SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 86. HATIMU TULUS.


__ADS_3

"Aku minta maaf, aku khilaf, aku melakukan ini karena terdesak, kumohon, selamatkan aku, aku berjanji kalau aku selamat, aku akan menyerahkan diri kepolisi, aku akan mempertanggungjawabkan apa yang sudah aku perbuat pada mu Sherlin...!!"


Wanita itu memohon sedemikian rupa, untuk minta diselamatkan, sementara tangan Sherlin yang tidak sebesar tangan milik wanita itu, mulai gemetar karena tidak tahan menahan beban berat yang ditariknya.


Begitu ingin, wanita itu merangkak naik, namun percuma, posisi nya tidak mungkin melakukan hal itu seorang diri, jika tidak ada yang menariknya. Sedang kan untuk bertahan dengan posisi seperti itu, jelas saja ia tidak akan sanggup bertahan lama.


"Sherlin, jangan percaya ucapan seseorang yang hanya bisa menyesal saat kematian bermain didepan matanya, itu hanya alibi, biarkan saja dia jatuh kebawah, dia akan merasakan betapa kejamnya dia dengan kamu tadi, hanya karna buta dengan uang...!!"


Zill, mengucapkan kalimat tersebut, tanpa mau membantu Sherlin untuk ikut menarik wanita yang ingin membunuh Sherlin tersebut.


"Zill, aku paham perasaan kamu, aku juga merasa seperti apa yang kamu rasakan, tapi kalau kita membalas hal jahat yang ia lakukan pada kita, apa bedanya kita dengan dia..? Tolonglah, tepis dulu rasa benci kamu, ada banyak hal yang bisa ia lakukan jika ia hidup untuk menebus kesalahannya...! Ada keluarga yang menanti dia dirumah untuk menyambut dia pulang..!"


Sherlin masih berusaha untuk membuat Zill merubah keputusan nya.


"Dan kamu lupa...? Saat kamu tadi diposisi dia sekarang, ada Revand yang setengah mati ingin kamu selamat Sherlin, ada kami yang nggak mau melihat kamu celaka, apa beda nya dengan itu, dan dia sama sekali tidak perduli dengan hal itu..!!"


Zill balas menyahut masih kukuh untuk membiarkan wanita yang ingin membunuh Sherlin, mati saja dengan membiarkan wanita itu jatuh dari ketinggian hotel ini.


"Aku tahu Zill, tapi, kita nggak akan bisa hidup berkah, jika kita hidup setelah membiarkan seseorang kehilangan nyawa sementara kita bisa menolong nya, Zill, percayalah saat kita memberikan kata maaf kita kepada orang yang kejam dengan kita, maka kita sudah memberikan kesempatan pada orang itu untuk berubah lebih baik lagi...!"


Airmata bergulir turun membasahi pipi wanita yang tadi ingin membunuh Sherlin, saat mendengar apa yang diucapkan oleh Sherlin. Tidak menyangka, begitu tulus dan bersih hati wanita yang tadi ingin sekali dihabisinya tersebut. Hati wanita itu terenyuh.


Sherlin, pantas kamu disukai oleh Presdir hotel ini, dicintai suami kamu, hati kamu begitu mulia, pemaaf, berbeda sekali dengan beberapa wanita yang pernah bertengkar dengan aku, yang kesemua nya selalu membalas apa yang kulakukan dengan hal buruk pula, membuatku semakin ingin membenci mereka, tapi kamu. Kamu justru ingin memberi kesempatan untuk ku sekali lagi, aku berjanji padamu Sherlin, kalau aku selamat, aku akan berusaha untuk hidup lebih baik lagi, tidak akan seperti ini lagi hanya karna uang...


Wanita itu mengucapkan kalimat tersebut didalam hati, sembari memejamkan mata. Pasrah, jika Presdir itu tidak mau membantu Sherlin untuk menariknya keatas.


Hingga tiba tiba, sebuah tangan besar menarik nya dengan sangat keras, dan membuat tubuh nya jadi terangkat naik. Dalam sekejap, tubuhnya diletakkan diatas lantai balkon menjauh dari bibir balkon.


