedang suami kamu suka wanita yang wangi, cantik, dan pintar memanjakan. Salah kamu sendiri, sampai suami kamu dapat celah tergoda dengan wanita lain. Jadi istri itu jangan cuma memperhatikan urusan rumah tangga, tapi mata suami juga harus dicuci dengan penampilan cantik istri...!!"
"Yah. Benar. Aku memang kalah untuk hal itu. Tapi kamu harus sadar satu hal, secantik dan semenarik apapun seorang wanita pengganggu, tetap saja tidak akan bisa menggantikan kedudukan istri sah. Karena, istri sah direstui oleh Tuhan dalam setiap tindakan nya, tidak seperti kamu, pasti selama ini kamu merasa menderita kan...? Kamu punya sumber uang dari pria yang kamu taklukan, tapi kamu tidak bisa memamerkan nya pada dunia, bahwa itu milik kamu...! Berhentilah menjadi wanita pengganggu rumah tangga orang lain Gisella, sebelum kamu mendapatkan perasaan sakit seperti yang dirasakan oleh wanita yang suaminya kamu ganggu...!!"
Habis bicara seperti itu, istri mantan bosnya itu segera bangkit dari tempat duduknya. Berjalan menuju kasir, meskipun perawatan nya belum selesai, tentu saja seleranya untuk melakukan perawatan seketika menguap karena ada Gisella disana.
Sementara Gisella, mengutuk tiada henti wanita istri mantan bosnya tersebut.
Rasa sakit itu lu dapatkan karena salah lu sendiri, lalai menjaga mata suami lu karena lu nggak bisa menjaga penampilan. Gue kan selalu cantik, pria mana yang bisa ninggalin gue kalo udah jatuh ke pelukan gue ..!
Note: Untuk para istri. Berpenampilan menarik saat keluar rumah memang penting. Akan tetapi berdandan dihadapan suami, juga sama pentingnya, bahkan dianjurkan, karena kecantikan seorang istri akan mendapatkan pahala jika sang suami merasa istri selalu tampil cantik dihadapan nya. Akan tetapi bagi para suami, hargailah pengorbanan para istri kalian, karena tidak sempat merawat diri lantaran sibuk dengan pekerjaan rumah tangga kalian adalah salah satu pengabdian para istri kalian. Saling menghargai, akan membuat rumah tangga akan harmonis.
👉 Jangan lupa dukungan nya ya para pembaca setia SANG PELAKOR 💖 dukungan kalian bikin author semangat update 💖
Bersambung
__ADS_1