Wanita itu mengucapkan syukur berulang kali, membuat posisi sujud pertanda sangat bersyukur akhirnya, pria pemilik hotel itu akhirnya berubah fikiran, menjadi ingin menyelamatkan nya.


"Kamu nggak papa..?"


Zill geleng-geleng kepala, melihat Sherlin beringsut mendekati wanita itu, dan bertanya seperti itu pada wanita yang tadi ingin membunuh nya, padahal lengannya sendiri lecet akibat terlalu keras untuk bertahan menarik tubuh wanita tersebut, plus bertahan saat ia didesak oleh wanita itu dibibir balkon.


Pria itu mengawasi Sherlin dari tempat nya, mengawasi betapa Sherlin berusaha untuk menenangkan hati wanita itu, yang seperti nya terlihat sangat shock karena nyaris terjatuh dengan jarak yang sangat tinggi seperti itu.


Sherlin, semakin melihat mu, semakin besar perasaan sukaku padamu, sifatmu itu begitu mampu membuka mata hati dan fikiran orang lain, untuk bisa berubah baik, padahal, kamu sangat lemah, tapi buatku kamu wanita terkuat yang pernah aku kenal, bahkan melebihi ibuku ....

__ADS_1


Zill membathin..


"Maafkan aku Sherlin, maafkan aku. Aku menyesal sudah jahat sama kamu, kamu begitu tulus dan baik, itu membuat aku sangat malu. Aku akan menyerahkan diri kepolisi, aku akan mempertanggungjawabkan perbuatanku sama kamu...!"


Wanita itu berkata demikian dihadapan Sherlin.


"Aku bukan malaikat, tapi aku juga bukan setan, aku cuma manusia biasa yang bisa sakit jika dilukai, lain kali, fikirkan berulang kali, untuk menyakiti orang lain, posisikan saja diri kamu seperti orang yang sedang kamu sakiti, maka kamu akan berhenti untuk melakukan hal jahat kepada orang lain, untuk masalah itu, aku tidak akan menuntut kamu kejalur hukum, tapi bisakah kamu memberitahu kan kami semua rencana yang dirancang Gisella...? Apakah kamu tau dia sekarang ada dimana...?"


Wanita itu menyusuti sisa airmata di pipinya. Dan menatap Sherlin serta Zill bergantian.


"Gisella ingin membuat reputasi Presdir Zill hancur, itu setahu aku, ohya, suami kamu..! Bagaimana dengan suami kamu Revand, dia termasuk target utama yang harus diamankan, Gisella juga mengincar suami kamu..!"


Sherlin jadi teringat sesuatu. Suaminya. Benar. Bagaimana dengan keadaan suaminya sekarang. Zill tahu apa yang difikirkan Sherlin. Pria itu segera mengeluarkan ponsel, dan menghubungi Rei.


Zill terlibat obrolan dengan Rei sesaat, lalu..


"Revand sudah ditangani dokter, dia sekarat, seperti nya kamu harus menemui nya Sherlin, dia butuh kamu, aku akan mencari Gisella, dan kamu..! Katakan dimana Gisella berada...!"


Zill mengucapkan kalimat tersebut kepada wanita suruhan Gisella.


"Apa yang kalian lakukan pada suamiku...!!"


Seru Sherlin dengan nada meninggi.


"Maafkan aku Sherlin, suami kamu dibuat pingsan agar mudah dibawa kekamar yang sudah disediakan oleh Gisella...!"


Mendengar ucapan wanita itu, Sherlin langsung ingin bangkit. Namun tiba tiba saja, tubuhnya limbung. Sebelum wanita itu jatuh tergeletak dilantai, Zill buru buru menangkap tubuh mungil itu, dan berusaha menyadarkan Sherlin dengan menepuk nepuk pipi wanita itu.


"Dia pingsan...!!"


Zill seketika panik, di gendong nya tubuh Sherlin, tanpa memperdulikan wanita yang tadi ingin membunuh Sherlin, pria itu segera berlari sembari membawa Sherlin yang tidak sadarkan diri.


Ini keajaiban kah...? Aku ditinggal begini saja setelah aku melakukan hal buruk pada orang lain...? baiklah, untuk menebus kesalahanku pada Sherlin, aku akan menyeret Gisella kehadapan kalian semua...


Wanita itu bangkit, meskipun masih terlihat shock karena tadi nyaris mati, ia tetap berusaha untuk melangkah kan kaki untuk mencoba mencapai kamar yang disewa Gisella.


Baru beberapa tindak ia meninggalkan tempat nya semula, seorang gadis cantik yang ia tahu salah satu orang yang bekerja sama dengan ibu pemilik hotel ini, menemukan nya. Melihat kondisi nya yang berantakan, karena wajah penuh keringat, baju yang kusut gadis itu tidak bisa menyembunyikan keheranan nya.

__ADS_1


"Anda salah satu wartawan kan..? Apa yang terjadi dengan Anda...?"


Gadis yang tidak lain adalah Gita itu melontarkan pertanyaan tersebut, sembari menahan tubuh wanita suruhan Gisella yang terhuyung huyung.


"Ah, tidak ada waktu untuk menceritakan semua nya, tolong bawa saya kekamar yang ada disebelah sana, saya mau menemui Gisella...!"


Paras Gita berubah mendengar ucapan wanita yang penampilan nya semrawut tersebut.


"Gisella...? Anda melihatnya..? Dimana...? Baik, kebetulan, saya juga ingin bertemu dengan dia...!"


Wanita itu mengangguk, Gita memapah tubuh wanita itu untuk mencapai kamar yang dimaksud. Tidak sabar rasanya untuk bertemu dengan Gisella. Ada banyak hal yang ingin ditanyakan Gita pada wanita tersebut.


Terutama tentang apa yang tadi dikatakan Zill diatas podium, bahwa wanita itu pelakor, dan pernah menjadi wanita selingkuhan ayah Zill, dan sekarang justru ingin merebut Revand dari Sherlin.


Hati Gita kecewa. Betapa tinggi ia mengagungkan Gisella selama ini. Wanita yang sudah menyelamatkan hidup nya, dan membuat ia kuat menghadapi semuanya dimasa lalu, kenapa justru hancur menjalani kehidupan nya sendiri...? Luka apa yang dialami Gisella, hingga bisa merubah Gisella seperti itu...?


Atau, dia saja yang tidak tahu watak asli wanita tersebut...?


Note: Api tidak bisa dibalas dengan api, kebencian tidak bisa dibalas dengan kebencian pula, memberikan maaf pada orang yang telah menyakiti kita, artinya memberikan kesempatan pada orang tersebut untuk bisa berubah jadi baik, karena terkadang, seseorang yang terlena dengan perbuatan jahat yang dilakukan nya, karena merasa tidak ada lagi yang bisa percaya pada dirinya untuk bisa berubah jadi lebih baik lagi.


๐Ÿ‘‰ Terus dukung SANG PELAKOR agar terus update ya, berikan jejak kalian, like vote komen mendukung. Terima kasih untuk yang selalu stay, like, n vote+ komen mendukung nya ya๐Ÿ˜˜


๐Ÿ‘‰ Budidaya kan komen dengan bahasa yang baik ya sahabat, karena ucapan kita adalah cerminan kepribadian kita๐Ÿ˜Š boleh ungkapkan kekesalan karena mungkin terbawa arus cerita ini, tapi jangan menghujat penulisnya, kesian yg nulis udah gak dapat apa apa dari karya ini karna tidak saya kontrakan, eh saban hari dihujat terus karena persepsi yang keliru, mengkritik sama menghujat itu berbeda ya, cerita ini tetap update karena kalian yang stay setia disini๐Ÿ’—


untuk tahu suka duka penulis, silahkan baca novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS, diangkat dari kisah nyata juga, agar kita sama sama tahu perasaan penulis dan juga perasaan pembaca๐Ÿ’—



๐Ÿ‘‰baca juga novel fantasi terbaru saya yang baru terbit diplatform kuning NO*VELME berjudul MAHKOTA DEWA kisah seorang putra mahkota negeri atas angin, yang turun kebumi menyamar jadi manusia untuk mencari benda pusaka yang jatuh ke bumi



๐Ÿ‘‰ Dan novel NON-FIKSI saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU yang juga update setiap hari ๐Ÿ’—



bersambung ..

__ADS_1


__ADS_2